Banjir Berulang di Obi, Ketua MPC Pemuda Pancasila Desak Pemerintah Periksa Aktivitas Perusahaan

Jurnalis: Riman La Maulia
Editor: Rahmat Rifadin

8 Mar 2026 22:58

Thumbnail Banjir Berulang di Obi, Ketua MPC Pemuda Pancasila Desak Pemerintah Periksa Aktivitas Perusahaan
Ketua MPC Pemuda Pancasila Kecamatan Obi, Safrin Alimudin. (Foto: Riman/Ketik.com)

KETIK, HALMAHERA SELATAN – Banjir yang kembali melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Obi, Halmahera Selatan, memicu keresahan masyarakat.

Beberapa elemen masyarakat mendorong pemerintah secara serius memeriksa aktivitas perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.

Warga menilai bencana yang berulang ini tidak hanya dianggap sebagai peristiwa alam saja, namun perlu mempertimbangkan kemungkinan adanya dampak aktivitas industri terhadap lingkungan

Akibat banjir tersebut, lahan perkebunan masyarakat rusak. Mereka juga mengalami gagal panen, serta kerugian ekonomi yang dirasakan banyak keluarga petani yang menggantungkan hidup pada hasil kebun.

Baca Juga:
Atasi Dampak Rob, Ranting Pemuda Pancasila Kartikajaya Sumbang 20 Truk Tanah Uruk untuk Warga

Sebagian besar warga menduga aktivitas penebangan kayu di sekitar kawasan hutan dan daerah aliran sungai (DAS) berpotensi memperparah kondisi lingkungan, sehingga meningkatkan risiko banjir saat curah hujan tinggi.

Sementara itu, Ketua Aliansi Masyarakat Obi, Yusran Dais, menilai bahwa permasalahan yang terjadi tidak hanya berkaitan dengan kejadian dalam aksi penyelamatan, tetapi juga mencakup masa depan lingkungan dan kehidupan yang bergantung pada hutan, sungai, dan lahan pertanian.

Menurut Yusran, pemerintah daerah hingga pemerintah pusat perlu turun langsung untuk melakukan investigasi terbuka dan transparan terkait dugaan kerusakan lingkungan yang menjadi kekhawatiran masyarakat.

“Obi bukan hanya tempat investasi, tapi juga rumah bagi ribuan masyarakat yang hidup di tanah dan sungai. Jika lingkungan rusak, yang pertama merasakan dampaknya adalah rakyat,” ujarnya.

Baca Juga:
Wakil Wali Kota Malang Ajak Pemuda Pancasila Kawal Pembangunan, Tekankan Persatuan Jadi Kunci

Foto Kondisi aliran sungai desa baru kecamatan Obi, bekas banjir 2025 Ulang dari penebangan kayu di pinggiran sungaiKondisi aliran sungai desa baru kecamatan Obi, bekas banjir 2025 Ulang dari penebangan kayu di pinggiran sungai. (Foto: Riman/Ketik.com)

Masyarakat berharap pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan laporan hukum yang muncul setelah aksi pembekuan, tetapi juga membaca secara serius akar permasalahan lingkungan yang menyebabkan banjir berulang di wilayah tersebut.

Laporan Perusahaan Tambang ke Polisi 

Sorotan ini menguat setelah PT Poleko Yubarsons melaporkan sejumlah pengurus MPC Pemuda Pancasila Kecamatan Obi ke Polres Halmahera Selatan setelah aksi pembekuan yang berlangsung pada 25 Februari 2026. Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan kerusakan kaca kantor perusahaan saat aksi berlangsung.

Pihak kepolisian diketahui telah menanggapi laporan tersebut dengan melayangkan panggilan klarifikasi kepada beberapa anggota organisasi yang hadir dalam aksi. Namun di tengah proses hukum tersebut, muncul kritik dari Aliansi Masyarakat Obi yang menilai respons cepat terhadap laporan perusahaan tidak sebanding dengan penanganan dugaan kerusakan lingkungan yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

Aksi demonstrasi yang digelar Aliansi Masyarakat Obi berangkat dari keresahan panjang warga menuju banjir yang berulang kali melanda wilayah Obi. Banjir besar pada tahun 2016 masih membekas dalam ingatan masyarakat, dan pada tanggal 25 Februari 2026, bencana serupa kembali terjadi dan berdampak pada sejumlah desa.

Ketua MPC Pemuda Pancasila Kecamatan Obi, Safrin Alimudin, menyatakan bahwa menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan siap memenuhi panggilan kepolisian.

“Kami menghormati panggilan dari kepolisian dan siap memberikan klarifikasi. Tetapi masyarakat juga berharap ada keseriusan yang sama dalam menyelidiki dugaan kerusakan lingkungan yang menjadi akar permasalahan,” ujarnya.

Safrin menegaskan, kehadiran Pemuda Pancasila dalam aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas terhadap masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi secara terbuka.

“Kita tidak boleh menutup mata terhadap penderitaan masyarakat. Kebun rusak, hasil panen hilang, dan sampai hari ini belum ada kejelasan tanggung jawab dari pihak perusahaan atas banjir yang terjadi,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Poleko Yubarsons belum memberikan keterangan resmi kepada media terkait tuntutan masyarakat maupun dugaan tanggung jawab atas banjir yang terjadi di Kecamatan Obi. (*)

Baca Sebelumnya

200 Becak Listrik Dibagikan di Kabupaten Blitar, Bupati Rijanto: Bisa Ringankan Kerja Tukang Becak Lansia

Baca Selanjutnya

Jurnalis Diusir dari Tribun, SIWO PWI Pusat Siap Lapor Kapolri

Tags:

obi banjir obi mpc pp obi Pemuda Pancasila

Berita lainnya oleh Riman La Maulia

Soft Opening Gedung Baru Puskesmas Jikohay, Layanan Kesehatan Resmi Dimulai

6 April 2026 17:06

Soft Opening Gedung Baru Puskesmas Jikohay, Layanan Kesehatan Resmi Dimulai

Senter dan Karung Jadi Andalan, Pasar Tako Siang di Obi Tetap Berjalan

25 Maret 2026 21:37

Senter dan Karung Jadi Andalan, Pasar Tako Siang di Obi Tetap Berjalan

Kerugian Petani Membengkak, Banjir Berulang di Obi Seret Nama PT Poleko Yubarsons

4 Maret 2026 11:15

Kerugian Petani Membengkak, Banjir Berulang di Obi Seret Nama PT Poleko Yubarsons

Bara Lama 2016 Kembali Disulut, PT Poleko Didesak Angkat Kaki dari Obi Jika Tak Penuhi Tuntutan

27 Februari 2026 03:14

Bara Lama 2016 Kembali Disulut, PT Poleko Didesak Angkat Kaki dari Obi Jika Tak Penuhi Tuntutan

Warga Obi Segel Kantor PT Poleko Yubarsons, Tuntut Tanggung Jawab Kerusakan Hutan

25 Februari 2026 21:30

Warga Obi Segel Kantor PT Poleko Yubarsons, Tuntut Tanggung Jawab Kerusakan Hutan

Dinilai Janggal, KNPI Halsel Minta Pemda Bertindak Hentikan Aktivitas PT Poleko di Obi

23 Februari 2026 18:45

Dinilai Janggal, KNPI Halsel Minta Pemda Bertindak Hentikan Aktivitas PT Poleko di Obi

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar