KETIK, SURABAYA – Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya terus memantau perkembangan superflu, termasuk dengan melakukan thermal scanner di Bandara Internasional Juanda.
Superflu merupakan virus yang disebabkan oleh influenza A(H3N2) subclade K. Kepala BBKK Surabaya, Rosidi Roslan, menyatakan superflu tidak mematikan.
Kendati demikian, ia tetap mewanti-wanti masyarakat yang masuk dalam kelompok rentan, seperti memiliki riwayat penyakit komorbid.
"Penyakit ini tidak mematikan. Namun, kelompok rentan seperti ibu hamil, anak-anak usia 1-10 tahun, lansia, orang dengan penyakit kronis, serta mereka yang menderita gangguan imunitas tetap perlu lebih berhati-hati," jelasnya, Senin, 26 Januari 2026.
Baca Juga:
BBKK Surabaya Cek Asrama Haji Surabaya, Persiapan Sambut JCH 2026Lanjutnya, gejala klinis superflu kebanyakan serupa dengan flu musiman biasa, seperti demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, nyeri otot, sakit kepala, serta lemas.
Rosidi mengatakan, jumlah masyarakat yang melakukan langkah pencegahan penularan superflu semakin meningkat. Salah satunya melalui vaksinasi sebelum bepergian ke luar negeri.
"Vaksinasi di BBKK tersedia, bulan Desember pelaku perjalanan seperti umrah selain meningitis dan polio wajib, mereka minta juga untuk vaksin flu sehingga banyak yang vaksin flu. Memang lebih bagus divaksin flu," katanya.
Eko Wahyudi, pelaku perjalanan ke luar negeri mengatakan, ia melakukan vaksin di BBKK. Ia mengaku khawatir dengan adanya kasus superflu saat ini.
Baca Juga:
Surabaya Siaga Superflu, Pemkot Imbau Warga Waspadai Gejala Virus H3N2"Saya memilih divaksin sebelum berangkat (ke luar negeri), karena ini menyangkut perlindungan saya sendiri dan orang lain," jelasnya. (*)