KETIK, MADIUN – Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun terus berupaya memperkuat identitas daerah melalui sektor budaya.

Salah satunya dengan menggelar Madiun Batik Heritage Festival yang resmi dibuka Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun, di Halaman Balai Kota Madiun, Kamis, 16 Juli 2026.

Kegiatan yang menjadi rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-108 Kota Madiun tersebut turut dihadiri Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak.

Festival berlangsung meriah dengan menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari lomba desain batik digital, pameran batik, praktik membatik atau nyanting, hingga fashion show yang menampilkan karya-karya batik dari para perajin.

Plt Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun, mengatakan penyelenggaraan festival ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang promosi produk batik lokal, tetapi juga menjadi momentum untuk melahirkan batik khas Kota Madiun yang memiliki identitas kuat.

Baca Juga:
PAD Lampaui Target, Pemkot Madiun Tegaskan SILPA Bukan Tolok Ukur Kinerja

Menurutnya, Kota Madiun membutuhkan motif batik yang mampu merepresentasikan sejarah, budaya, dan karakter daerah sehingga dapat menjadi daya tarik baru bagi wisatawan.

"Batik adalah identitas. Saya ingin produk batik kita, batik yang berkarakter. Berkarakter yang seperti apa, tentunya yang bisa bercerita tentang Kota Madiun," ujarnya.

Mas Bagus menambahkan, Pemkot Madiun berencana menghadirkan satu motif batik khas yang nantinya akan dipatenkan sebagai identitas resmi daerah.

Ia berharap, wisatawan yang datang ke Kota Madiun tidak hanya mengenal pecel sebagai ikon kuliner, tetapi juga membawa pulang batik khas yang menyimpan cerita tentang kota ini.

Baca Juga:
Cetak Generasi Berkarakter, Pemkot Madiun Libatkan Orang Tua dalam Penutupan MPLS

"Nantinya kita akan buat satu batik khas Kota Madiun untuk dipatenkan. Agar wisatawan ke Kota Madiun ini tak melulu soal pecel, tetapi pulang dapat membawa buah tangan batik yang bisa bercerita tentang Kota Madiun," katanya.

Menurutnya, pengembangan industri batik juga memiliki dampak ekonomi yang besar.

Selain membuka peluang usaha bagi para perajin, batik dapat menjadi salah satu instrumen promosi daerah yang efektif di tingkat nasional maupun internasional.(*)