Bank Dunia Sebut Kemiskinan Indonesia 60% Beda dengan BPS 8,5%, Ini Penjelasannya

Jurnalis: M. Rifat
Editor: Rahmat Rifadin

4 Mei 2025 08:41

Thumbnail Bank Dunia Sebut Kemiskinan Indonesia 60% Beda dengan BPS 8,5%, Ini Penjelasannya
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti (tengah) di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu 30 April 2025. (Foto: BPMI Setpres)

KETIK, JAKARTA – Rilis resmi Bank Dunia alias World Bank menyebut angka kemiskinan Indonesia mencapai 60,3%. Ini berbeda dengan milik Badan Pusat Statistik (BPS) yang sebesar 8,57%.

Menanggapi itu, BPS bukan suara. Mereka menyebut perbedaan timbul karena kedua lembaga menerapkan standar garis kemiskinan berbeda.

"Perbedaan angka ini memang terlihat cukup besar. Penting untuk dipahami secara bijak bahwa keduanya tidak saling bertentangan," tulis BPS dalam keterangan resmi (3/5/2025).

Metode Bank Dunia

Baca Juga:
MoU dengan BPS, Pemprov Sulsel Perkuat Data Statistik untuk Kebijakan

World Bank disebut memiliki 3 standar garis kemiskinan untuk membandingkan tingkat kemiskinan antarnegara, yakni garis kemiskinan ekstrem senilai US$2,15 per kapita per hari, garis kemiskinan negara berpendapatan menengah bawah senilai US$3,65 per kapita per hari, dan garis kemiskinan negara berpendapatan menengah atas senilai US$6,85 per kapita per hari.

Ketiga standar garis kemiskinan tersebut dikonversi menggunakan metode purchasing power parity (PPP), yakni metode konversi yang menyesuaikan daya beli antarnegara. Pada 2024, US$1 PPP setara dengan Rp5.993,03.

Lantaran Indonesia baru saja diklasifikasi sebagai negara berpendapatan menengah atas, angka kemiskinan di Indonesia diukur menggunakan garis kemiskinan US$6,85, bukan US$3,65. Akibatnya, angka kemiskinan di Indonesia menurut World Bank melonjak menjadi sebesar 60,3%.

Metode BPS

Baca Juga:
DLH Kota Malang Rempes 119 Pohon, Persiapkan Proyek NUFReP Bank Dunia

Berbeda dengan World Bank, BPS menetapkan garis kemiskinan menggunakan pendekatan kebutuhan dasar atau cost of basic needs. Garis kemiskinan menurut BPS adalah senilai pengeluaran minimum untuk memenuhi kebutuhan makanan dan selain makanan.

Pada September 2024, garis kemiskinan nasional per kapita telah ditetapkan senilai Rp595.242 per kapita per bulan atau Rp2,8 juta per rumah tangga per bulan. Garis kemiskinan juga ditetapkan berbeda-beda setiap provinsi. Perbedaan ini mencerminkan perbedaan tingkat harga, standar hidup, dan pola konsumsi di setiap daerah.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti pun mengatakan World Bank telah menganjurkan setiap negara untuk menetapkan garis kemiskinan nasionalnya sendiri sejalan dengan kondisi sosial dan ekonomi setempat.

"Global poverty line yang ditetapkan oleh World Bank itu tidak sekonyong-konyong harus diterapkan oleh masing-masing negara karena secara bijak tentunya masing-masing negara itu harus bisa memiliki national poverty line yang diukur sesuai dengan keunikan maupun karakteristik dari negara tersebut," jelas Amalia.

Amalia menekankan angka kemiskinan dari World Bank seyogianya dijadikan sebagai referensi semata, bukan acuan utama dalam menentukan kebijakan nasional. (*)

Baca Sebelumnya

Resmi Balik Kandang, 2 Laga Home Arema FC Digelar di Stadion Kanjuruhan

Baca Selanjutnya

Harap-Harap Cemas Gresik Petrokimia Lolos Final Proliga 2025, Ini Syaratnya

Tags:

BPS bank dunia world bank Angka Kemiskinan

Berita lainnya oleh M. Rifat

Diplomasi Maraton ala Prabowo, Tiba di Paris Temui Presiden Macron setelah 5 Jam Diskusi dengan Putin

14 April 2026 17:51

Diplomasi Maraton ala Prabowo, Tiba di Paris Temui Presiden Macron setelah 5 Jam Diskusi dengan Putin

Peta Geopolitik Tak Menentu, Prabowo dan Putin Perkuat Arah Kemitraan Indonesia-Rusia

14 April 2026 17:37

Peta Geopolitik Tak Menentu, Prabowo dan Putin Perkuat Arah Kemitraan Indonesia-Rusia

Komitmen Jaga Keutuhan Bangsa, Ulama Dirikan Wadah Santri dan Alumni Pesantren Se-Nusantara

14 April 2026 16:22

Komitmen Jaga Keutuhan Bangsa, Ulama Dirikan Wadah Santri dan Alumni Pesantren Se-Nusantara

MGPA Siapkan Opening Ceremony Megah untuk GT World Challenge Asia 2026 Mandalika

13 April 2026 08:05

MGPA Siapkan Opening Ceremony Megah untuk GT World Challenge Asia 2026 Mandalika

Prabowo ke Rusia, Dijadwalkan Bicara Empat Mata dengan Putin

13 April 2026 06:00

Prabowo ke Rusia, Dijadwalkan Bicara Empat Mata dengan Putin

Astra Honda Kumpulkan Dua Podium di ARRC 2026 Seri Perdana Sepang

13 April 2026 02:02

Astra Honda Kumpulkan Dua Podium di ARRC 2026 Seri Perdana Sepang

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar