Bantuan Petani Tembakau Gagal Panen Tersandung Regulasi

Jurnalis: Fenna Nurul
Editor: Mustopa

1 Agt 2023 14:27

Thumbnail Bantuan Petani Tembakau Gagal Panen Tersandung Regulasi
Rapat dengar pendapat rusaknya lahan pertanian tembakau di Kabupaten Jember, Selasa (1/8/2023) (Foto: Fenna/Ketik.co.id)

KETIK, JEMBER – Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember kembali menggelar rapat dengar pendapat (RDP) pada Selasa (1/8/2023) siang.

RDP melibatkan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) wilayah Jember Selatan, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP), dan perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember.

Rapat tersebut merupakan buntut dari keluhan petani tembakau yang gagal panen terendam banjir, akibat dari hujan yang mengguyur Kabupaten Jember selama 2 hari berturut pada 7-8 Juli 2023 kemarin. DTPHP mencatat ada 2.098 hektar tanaman tembakau yang terdampak

Para petani menuntut agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember turun tangan membantu mereka yang menanggung kerugian. Mereka meminta agar pupuk subsidi bisa dialokasikan untuk komoditas tembakau, perbaikan sabuk gunung atau saluran irigasi, tanaman tembakau agar mendapatkan asuransi, serta restrukturisasi pinjaman kredit.

Baca Juga:
Target Nol Kemiskinan Ekstrem 2029, Bupati Jember Dorong Optimalisasi Hutan Sosial

Pantauan di lapangan, belum ada langkah konkret yang bisa diambil sebagai jalan keluar permasalahan yang sedang dihadapi petani tembakau Jember. Hal itu disayangkan Ketua BPO DPC Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jember, Jumantoro.

“Tidak ada solusi cepat yang diharapkan petani, padahal hari ini petani sangat membutuhkan ada langkah konkret yang bisa diselesaikan. Tapi kenyataannya semua menunggu regulasi. Saat petani butuh uluran tangan nyata harus menunggu waktu, sedangkan petani juga butuh makan dan support yg luar biasa,” ungkap Jumantoro usai rapat.

Sementara, Kepala DTPHP Imam Sudarmaji mengatakan pihaknya sudah berkirim surat kepada pemerintah provinsi dan pusat mengenai musibah yang sedang dialami di sektor pertanian. Menurutnya yang terjadi adalah force majeure atau kejadian luar biasa yang tidak bisa prediksi.

“Memang yang diharapkan petani adalah ingin tanam lagi kalau bisa dibantu pupuk subsidi, tapi itu ada aturan ya, dari pemerintah atas yang harus kita patuhi," jelas Imam.

Baca Juga:
Krisis Minyak Global Imbas Konflik Iran-AS, Menaker Imbau Perusahaan Terapkan WFH

Kata dia, petani tembakau yang bermitra dengan perusahaan mendapatkan bantuan bibit untuk penanaman kembali. Sedangkan yang sifatnya perorangan masih menunggu surat balasan dari pemerintah provinsi dan pusat.

“Untuk yang lain (perorangan) kami masih menunggu surat kejelasan dari provinsi dan pusat, kami menyampaikan kalau ada force majeur kejadian alam yang merugikan petani tembakau. Biasanya force majeure itu bisa cepat karena dampak dari korbannya banyak, itu bisa langsung (diselesaikan),” paparnya.

Sedangkan untuk perbaikan sabuk gunung yang butuh peremajaan, bukan wewenang dari DTPHP untuk memperbaiki. "Itu kan masuk irigasi, kewenangan daripada sumber daya air, cuma dampaknya ke pertanian," jelas Imam.

Berdasarkan hasil RDP, Sekretaris Komisi B DPRD Jember, David Handoko Seto, mengatakan pihaknya akan membantu mendesak pemerintah pusat agar bisa mengalokasikan subsidi pupuk komoditas tembakau.

“Alasan klasik bahwa tembakau ini ikon Kabupaten Jember. Banyak petani tembakau yg menanam adalah personal, bukan perusahaan besar. Yang nanam tidak banyak-banyak lah ada seperempat, setengah sampai 1 hektar lah,” papar David.

Biaya operasional petani tembakau membengkak akibat dari penghapusan subsidi pupuk petani tembakau. “Kami harap nanti ada pengecualian untuk Jember sebagai penghasil tembakau terbesar ini, juga menyumbang pajak retribusi cukai ke negara lumayan besar ini menjadi perhatian khusus,” tandas David.(*)

Baca Sebelumnya

Ratusan SD Pacitan Minim Murid, Polemik Keberhasilan KB hingga Urbanisasi

Baca Selanjutnya

Pemkab Kaimana Raih Penghargaan Penyelenggara Pemerintah Daerah Terbaik se-Papua

Tags:

tembakau Jember Gagal Panen belum menemukan titik terang regulasi Pemerintah subsidi pupuk

Berita lainnya oleh Fenna Nurul

Polije Raih Tiga Penghargaan di Ajang Bergengsi Vokasi Berinovasi

17 Desember 2024 08:46

Polije Raih Tiga Penghargaan di Ajang Bergengsi Vokasi Berinovasi

Kembangkan Ekosistem Halal, KPwBI Jember dan Pemkab Luncurkan Zona KHAS di Unej

2 Desember 2024 15:34

Kembangkan Ekosistem Halal, KPwBI Jember dan Pemkab Luncurkan Zona KHAS di Unej

Polije Fokus Cetak Agripreneur Muda Melalui Project Based Learning Exhibition and Talkshow

13 November 2024 14:56

Polije Fokus Cetak Agripreneur Muda Melalui Project Based Learning Exhibition and Talkshow

Utus Rahayu Saraswati ke Jember, Prabowo Pastikan Dukung Gus Fawait-Djoko

10 November 2024 06:30

Utus Rahayu Saraswati ke Jember, Prabowo Pastikan Dukung Gus Fawait-Djoko

Ketum PP Tidar Rahayu Saraswati Tanam Pohon Bersama Arum Sabil di City Forest Jember

9 November 2024 18:04

Ketum PP Tidar Rahayu Saraswati Tanam Pohon Bersama Arum Sabil di City Forest Jember

Cabup Hendy Siap Tingkatkan Program Layak Anak dengan Bangun Fasilitas Ibu dan Anak di Pusat Perbelanjaan

30 Oktober 2024 08:02

Cabup Hendy Siap Tingkatkan Program Layak Anak dengan Bangun Fasilitas Ibu dan Anak di Pusat Perbelanjaan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar