KETIK, JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog memperpanjang penyelenggaraan distribusi bantuan sosial (bansos) pangan hingga Juni mendatang.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menjelaskan perpanjangan bansos pangan dibutuhkan sebagai instrumen stabilisasi harga.
Penyaluran Minyakita ke pasaran juga dianggap perlu agar akses masyarakat semakin luas.
Adapun dalam paket bantuan pangan meliputi penyaluran minyak goreng Minyakita yang disalurkan ke masyarakat berpenghasilan rendah.
Minyakita sendiri bukan merupakan program subdisi pemerintah, melainkan kontribusi produsen minyak sawit dalam negeri untuk memenuhi pasar domestik terlebih dahulu agar mendapatkan izin ekspor.
Baca Juga:
Di Balik Gudang-Gudang Bulog Itu Ada Keringat dan Kerja Keras Tak Kenal Lelah untuk Indonesia"Dalam rangka mengantisipasi kenaikan minyak goreng, kami sudah menginstruksikan Bulog untuk segera mendistribusikan bantuan pangan karena sampai saat ini realisasinya kurang lebih 34 persen. Akhirnya dalam Rakornis di Kemenko Perekonomian diputuskan banpang diperpanjang sampai Juni," ungkap Ketut dalam keterangan resminya (21/5/2026).
Penggencaran distribusi bantuan pangan diyakini Bapanas dapat ikut membantu intervensi pengendalian harga pangan pokok strategis. Apalagi pemerintah juga tengah berupaya menderaskan pasokan Minyakita bagi masyarakat, termasuk pula ke pasar rakyat.
"Kami minta Bulog untuk segera mengeksekusi bantuan pangan di posisi Mei sampai Juni. Nah kalau bisa dikeluarkan, tentu bisa akan mengendalikan posisi harga, menstabilkan harga beras sekaligus menstabilkan harga minyak goreng tentunya," jelas Ketut. (*)