KETIK, SURABAYA – Ratusan sopir truk menggelar aksi demonstrasi pada Rabu, 30 September 2026. Aksi ini didasari dari tuntutan membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bersubsidi menggunakan barcode dihapus.
Aksi demonstrasi ini membuat macet sejumlah ruas jalan. Berdasarkan pantauan Ketik di lapangan, sejumlah truk, mulai dari truk towing, truk bak terbuka berjalan perlahan di sekitar bundaran Taman Pelangi, Surabaya.
Beberapa anggota polisi juga bersiaga menjaga jalan, tujuannya agar pengendara tidak terjebak dalam kemacetan. Polisi, terlihat berjaga di putar balik Bundaran Taman Pelangi, sisi masuk Kota Surabaya.
Mereka menutup jalan menggunakan sepeda motor besar (moge) yang diparkir di jalan. Hanya sepeda motor yang dapat berputar, sedangkan untuk kendaraan roda empat tidak bisa.
Sejumlah truk, ada yang membawa pengeras suara atau sound horeg. Salah satu truk yang membawa sound horeg, terlihat dua orang di atasnya. Mereka terdengar sayup-sayup mengungkapkan keluhannya.
Baca Juga:
Flyover Ahmad Yani–Jemursari Dinanti, Pengendara Optimistis Kemacetan Terurai.Imbas kemacetan ini, para pengendara sepeda motor tidak bisa melewati Jalan Ahmad Yani, menuju pusat Kota Surabaya dengan lancar. Mereka harus mencari jalan alternatif, seperti masuk ke dalam kampung.
Robby salah satu pengendara sepeda motor mengatakan, dirinya sudah mengetahui dari media sosial, jika ada demonstrasi dari para sopir truk. Maka dari itu, dirinya begitu mengetahui macet langsung mencari jalan alternatif.
"Saya langsung lewat gang. Memang sebelumnya saya sudah biasa lewat jalan alternatif, jika Jalan Ahmad Yani terlihat macet," jelasnya.
Arif Khalif, pengendara lainnya memilih untuk tidak lewat Jalan Ahmad Yani, setelah mengetahui macet. "Saya memilih putar balik agak jauh, yang penting tidak macet," singkatnya.
Baca Juga:
Sunyi di Taman Pelangi Menanti Pembangunan Flyover Penghubung Ahmad Yani-JemursariSebagaimana diketahui, aksi demonstrasi dari Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yaitu mulai 30 September hingga 2 Oktober 2026. (*)