Bangga! Pengakuan UNESCO Jadi Kado 1 Dekade Kota Malang Membangun Kota Kreatif

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Gumilang

1 Nov 2025 18:15

Thumbnail Bangga! Pengakuan UNESCO Jadi Kado 1 Dekade Kota Malang Membangun Kota Kreatif
Eksistensi pelaku ekonomi kreatif yang semakin tumbuh subur di Kota Malang. (Foto: Lutfia/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Butuh waktu hingga 1 dekade bagi Kota Malang dapat bangkit dan tumbuh menjadi Jaringan Kota Kreatif Dunia atau UNESCO Creative Cities Network (UCCN). Perjalanan panjang dimulai dari hasrat pemuda untuk memiliki navigasi pembangunan bagi Kota Malang. 

Vicky Arief, Koordinator Malang Creative Fussion (MCF) menjelaskan para pelaku kreatif berkumpul untuk melihat potensi besar yang dimiliki Kota Malang. Mereka melihat bahwa potensi tersebut berupa talenta kreatif yang berhubungan dengan perkembangan teknologi dan digital. 

"Untuk itu pelan-pelan muncul MCF sebagai forum lintas komunitas kreatif. Muncul Komite Ekonomi Kreatif Kota Malang di bawah SK Wali Kota pada 2016. Kebijakan Pemkot Malang mendorong kita bahwa Kota Malang layak menjadi Kota Kreatif Dunia," ujarnya, Sabtu, 1 November 2025. 

Sebelum ditetapkan sebagai Kota Kreatif Dunia, pada 2019 Kota Malang terlebih dahulu ditetapkan sebagai Kota Kreatif Indonesia. Berlanjut pada 2021, Kota Malang menjadi 3 terbaik di tingkat nasional dan terbaik pertama di Jatim pada Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) yang diselenggarakan oleh Bappenas. 

Baca Juga:
Usai Visum, Jenazah Yai Mim Dimakamkan di Blitar

Setelah menjadi Kota Kreatif Indonesia, Kota Malang memacu diri untuk naik kelas menjadi Kota Kreatif Dunia. Pada tahun 2024, Kota Malang bergabung bersama lebih dari 80 daerah di Indonesia untuk diseleksi. Hingga akhirnya terpilihlah Kota Malang bersama Ponorogo untuk mewakili Indonesia di tingkat internasional. 

"Alhamdulillah sekarang Kota Malang telah resmi menjadi Kota Kreatif Dunia Bidang Media Art. Tentunya ini merupakan sebuah penghargaan besar dan hanya awalan," tegasnya. 

Gelar baru tersebut menjadi tanggungjawab besar untuk dapat memberikan dampak bagi masyarakat. Sebagai Kota Kreatif Dunia, Kota Malang ingin mengangkat isu terkait peningkatan sumber daya manusia (SDM).

Melalui penguatan pendidikan, serta pertumbuhan ekonomi agar memberi kontribusi terhadap investasi, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) maupun Produk Domestik Bruto (PDB). 

Baca Juga:
DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

"Kita sudah gak relevan ketika hanya bicara ekonomi kreatif saja. Kita sudah bicara tentang kota kreatif, jadi naik kelas. Kita punya pointer yaitu bicara tentang SDM atau pendidikan, lalu berhubungan dengan lingkungan, dan pertumbuhan ekonomi," tegasnya. 

Pemilihan fokus tersebut bukan tanpa alasan, mengingat Kota Malang sempat menjadi daerah dengan angka pengangguran terbuka tertinggi di Jawa Timur.

Menurut salah satu tim penyusun Dossier UNESCO Malang City of Media Art itu, status sebagai Kota Kreatif Dunia tak hanya mampu meningkatkan kualitas SDM, namun juga mendorong investasi dan pariwisata berbasis inovasi. 

"Secara teknis memang kalau kita lihat jadi Kota Kreatif Dunia itu berangkatnya harus pada impact. Tantangan berikutnya bagaimana kota kreatif dijadikan platform untuk lintas stakeholder. Mulai akademisi, pengusaha, komunitas pemerintah, media dan aplikator," tutupnya. (*)

Baca Sebelumnya

Usai Diakui UNESCO, Pak Mbois Sebut Ekosistem Kreatif Jadi Urat Nadi Warga Kota Malang

Baca Selanjutnya

Peradi Singaraja Gelar PKPA Batch III di Unipas, Siap Cetak Advokat Profesional dan Beretika

Tags:

Malang Kota Kreatif Kota Malang Pemkot Malang UCCN Unesco

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

13 April 2026 19:05

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

13 April 2026 17:45

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

Wakil Wali Kota Malang Ajak Pemuda Pancasila Kawal Pembangunan, Tekankan Persatuan Jadi Kunci

13 April 2026 17:43

Wakil Wali Kota Malang Ajak Pemuda Pancasila Kawal Pembangunan, Tekankan Persatuan Jadi Kunci

Waspada Bahaya Ambruk, Area Timur Pasar Besar Malang Disterilkan dari Aktivitas

13 April 2026 17:14

Waspada Bahaya Ambruk, Area Timur Pasar Besar Malang Disterilkan dari Aktivitas

Sapa Penggemar di Matos, Pemeran Film 'Ku Pilih Jalur Langit' Ceritakan Tantangan Syuting di Malang

12 April 2026 19:13

Sapa Penggemar di Matos, Pemeran Film 'Ku Pilih Jalur Langit' Ceritakan Tantangan Syuting di Malang

Komitmen Bangun Kembali Gaza, LMI dan LAZ Yasa Targetkan Galang Donasi Rp1 Miliar di Malang

12 April 2026 18:25

Komitmen Bangun Kembali Gaza, LMI dan LAZ Yasa Targetkan Galang Donasi Rp1 Miliar di Malang

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar