Baru Dua Bulan Diresmikan Diskopindag Kota Malang, Griya UMKM Kelurahan Klojen Terus Melesat

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Mustopa

11 Okt 2024 14:56

Thumbnail Baru Dua Bulan Diresmikan Diskopindag Kota Malang, Griya UMKM Kelurahan Klojen Terus Melesat
Produk UMKM yang dijajakan di Griya UMKM Kelurahan Klojen. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)

KETIK, MALANG – Baru sekitar dua bulan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang meresmikan Griya UMKM di Kelurahan Klojen. Para pelaku UMKM yang tergabung pun merasa ada kemajuan yang signifikan dari hasil jualannya. 

Salah satunya dirasakan oleh Chalimatus Sakdiyah yang menjajakan jahe dan rosella instan. Sejak menitipkan produknya di Griya UMKM, semakin banyak pesanan yang ia terima. 

Perempuan yang akrab dipanggil Anis ini menjelaskan bahwa sering menerima pesanan dari luar kota, mulai dari Banyuwangi, hingga Jakarta. 

"Sebelumnya memang sudah banyak yang pesan. Tapi sejak menaruh produk di Griya UMKM, ini makin maju. Ini kan sebenarnya usaha sampingan, tapi penghasilannya lumayan," ujarnya, Jumat 11 Oktober 2024. 

Baca Juga:
Tongkat Komando Korem 083/Baladhika Jaya Resmi Berganti, Kini Dijabat Oleh Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus

Dalam seminggu, Anis dapat menghasilkan hampir Rp 1 juta untuk penjualan produknya. Terlebih biaya produksi yang harus ia keluarkan pun tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan penghasilannya. 

"Perputaran uang seminggu masih sekitar Rp1 juta. Karena jahe itu tenaganya yang banyak tapi jahenya murah. Jahe modal Rp300.000 dan juga tahan lama karena kering seperti gula. Kalau teknik buatnya benar, kemasan benar maka bisa awet," lanjutnya. 

Hal tersebut juga dirasakan Yayuk Mulyati yang memiliki usaha rempeyek. Dalam seminggu ia biasa menitipkan 20-30 bungkus remepyek di Griya UMKM. 

Foto Produk di Griya UMKM Kelurahan Klojen berkembang pesat. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)Produk di Griya UMKM Kelurahan Klojen berkembang pesat. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)

Baca Juga:
PHRI Kota Malang Ungkap Kenaikan Harga Avtur Belum Berdampak Spesifik pada Hotel

"Usaha saya kan rempeyek kalau satu minggu setoran ke saya Rp 10.000-20.000. Per minggu habis, kita kasih stok lagi tiap hari Senin dan di hari Jumat totalan. Kalau ada barangnya gak laku maka kembali, jadi Senin barangnya baru lagi. Maksimalkan kalau rempeyek cuma 6 hari," ujarnya. 

Yayuk tak hanya menitipkan jualannya di Griya UMKM namun juga menjajakan di berbagai tempat. Bergabung di Griya UMKM juga membuat Yayuk dan pelaku UMKM lain berkesempatan menjajakan produknya di beberapa resto dan tempat perbelanjaan. 

"Sudah 2 bulan jalan, maju pesat. Banyak orderan, kalau ada pelatihan, kita ambil konsumsinya, nasi kotak dan kue basah langsung dari UMKM kelurahan. Biasanya kan pesen di luar, ini langsung diambilkan. Peserta pelatihan juga sering mampir buat beli oleh-oleh," ujarnya. 

Saat ini ia Diskopindag Kota Malang tengah berencana untuk memberikan beberapa pendampingan, salah satunya untuk perizinan dan legalitas. Meskipun UMKM di Griya UMKM masih berskala mikro, namun sudah hampir 25 persen produk memiliki NIB. 

"Rencananya mau pembinaan untuk legalitas, NIB, sertifikat halal, PIRT dari Diskopindag. Cara promosi juga, kan inginnya ditaruh di tempat wisata kaya di kampung tematik," katanya. 

Sebelumnya Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi mengapresiasi hadirnya Griya UMKM tersebut. Ia berharap seluruh kelurahan dapat memiliki Griya UMKM masing-masing. 

"Ini cukup positif karena sebagai salah satu bentuk pemasaran produk UMKM. Mudah-mudahan menjadi pilot projek sehingga semua kelurahan bisa memfasilitasi pelaku UMKM untuk lebih maksimal," ucapnya.(*)

Baca Sebelumnya

Ogol Pimpin DPRD Labuhanbatu, Wakil Ketua Dikabarkan Wajah Baru

Baca Selanjutnya

Masuk Musim Hujan, Jembatan di Bumiayu Kota Malang Mulai Diperbaiki

Tags:

Griya UMKM Kelurahan Klojen Diskopindag Kota Malang Kota Malang umkm kota malang

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

14 April 2026 16:25

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

14 April 2026 15:34

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

14 April 2026 14:57

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

13 April 2026 19:05

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

13 April 2026 17:45

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar