Bawaslu Jatim Identifikasi 27 Potensi Kerawanan Proses Coklit

Jurnalis: Moch Khaesar
Editor: Muhammad Faizin

28 Jun 2024 08:54

Thumbnail Bawaslu Jatim Identifikasi 27 Potensi Kerawanan Proses Coklit
Ilustrasi Pemilu 2024 (Ilustrator: Rihard/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jatim mengidentifikasi 27 potensi kerawanan dalam proses pencocokan dan penelitian (Coklit) yang dilakukan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih atau pantarlih. Ketua Bawaslu Jatim, A. Warits menjelaskan, identifikasi tersebut sebagai langkah pencegahan.

"Berdasarkan identifikasi tersebut diharapkan partisipasi masyarakat untuk ikut serta dalam mengawal hak pilih untuk mewujudkan daftar Pemilih yang akurat, komprehensif dan mutakhir," katanya, Jumat (28/6/2024).

Dengan identifikasi ini, maka Bawaslu Jatim meminta masyarakat untuk sama-sama mengawal proses coklit. "Hal ini agar tidak adanya terjadi kesalahan dalam coklit," ucap Warits. 

Berikut potensi kerawanan sub tahapan pencocokan dan penelitian (Coklit), antara lain:

1. Pantarlih tidak menggunakan atribut yang sudah ditentukan;
2. Pantarlih tidak menguasai wilayah sehingga diwakilkan kepada orang setempat;
3. Pantarlih tidak memasang sticker di rumah Pemilih, namun dititipkan pak RT atau tetangga;
4. Pantarlih yang melakukan Coklit sekaligus menyampaikan hal yang termasuk kampanye, politisasi sara, hoaks dan lain-lain;
5. Pantarlih hanya menempel sticker tetapi tidak melakukan Coklit;
6. Pantarlih melakukan Coklit tidak sesuai dengan Jadwal yang telah ditentukan;
7. Pantarlih dalam melaksanakan Coklit tidak berdasarkan Daftar Pemilih dalam formulir Model A-Daftar Pemilih;
8. Pantarlih tidak mencatat keterangan Pemilih penyandang disabilitas pada kolom ragam disabilitas;
9. Pantarlih tidak memperbaiki data Pemilih yang terdapat kekeliruan;
10. Pantarlih tidak menindaklanjuti rekomendasi Pengawas Pemilu;
11. Pantarlih tidak mencatat Pemilih yang tidak memiliki KTP-el berbentuk fisik
dan/atau digital dengan memberikan keterangan Pemilih tidak memiliki KTP-el;
12. Pantarlih tidak mencoret data Pemilih, yang berdasarkan KTP-el, KK, biodata penduduk, atau IKD, bukan merupakan Pemilih yang beralamat di wilayah kerja Pantarlih;
13. Pantarlih melakukan Coklit tidak secara door to door namun kolektif;
14. Pantarlih tidak mencoret data Pemilih yang tidak memenuhi syarat;
15. Pantarlih tidak mencatat data Pemilih yang memenuhi syarat;
16. Pemilih tidak berkenan ditempeli sticker Coklit;
17. Pemilih meninggal tidak dilengkapi dengan Akta/Surat Kematian;
18. Pemilih yang tinggal di rumah susun atau mess dari perusahaan;
19. Pemilih TNI dan Polri yang purna tugas tidak dilengkapi dengan SK pemberhentian;
20. Pemilih yang belum dilakukan Coklit sampai dengan berakhirnya masa Coklit;
21. Pemilih tidak berada di rumah karena bekerja di luar kota/negeri;
22. Terdapat Pemilih dengan NIK sama, akan tetapi orang berbeda;
23. Alamat Pemilih pada KTP-el tidak sesuai dengan domisili dampak relokasi
bencana;
24. Terdapat Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang tidak mendapatkan surat keterangan dari pihak berwenang;
25. Terdapat pemilih pemula yang belum melakukan perekaman KTP-el;
26. Terdapat Warga Negara Asing (WNA) masuk daftar Pemilih;
27. Sticker sudah ditempel namun tidak ditandatangani. (*)

Baca Juga:
Kisah PMI Kota Probolinggo, dari Donor Darah hingga Jemput Jenazah
Baca Juga:
Dari Bareskrim ke BGN, Sony Sonjaya Kini Kawal Program MBG
Baca Sebelumnya

Terapkan Tanpa Sampah Plastik Sekali Pakai, Terkendala di Pasar Tradisional

Baca Selanjutnya

Pembinaan Usia Dini Salah Satu Langkah Memajukan Sepak Bola Indonesia, Ini Kata Ratu Tisha

Tags:

Pilkada 2024 Pilgub Jatim 2024 KPU Jatim Coklit Pantarlih Jawa timur pilkada serentak

Berita lainnya oleh Moch Khaesar

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

24 Oktober 2025 20:01

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

22 Oktober 2025 19:30

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

22 Oktober 2025 19:04

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

20 Oktober 2025 06:05

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

19 Oktober 2025 12:38

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

18 Oktober 2025 22:41

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar