KETIK, KEDIRI – DPD Partai Golkar Kabupaten Kediri menggelar kegiatan bakti sosial bantuan air bersih ke warga Lereng Gunung Kelud di Desa Kebunrejo Kecamatan Kepung, Minggu 25 Oktober 2026. Aksi sosial dilakukan untuk membantu mengatasi warga terdampak kekeringan ekstrim akibat kemarau panjang imbas fenomena el nino.

Kegiatan sosial dalam rangkaian peringatan HUT Partai Golkar ke 62, jajaran pengurus DPD Partai Golkar Kediri menggelontorkan sebanyak 25 ribu liter. Puluhan ribu liter air bersih tersebut bakal didistribusikan kepada sekitar 2500 warga Desa Kebunrejo yang ada di dataran tinggi lereng Gunung Kelud Kediri.

"Dalam kegiatan bhakti sosial hari ini kami mendistribusikan 25 ribu liter air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan warga," kata Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kediri, M Hadi Setiawan.

Kemarau panjang kali ini membuat desa yang terletak sekitar 5 kilometer dari Puncak Gunung Kelud tersebut mengalami krisis air parah. Imbasnya, Cak Hadi sapaan akrabnya menyebut tidak hanya berdampak pada pemenuhan kebutuhan air keseharian. Fenomena tersebut juga berimbas pada produktivitas sektor pertanian. 

Saat terjun langsung mendistribusikan bantuan air bersih, anggota DPRD provinsi Jawa Timur tersebut juga mendapatkan berbagai aspirasi masyarakat. Diantaranya keluhan para petani yang mayoritas adalah petani cabai soal minimnya pasokan air untuk pertanian imbas kemarau panjang.

Baca Juga:
Cegah Stunting, Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Gizi Ibu Hamil dan Balita di Pacitan

Kepada Cak Hadi, warga berharap adanya bantuan sumur air permanen sehingga tidak selalu bergantung pada irigasi pertanian yang rentan mengalami kekeringan saat kemarau panjang. Terlebih, pasokan air yang cukup menjadi modal utama untuk pemenuhan sektor pertanian di kawasan sentra penghasil cabai.

"Insyaallah nanti akan kami usulkan untuk menjadi sebuah kebijakan. Harus ada sumur bor permanen yang itu bisa dipakai masyarakat baik itu dalam kondisi musim hujan maupun musim kemarau," imbuhnya.

Selain sektor pertanian, Cak Hadi juga menaruh perhatian pada pengembangan produk UMKM yang dijalankan Kelompok Wanita Tani Kebunrejo, mulai dari produk sambal cabai hingga saos cabai. Dalam kesempatan itu, Cak Hadi akan membantu memperjuangkan agar produk UMKM setempat bisa lebih berdaya saing sehingga meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Tadi disampaikan juga terkait masalah fasilitas atau alat peralatan yang kurang, insyaallah kami bantu agar usaha itu berkembang dan menjadi sebuah andalan, saling support antara pertanian, perkebunan dengan kreativitas masyarakat," pungkasnya.

Baca Juga:
Turnamen Voli MJB Kediri Berakhir, Desa Jarak dan Pranggang Raih Juara Pertama

​Kepala Desa Kebunrejo, Yoni Widarto menambahkan, dari empat dusun yang ada, Dusun Kebunrejo menjadi titik terparah yang mengalami kekeringan. Sekitar 261 warga dari sekitar 600 kepala keluarga di dusun itu mengalami krisis air bersih untuk pemenuhan keseharian.

"Alhamdulillah tadi Pak Hadi dan juga Mas Anang (DPRD Kabupaten, red) sudah mensupport distribusi air bersih, memberikan solusi permasalahan-permasalahan kami. Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya," kata Yoni.

Selain dari Golkar Kabupaten Kediri, dropping air bersih itu juga dilakukan oleh pemerintah daerah melalui BPBD, PMI hingga PDAM. Yoni menyebut dropping air bersih harus dilakukan lantaran sumber air desa sudah mengering sehingga tidak bisa dimanfaatkan. Kondisi itu bebarengan dengan kebutuhan pengairan untuk 350 hektare sawah di desa yang mayoritas sentra penghasil cabai.

"Kalau tidak kemarau panjang seperti saat ini, insyaallah kebutuhan air masih tercukupi, tidak sampai dropping air bersih," pungkasnya. (*)