KETIK, JOMBANG – PT Bank Syariah Nasional (BSN) menjalin kerja sama dengan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, sebagai bagian dari upaya memperluas ekosistem keuangan syariah sekaligus mendorong penguatan ekonomi umat.
Kerja sama tersebut mengemuka dalam pertemuan jajaran manajemen Bank BSN dengan pengurus Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum di sela pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Kamis 27 Agustus 2026 lalu.
Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor mengatakan pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu penggerak ekonomi berbasis syariah karena didukung ekosistem yang melibatkan santri, alumni, wali santri, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitarnya.
"Bank syariah harus hadir membawa keberkahan dan kebermanfaatan," ujar Alex dalam keterangan tertulis, Selasa, 1 September 2026.
Menurut dia, pesantren tidak hanya menjadi pengguna layanan perbankan syariah, tetapi juga dapat berperan sebagai pusat literasi dan pengembangan ekonomi masyarakat.
Baca Juga:
Prof Faisol UIN Malang Ungkap Rekam Jejak Intelektual Islam Nusantara dari Manuskrip Pesantren"Jika potensi ini tumbuh bersama ekosistem yang sehat, manfaatnya akan makin luas," katanya.
Dalam kerja sama tersebut, Bank BSN menyiapkan sejumlah layanan keuangan untuk mendukung kebutuhan operasional Pondok Pesantren Bahrul Ulum. Layanan itu antara lain penempatan dana, fasilitas pembiayaan, serta pengelolaan gaji karyawan melalui sistem payroll.
Bank BSN juga menawarkan sejumlah layanan digital untuk mendukung tata kelola keuangan pesantren, seperti virtual account, Cash Management System (CMS), dan transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Baca Juga:
Profil Gus Kikin: Ketum PBNU Terpilih 2026-2031, Cicit Pendiri NU dan Pengasuh TebuirengSelain layanan perbankan, kerja sama tersebut mencakup edukasi dan peningkatan literasi ekonomi syariah bagi komunitas di lingkungan pesantren.
Jajaran manajemen Bank BSN yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Direktur Utama Alex Sofjan Noor, Kepala Divisi Network & Digital Sales Kurnia Muhamadi, Kepala Cabang Surabaya Munawar Sholihin, dan Kepala Cabang Malang Ata Nasrullah.
Kedatangan jajaran manajemen Bank BSN disambut Sekretaris Umum Pondok Pesantren Bahrul Ulum Khumaidi Abdillah Chisnulloh.
Kerja sama dengan Pondok Pesantren Bahrul Ulum menjadi bagian dari pengembangan bisnis Bank BSN setelah bertransformasi dari BTN Syariah.
Dari sisi kinerja, Bank BSN mencatat total aset sebesar Rp81,1 triliun hingga akhir Juli 2026. Pada periode yang sama, pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp62 triliun dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp64,1 triliun.
Bank BSN juga mencatat laba bersih sebesar Rp643,6 miliar hingga akhir Juli 2026.
Untuk memperkuat layanan transaksi digital, perseroan mengembangkan aplikasi Bale Syariah yang telah digunakan lebih dari 225 ribu pengguna aktif.
Alex mengatakan aplikasi tersebut dapat digunakan untuk sejumlah kebutuhan transaksi, mulai dari transfer dan pembayaran tagihan hingga layanan QRIS serta pembayaran zakat, infak, dan sedekah.
"Platform digital Bale Syariah telah digunakan oleh lebih dari 225 ribu pengguna aktif untuk berbagai kebutuhan," katanya.
Melalui kerja sama dengan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Bank BSN berharap pemanfaatan layanan keuangan syariah dapat semakin berkembang di lingkungan pesantren dan memberikan dampak terhadap penguatan ekonomi masyarakat di Jawa Timur. (*)