KETIK, BATAM – Pemerintah Kota Batam kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kota Batam berhasil masuk dalam lima besar nominasi Askompsi Digital Leadership Government Awards (ADLGA) 2026 pada kategori Sekretaris Daerah Kota.

Capaian tersebut menjadi bentuk pengakuan atas komitmen Pemerintah Kota Batam dalam membangun tata kelola pemerintahan berbasis data serta memperkuat digitalisasi pelayanan publik di berbagai sektor.

Tahapan penilaian ADLGA 2026 dilanjutkan melalui visitasi tim penilai yang diterima langsung Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Lantai II Kantor Wali Kota Batam, Kamis, 23 Juli 2026.

Pada kategori Sekretaris Daerah, terdapat 15 nominator terbaik dari seluruh Indonesia yang mengikuti penilaian akhir.

Jumlah tersebut terdiri atas lima Sekretaris Daerah Provinsi, lima Sekretaris Daerah Kota, dan lima Sekretaris Daerah Kabupaten.

Baca Juga:
Polresta Malang Kota Sabet Peringkat Satu PRISMA Award 2026 Pengelolaan Anggaran

Dalam paparannya, Firmansyah menjelaskan transformasi digital di Kota Batam tidak hanya berfokus pada pemanfaatan teknologi informasi, tetapi telah menjadi fondasi dalam penyusunan kebijakan, perencanaan pembangunan, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurutnya, setiap kebijakan yang diambil Pemerintah Kota Batam disusun berdasarkan data yang akurat, tervalidasi, dan terintegrasi.

Data tersebut diperoleh dari perangkat daerah serta aspirasi masyarakat melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) mulai dari tingkat RT dan RW, kelurahan, kecamatan, hingga perangkat daerah.

"Kami meyakini pembangunan yang baik harus dimulai dari data yang baik. Karena itu, setiap kebijakan yang diambil Pemerintah Kota Batam harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata. Data yang kami gunakan bukan hanya data administrasi, tetapi juga data yang berasal dari aspirasi masyarakat dan telah melalui proses validasi secara berjenjang," ujar Firmansyah.

Baca Juga:
Pansus DPRD Kota Batam Perkuat Sinergi dengan BP Batam Bahas Ranperda Pengelolaan Sampah

Ia menambahkan, pendekatan data-driven government memungkinkan program pembangunan disusun secara lebih presisi, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Selain mendukung perencanaan pembangunan, digitalisasi juga diterapkan dalam pengelolaan pendapatan daerah untuk mewujudkan tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan efisien.

Salah satu implementasi yang telah dijalankan adalah penerapan pembayaran parkir menggunakan QRIS.

Menurut Firmansyah, sistem tersebut memberikan kemudahan bagi masyarakat sekaligus meningkatkan transparansi dan akurasi penerimaan daerah.

"Digitalisasi juga kami dorong untuk meningkatkan PAD. Pembayaran parkir melalui QRIS memberikan kemudahan bagi masyarakat sekaligus meningkatkan transparansi dan akurasi penerimaan daerah sehingga potensi kebocoran dapat diminimalkan," katanya.

Firmansyah menegaskan, Pemerintah Kota Batam akan terus memperluas penerapan digitalisasi pada berbagai sektor pelayanan publik sebagai bagian dari upaya mewujudkan pemerintahan yang modern, adaptif, dan berdaya saing.

Di bawah kepemimpinan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, Pemerintah Kota Batam terus memperkuat integrasi data lintas sektor serta mempercepat digitalisasi pelayanan publik guna mendukung pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Masuknya Batam dalam lima besar nominasi ADLGA 2026 menjadi indikator bahwa transformasi digital yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada penggunaan teknologi, tetapi juga pada pemanfaatan data dan inovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta mengoptimalkan pendapatan daerah.(*)