Banyaknya Pengemis Musiman di Area Makam Ngagel Rejo, Kepala Makam: Sudah Kami Imbau Malah Jadi Bertengkar

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Muhammad Faizin

27 Feb 2025 16:10

Thumbnail Banyaknya Pengemis Musiman di Area Makam Ngagel Rejo, Kepala Makam: Sudah Kami Imbau Malah Jadi Bertengkar
Para pengemis yang ada di Makam Ngagel Rejo Surabaya. (Foto: Shinta Miranda/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Banyaknya pengemis musiman di area Makam Ngagel Rejo Surabaya membuat resah para pengunjung atau para penyekar makam.

Banyaknya pengemis dan para pembersih di area makam pada musim megengan membuat para peziarah merasa tidak nyaman pasalnya para orang-orang tersebut terlihat mengerubungi peziarah.

Kepala Makam Ngagel Rejo Rudi Hartono menjelaskan pihaknya sudah melakukan imbauan dan pelarangan bagi pengemis maupun pedagang di area makam.

"Kita sudah berusaha keras, sampai bertengkar sama warga, akhirnya ya apa itu warga gak terima dendam.Padahal kita kan aslinya kan supaya tertib," jelasnya pada Ketik.co.id Kamis 27 Februari 2025.

Mengenai pengemis yang berada di makam, Rudi menjelaskan tidak hanya masyarakat sekitar namun juga dari luar daerah.

 

Foto Kepala Makam Ngagel Rejo Rudi Hartono. (Foto: Shinta Miranda/Ketik.co.id)Kepala Makam Ngagel Rejo Rudi Hartono. (Foto: Shinta Miranda/Ketik.co.id)

Baca Juga:
Selamat Capt! Rizky Ridho Resmi Jadi Ayah, Bagikan Momen Gendong Sang Buah Hati


"Ya ada yang warga sini, ada yang dari luar. Ini kan momennya kan momen satu tahun sekali," terangnya.

"Tapi kalau sudah momennya sudah habis, insya Allah kan sudah bersih. Maksudnya itu gak kayak gini lagi. Jadi kita kan ngasih imbuan kan enak," imbuhnya.

Rudi menjelaskan Ia sudah melakukan imbauan kepada para pengemis dan pedagang tetapi mereka beralasan bahwa ini adalah momen sekali setahun.

"Kita sampai bertengkar sama yang tua-tua. Kita itu ya mohon maaf, kita kan juga punya orang tua, nanti terlalu kasar gimana, nggak enak gitu," paparnya.

Rudi juga menjelaskan para peziarah sudah mulai berkunjung seminggu yang lalu, mulai Kamis 20 Februari 2025 dan puncaknya Ia memprediksi pada Kamis dan Jumat sebelum Ramadhan 2025.

"Sudah satu minggu sudah ramai. Besok sudah Jadi ini puncak-puncaknya," ucapnya.

Ia juga menjelaskan saat musim megengan ini, Satpol PP Surabaya juga sering meninjau Makam Ngagel Rejo untuk menjaga ketertiban lingkungan.

Baca Juga:
Tumbuh 16 Persen, KAI Daop 8 Surabaya Angkut 3.09 Penumpang Selama Triwulan I 2026

"Sering kesini. Dalam sini gak masalah, Kalau yang di luar sana kan arus lintas. Takutnya tau-tau dia berhenti, jadinya macet," jelas Rudi.

Salah satu Peziarah dari Surabaya Resty Ramadhani dari merasa terganggu karena orang-orang tersebut mengerumuni.

"Yang satu dikasih, yang lain minta semua, para peziarah pengen nyekar jadi terganggu. Tapi ya mau gimana setahun sekali," jelasnya.

 

Foto Salah satu peziarah Resty Ramadani. (Foto: Shinta Miranda/Ketik.co.id)Salah satu peziarah Resty Ramadani. (Foto: Shinta Miranda/Ketik.co.id)



Resty berharap para Satpol PP lebih tegas lagi, karena para peziarah ingin lebih fokus berdoa untuk almarhum, tetapi sedikit terganggu karena adanya orang-orang yang mengerumuni tersebut.

"Kalau bisa Satpol PP lebih tegas ya, karena seharusnya para pengemis, pedagang ini kalau bisa di luar makam saja, jangan di dalam," ujar Warga Surabaya Timur ini. (*)

Baca Sebelumnya

KAI Daop 8 Surabaya Buka Pemesanan Tiket KA Tambahan Libur Lebaran 2025

Baca Selanjutnya

PLN UID Jatim Operasikan Uji Coba Pembangkit Listrik Tenaga Gas Hidro Pertama di Indonesia

Tags:

pengemis Surabaya pengemis di makam Makam Ngagel Makam Ngagel Rejo peziarah Megengan Tradisi Megengan surabaya

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar