Banjir Bandang di Pakistan Telan 1.000 Korban

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Irwansyah

2 Sep 2022 10:36

Headline

Thumbnail Banjir Bandang di Pakistan Telan 1.000 Korban
Banjir di Provinsi Pakistan. (Foto: AFP)

KETIK, JAKARTA – Banjir Pakistan 2022 termasuk dalam salah satu bencana alam yang menyebabkan kerusakan parah. Banjir bandang ini bermula dari guyuran hujan deras di Pakistan sejak Jumat (26/8/2022) waktu setempat.

Selain kerusakan, banjir bandang Pakistan juga menimbulkan banyak korban jiwa. Berikut ini kabar terbaru soal banjir bandang Pakistan 2022.

Dilansir AFP, Reuters, dan BBC, banjir bandang di Pakistan diketahui menewaskan lebih dari 1000 jiwa. Hal itu disampaikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Nasional (NDMA) Pakistan.

Selain itu, sebanyak 33 juta orang juga terdampak banjir Pakistan 2022. Seorang warga juga mengungkapkan jika ia belum pernah menyaksikan banjir besar seperti yang terjadi di Pakistan sekarang ini.

“Saya tidak pernah melihat banjir besar seperti ini karena hujan dalam hidup saya,” kata seorang petani setempat, Rahim Bakhsh Brohi, yang berusia 80-an tahun dari Sukkur, Provinsi Sindh.

Baca Juga:
Bupati Bandung Instruksikan Kecamatan Margahayu Tangani Persoalan Banjir Secara Pentahelix

Kerugian Banjir Pakistan 2022 Capai 10 Miliar Dolar Amerika

Menteri Perencanaan Pakistan, Ahsan Iqbal, mengatakan jika banjir Pakistan 2022 menimbulkan kerugian ekonomi yang besar. Kerugian itu senilai 10 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Jumlah itu diperkirakan bisa terus naik seiring dengan proses penangggulangan banjir.

“Saya pikir itu akan menjadi sangat besar. Sejauh ini, sangat awal, perkiraan awal adalah bahwa itu besar, lebih tinggi dari $10 miliar (USD),” kata Ahsan Iqbal, dikutip detikcom, Rabu (31/8/2022).

Banyak Warga Kehilangan Mata Pencaharian

Baca Juga:
Akademisi NU Unej Tawarkan Kajian Peta Prioritas Mitigasi Banjir di Situbondo

Selain kerugian ekonomi, warga yang terdampak banjir Pakistan juga banyak yang kehilangan pekerjaan. Lahan pertanian, khususnya padi dan kapas rusak akibat banjir.

“Orang-orang benar-benar kehilangan mata pencaharian, kebun, ladang pertanian, tanaman mereka hancur,” ungkap Menteri Perencanaan Pakistan, Ahsan Iqbal, dilansir Reuters, Rabu (31/8/2022).

“Kami telah kehilangan lebih dari 45% tanaman kapas Pakistan. Tanaman padi rusak parah,” sambung Ahsan.

Akses transportasi di Pakistan terputus akibat banjir bandang. Dengan demikian, jalur evakuasi dan pengiriman bantuan juga terhambat.

“Infrastruktur, jalan, jembatan, dan jaringan kereta api, telah rusak parah atau hancur. Hal ini menghambat upaya kami untuk pengiriman bantuan dan transportasi para korban ke lokasi yang lebih aman,” ucap Menteri Luar Negeri Pakistan, Bilawal Bhutto-Zardari, seperti dilihat detikcom, Rabu (31/8/2022).

Bilawal menambahkan, situasi bisa semakin memburuk apabila hujan lebat terus terjadi.

“Situasi ini kemungkinan akan semakin memburuk karena hujan lebat terus berlanjut di daerah-daerah,” kata Bilawal.

Banjir Mulai Surut, Warga Pakistan Kembali ke Rumah

Warga Charsadda, Pakistan mulai kembali ke rumah usai banjir mulai surut. Mereka mencoba mengais sisa harta benda yang bisa diselamatkan.

“Air banjir menggenangi di rumah saya melalui saluran pembuangan limbah. Saya meninggalkan segalanya, tetapi bisa menyelamatkan ternak saya dan mesin cuci dan UPS (Uninterrupted Power Supply). Sisanya saya tinggalkan di sini dan meninggalkan rumah bersama anak-anak saya,” kata Feroz Khan, penduduk sekitar yang terdampak banjir Pakistan 2022, dikutip dari Reuters, Rabu (31/8/2022). (*)

Baca Sebelumnya

Pemkab Kaimana Salurkan Bantuan Rp200 Juta untuk Korban Kebakaran

Baca Selanjutnya

Gubernur Khofifah Imbau Warga Jatim Tak Panic Buying BBM

Tags:

banjir banjir bandang Pakistan

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar