Banyak Kasus Keracunan, Bupati Bandung Bakal Awasi Ketat Pelaksanaan Program MBG

Jurnalis: Iwa AS
Editor: Akhmad Sugriwa

25 Sep 2025 16:33

Thumbnail Banyak Kasus Keracunan, Bupati Bandung Bakal Awasi Ketat Pelaksanaan Program MBG
Bupati Bandung Dadang Supriatna saat sosialisasi kampung perikanan budidaya, di Grand Sunshine Soreang, Kamis (25/9/2025). Kamis (25/9/25).(Foto:Iwa/Ketik)

KETIK, BANDUNG – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan Pemkab Bandung akan segera melakukan rapat koordinasi khusus dengan berbagai pihak guna mencegah terjadinya keracunan massal akibat mengkonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) seperti yang terjadi di beberapa daerah.

Bupati Bandung menyatakan kasus keracunan akibat menu MBG akan menjadi pembahasan khusus. Sebab menurutnya keracunan tidak hanya disebabkan satu faktor saja.

"Jadi, kami perlu membahas dan mempelajarinya lebih mendalam,” ujar Bupati Dadang Supriatna usai acara Penyerahan Petikan Keputusan Bupati Bandung tentang Pengangkatan PPPK Tahap II Formasi Tahun 2024 serta Pengambilan Sumpah dan Janji ASN di Lingkungan Pemkab Bandung, di Gedung Moh. Toha, Soreang, Kamis (25/9/2025) pagi.

Karena itu pihaknya akan mengundang unsur Forkopimda, Badan Gizi Nasional (BGN), pengelola dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG, ahli gizi, akuntan, serta pihak-pihak terkait lainnya untuk melakukan analisis menyeluruh.

Baca Juga:
Bupati Bandung Sampaikan Keluhan Warga Soal SLIK, Menteri PKP Langsung Beri Solusi KUR Perumahan

“Kami akan undang semua pihak untuk membahas dan menganalisis agar kejadian di daerah lain tidak terulang di Kabupaten Bandung,” tegasnya.

Kabupaten Bandung sendiri sebanyak 1,2 juta penerima manfaat akan menikmati program MBG ini, yang terdiri dari siswa PAUD, SD, SMP, dan PKBM.

Dengan jumlah penerima manfaat yang besar, bupati menekankan pentingnya pengawasan ketat dalam setiap tahapan penyelenggaraan program, agar tujuan peningkatan gizi anak benar-benar tercapai tanpa risiko kesehatan.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung  Dr. M. Hailuki, MSi mengatakan pimpinan DPRD Kabupaten Bandung telah menugaskan ke seluruh anggota dewan untuk melakukan peninjauan dan pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG di setiap Daerah Pemilihan (Dapil)-nya.

Baca Juga:
Respons Cepat Bupati Bandung, Pastikan Warga Terdampak Banjir dan Puting Beliung Segera Dibantu

"Jadi, peninjauan oleh anggota Dewan di tiap Dapil ini intinya bertujuan untuk memastikan tidak terjadi kasus keracunan makanan MBG kepada siswa seperti di daerah-daerah lain," tandas Hailuki.

Luki menilai penyebab utama keracunan kemungkinan akibat lemahnya quality control (QC) terhadap produksi di unit SPPG, sehingga terjadi kontaminasi dalam kadungan makanan.

"Selain kontrol kualitas, penyebab lainnya bisa jadi terkait jadwal distribusi dan kuota produksi, yaitu untuk mengejar deadline distribusi. Maka SPPG melakukan produksi sejak  dini hari bahkan malam sebelumnya," imbuh Luki.

Karena mengejar deadline distribusi, saat didistribusikan maka makanan sudah tidak segar atau mengalami proses dekomposisi. Akibatnya, kata Luki, saat dikonsumsi oleh siswa terjadilah toksikosis pada tubuh yang menyebabkan keracunan.

"Maka dari itu diperlukan proporsionalitas kuota produksi untuk setiap SPPG, agar kualitas produksi dan quality control menu MBG tetap terjaga," pesannya.(*)

Baca Sebelumnya

Musi Banyuasin Raih Prestasi Gemilang dalam Optimalisasi Universal Coverage Jamsostek 2025

Baca Selanjutnya

BREAKING NEWS! Mantan Kadis Kominfo Sleman Jadi Tersangka Korupsi, Ini Modusnya

Tags:

BUPATI BANDUNG kang ds DADANG SUPRIATNA SPPG MBG Keracunan keracunan massal

Berita lainnya oleh Iwa AS

Bupati Bandung Sampaikan Keluhan Warga Soal SLIK, Menteri PKP Langsung Beri Solusi KUR Perumahan

14 April 2026 00:48

Bupati Bandung Sampaikan Keluhan Warga Soal SLIK, Menteri PKP Langsung Beri Solusi KUR Perumahan

Respons Cepat Bupati Bandung, Pastikan Warga Terdampak Banjir dan Puting Beliung Segera Dibantu

13 April 2026 18:18

Respons Cepat Bupati Bandung, Pastikan Warga Terdampak Banjir dan Puting Beliung Segera Dibantu

Farhan Apresiasi Bakat Penyandang Autisme, Ajak Warga Lebih Inklusif

13 April 2026 15:52

Farhan Apresiasi Bakat Penyandang Autisme, Ajak Warga Lebih Inklusif

Bupati Bandung Gercep  Perbaiki Enam Rumah Rusak Berat Akibat Angin Kencang Bojongsoang

11 April 2026 19:56

Bupati Bandung Gercep Perbaiki Enam Rumah Rusak Berat Akibat Angin Kencang Bojongsoang

Bupati Bandung Instruksikan Kecamatan Margahayu Tangani Persoalan Banjir Secara Pentahelix

11 April 2026 15:15

Bupati Bandung Instruksikan Kecamatan Margahayu Tangani Persoalan Banjir Secara Pentahelix

Pastikan Hak Buruh Terpenuhi, Bupati Bandung Perintahkan Disnaker Sidak Perusahaan

10 April 2026 21:15

Pastikan Hak Buruh Terpenuhi, Bupati Bandung Perintahkan Disnaker Sidak Perusahaan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar