Batik HI, Warisan Batik Tulis Sidoarjo yang Masih Bertahan di Tengah Modernisasi

Jurnalis: Athaya Khaisyah Azira
Editor: Muhammad Faizin

2 Okt 2025 16:35

Headline

Thumbnail Batik HI, Warisan Batik Tulis Sidoarjo yang Masih Bertahan di Tengah Modernisasi
Tampak depan kediaman H. Ischak, sekaligus tempat produksi Batik HI di Gg. II/70, Kampoeng Batik Jetis, Sidoarjo (Foto: Febrian Fauzi/Ketik)

KETIK, SIDOARJO – Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang keberadaannya sudah diakui oleh dunia. Batik mengalami sejarah yang panjang, persebarannya juga sangat luas, bahkan di luar negeri juga memiliki batik khasnya masing-masing.

Meskipun batik merupakan salah satu warisan budaya yang ikonik di Indonesia, namun ternyata akhir-akhir ini batik mengalami penurunan minat yang cukup drastis, terutama pada batik tulis.

Di era modern seperti saat ini, banyak orang lebih memilih untuk membeli batik printing ketimbang batik tulis. Salah satu faktornya yakni karena harga batik printing lebih murah daripada batik tulis, selain itu pengerjaan batik printing juga relatif lebih cepat meskipun memesan dalam jumlah besar.

 

Baca Juga:
Bupati Subandi Upayakan Renovasi RTLH dan Bantu Jaminan Kesehatan Warga Sidoarjo

Foto H. Ischak saat diwawancari di kediamannya, Gg. II/70, Kampoeng Batik Jetis, Sidoarjo pada Rabu, 1 Oktober 2025 (Foto: Febrian Fauzi/Ketik)H. Ischak saat diwawancari di kediamannya, Gg. II/70, Kampoeng Batik Jetis, Sidoarjo pada Rabu, 1 Oktober 2025 (Foto: Febrian Fauzi/Ketik)

 

Namun di Kampoeng Batik Jetis, kampung yang menjadi pusat pengrajin batik di Sidoarjo, masih banyak yang pengusaha batik yang memproduksi sekaligus melestarikan batik tulis. Dilansir dari web Kementerian Pariwisata, usaha batik yang masih aktif menjadi produsen batik tulis sekaligus atraksi wisata hingga saat ini ada 3, dan salah satunya adalah Batik HI. 

Batik HI merupakan usaha batik yang didirikan oleh H. Ischak pada tahun 1991 di Kampoeng Batik Jetis Sidoarjo. Usaha ini semakin berkembang dan sekarang berada di bawah naungan nama usaha CV. Handal Insan Sentosa. Alamatnya berada di Jetis Gang II/70, tidak jauh dari gapura Kampung Batik Jetis RW 03.

Baca Juga:
Bupati Subandi Bantu Rehab Rumah dan Kursi Roda untuk Lansia di Waru

Selama 34 tahun, Batik HI aktif dalam memproduksi batik tulis secara tradisional di Sidoarjo. Meskipun pemasaran batik sudah tidak seramai dulu, Batik HI masih tetap melayani pesanan sesuai permintaan pelanggan. Pelanggan dapat menunjukkan motif atau desain yang diinginkan, dan pengrajin Batik HI dengan senang hati akan memenuhi pesanannya. 

“Kita buat macam-macam motif. Sesuai itu ya, sesuai permintaan. Kita juga punya batik itu, terus ada orang ke sini, ‘Pak, saya mau pesan seperti ini’, itu (menentukan) harga enak,” jelas H. Ischak saat diwawancarai di kediamannya, Rabu (01/10/2025)

Harga yang ditawarkan juga relatif murah, tergantung dari kesulitan motifnya. Batik tulis yang diperjualbelikan dibanderol mulai dari harga Rp150.000, sesuai dari kesulitan motif yang diminta pelanggan. 

 

Foto Merek terdaftar 'Batik HI' dan SNI (Standar Nasional Indonesia) sebagai bukti legalitas produksi batik Indonesia. (Foto: Febrian Fauzi/Ketik)Merek terdaftar 'Batik HI' dan SNI (Standar Nasional Indonesia) sebagai bukti legalitas produksi batik Indonesia. (Foto: Febrian Fauzi/Ketik)

 

Selain pesanan pribadi pelanggan, Batik HI ternyata juga memperjualbelikan batik tulisnya ke daerah Pabean, Surabaya. Namun, H. Ischak mengungkapkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir penjualan mengalami penurunan signifikan seiring dengan menurunnya minat masyarakat terhadap batik tulis.

Saat diwawancarai, H. Ischak juga menceritakan tentang pengalamannya saat mendirikan Pabrik PC. GKBI (Gabungan Koperasi Batik Indonesia) yang terletak di Yogyakarta pada tahun 1961 sampai akhirnya kembali ke Sidoarjo pada 1991. Pengalaman H. Ischak yang luar biasa selama 30 tahun ini menjadi poin plus bagi Batik HI sebagai produsen batik di Sidoarjo.

Kini, Batik HI masih bertahan memproduksi batik tulis dengan metode tradisional di tengah gempuran modernisasi. Pengrajin batiknya hanya tersisa Ibu Menik, wanita berusia 67 tahun yang sangat mencintai profesinya sebagai pembatik. Dedikasi Ibu Menik tidak hanya menjaga keberlangsungan produksi batik tulis di Batik HI, tetapi juga menjadi simbol ketekunan dan ketelatenan pengrajin dalam merawat warisan budaya agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Dengan segala lika-liku perjalanan usahanya, Batik HI menjadi bukti nyata bahwa batik tulis masih mampu bertahan di era modern. Meski penjualan mengalami naik turun, komitmen H. Ischak dan para pengrajin di Kampoeng Batik Jetis dalam menjaga keaslian serta melestarikan batik tulis tidak pernah luntur. 

Keberadaan Batik HI tidak hanya memperkaya khazanah batik Sidoarjo, tetapi juga menunjukkan bahwa warisan budaya ini tetap memiliki nilai tinggi, baik dari sisi seni maupun sejarah, yang layak terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang. (*)

Baca Sebelumnya

Ayam Crispy Rasa Coca-Cola dan Gandum, Sensasi Kuliner di Kawasan Petra

Baca Selanjutnya

Novel Laris Jadi Film, Tukar Takdir Resmi Tayang di Bioskop Hari Ini

Tags:

Batik kampoeng batik jetis Batik HI sidoarjo Hari Batik Nasional Pengrajin Batik usaha batik Batik Tulis

Berita lainnya oleh Athaya Khaisyah Azira

Oshogatsu-asobi: Saat Karuta dan Gasing Menjadi Jembatan Tradisi di Tengah Modernitas Jepang

4 Januari 2026 15:01

Oshogatsu-asobi: Saat Karuta dan Gasing Menjadi Jembatan Tradisi di Tengah Modernitas Jepang

Osechi Ryōri: Menumpuk Doa dan Harapan dalam Kotak Tradisi Tahun Baru Jepang

1 Januari 2026 23:01

Osechi Ryōri: Menumpuk Doa dan Harapan dalam Kotak Tradisi Tahun Baru Jepang

Filosofi di Balik Kenyalnya Mochi, Benang Merah Tradisi Tahun Baru di Negeri Sakura

1 Januari 2026 11:01

Filosofi di Balik Kenyalnya Mochi, Benang Merah Tradisi Tahun Baru di Negeri Sakura

Mengintip Tradisi Hatsumode, Kunjungan Pertama ke Kuil Saat Tahun Baru di Jepang

1 Januari 2026 10:02

Mengintip Tradisi Hatsumode, Kunjungan Pertama ke Kuil Saat Tahun Baru di Jepang

Mengenal Bōnenkai dan Shinnenkai, Tradisi Pesta Menutup dan Membuka Tahun dengan Kebersamaan di Jepang

31 Desember 2025 23:01

Mengenal Bōnenkai dan Shinnenkai, Tradisi Pesta Menutup dan Membuka Tahun dengan Kebersamaan di Jepang

Kota Surabaya dan Lamongan Diprediksi Hujan Ringan Hari Ini! Cek Daerahmu Sekarang

31 Desember 2025 11:32

Kota Surabaya dan Lamongan Diprediksi Hujan Ringan Hari Ini! Cek Daerahmu Sekarang

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar