Bagaimana Uang Dapat Membuat Orang Bahagia?

Editor: Rahmat Rifadin

22 Sep 2025 02:05

Thumbnail Bagaimana Uang Dapat Membuat Orang Bahagia?
Oleh: KH. Ahmad Ghozali Fadli*

Kebahagiaan sering dianggap datang ketika kita bisa membeli sesuatu untuk diri sendiri: pakaian baru, gawai canggih, atau liburan ke tempat indah. Namun, berbagai penelitian psikologi modern menunjukkan bahwa kebahagiaan justru lebih banyak datang ketika kita menggunakan uang untuk orang lain. Fenomena ini dikenal dengan istilah prosocial spending.

Salah satu penelitian paling terkenal dilakukan oleh Dunn, Aknin, dan Norton (2008) yang diterbitkan di jurnal Science, (https://www.science.org/doi/10.1126/science.1150952). Mereka menemukan bahwa orang yang menghabiskan uang untuk orang lain melaporkan tingkat kebahagiaan lebih tinggi dibandingkan mereka yang membelanjakan uang untuk diri sendiri.

Dalam eksperimen, sekelompok orang diberi sejumlah uang: ada yang diminta membelanjakannya untuk diri sendiri, ada yang diminta membelanjakannya untuk orang lain. Hasilnya konsisten: yang memberi justru lebih bahagia.

Penelitian ini diperkuat oleh studi lintas budaya yang lebih luas. Aknin dkk. (2013) melakukan survei di 136 negara, dari negara kaya hingga negara miskin. Hasilnya, di berbagai belahan dunia, orang merasa lebih bahagia ketika menggunakan uang untuk orang lain. Bahkan di negara dengan tingkat pendapatan rendah sekalipun, memberi tetap membawa kebahagiaan, meskipun kadarnya bisa berbeda.

Baca Juga:
Ramadan Berkah, Laskar Ronggo Djoemeno Bagikan 1.500 Paket Takjil

Lebih baru lagi, replikasi besar-besaran oleh Aknin dkk. (2020) melibatkan ribuan peserta. Hasilnya: efek memberi pada kebahagiaan memang nyata, meski tidak selalu besar. Efeknya bergantung pada siapa penerimanya dan bagaimana bentuk pengeluarannya. Misalnya, membelanjakan uang untuk orang yang kita cintai atau untuk pengalaman bersama lebih meningkatkan kebahagiaan daripada sekadar memberi tanpa interaksi.

Meta-analisis (penggabungan banyak penelitian) juga mendukung temuan ini. Hui dkk. (2020) menganalisis puluhan studi dan menyimpulkan bahwa tindakan prososial, termasuk memberi uang, berhubungan positif dengan kebahagiaan. Efeknya memang “kecil sampai sedang,” tetapi cukup konsisten di berbagai konteks.

Mengapa memberi membuat hati lega?

Psikologi menjelaskan beberapa alasannya:

Baca Juga:
Ramadan Penuh Kepedulian, DWP Sulsel dan IWATI Berbagi dengan 100 Anak Yatim Piatu

Rasa keterhubungan sosial. Ketika kita memberi, kita merasa lebih dekat dengan orang lain. Rasa memiliki dan keterhubungan inilah yang menumbuhkan kebahagiaan.

Makna hidup. Memberi membuat kita merasa hidup kita bermanfaat, memberi arti lebih dalam daripada sekadar memenuhi kebutuhan pribadi.

Pengalaman emosional positif. Senyum penerima, ucapan terima kasih, atau sekadar bayangan bahwa orang lain terbantu, mampu menimbulkan perasaan hangat yang menenangkan hati.

Dengan kata lain, kebahagiaan sejati bukan terletak pada seberapa banyak kita memiliki, tetapi seberapa besar kita mampu berbagi.

Menariknya, apa yang baru dibuktikan sains modern ini sudah lama diajarkan dalam Islam. Allah SWT berfirman:

لَن تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ
“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai.”
(QS. Ali Imran [3]: 92)

Ayat ini menegaskan bahwa puncak kebaikan tercapai ketika kita rela mengeluarkan sebagian dari apa yang paling kita cintai. Harta yang kita genggam akan hilang pada waktunya, tetapi harta yang kita keluarkan di jalan Allah akan kembali dalam bentuk pahala dan ketenangan hati.

Rasulullah ﷺ juga bersabda:
“Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Maknanya, orang yang memberi (tangan di atas) lebih utama dan lebih mulia dibandingkan orang yang meminta. Dengan memberi, bukan hanya penerima yang berbahagia, tetapi pemberi pun mendapat kebahagiaan batin yang jauh lebih dalam.

Penelitian ilmiah modern membuktikan bahwa spending money on others promotes happiness — membelanjakan uang untuk orang lain membuat kita lebih bahagia. Sementara Islam sejak 14 abad lalu sudah menanamkan nilai yang sama: kebahagiaan hakiki ada pada memberi, bukan sekadar memiliki.

Oleh karena itu, marilah kita biasakan berbagi. Tidak harus selalu besar; bahkan senyuman, sedekah kecil, atau traktiran sederhana bisa membawa kebahagiaan yang tulus. Jika sains menegaskan manfaatnya, dan agama memerintahkannya, maka jelaslah: memberi adalah jalan bahagia, di dunia dan di akhirat.

Maka, berniatlah memberi, insya Allah kebahagiaan akan selalu hadir. (*)

*) KH. Ahmad Ghozali Fadli adalah Rois Syuriah MWC NU Wonosalam Jombang sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Alquran Wonosalam Jombang

**) Isi tulisan di atas menjadi tanggung jawab penulis

***) Karikatur by Rihad Humala/Ketik.com

****) Ketentuan pengiriman naskah opini:

  • Naskah dikirim ke alamat email redaksi@ketik.com.
  • Berikan keterangan OPINI di kolom subjek
  • Panjang naskah maksimal 800 kata
  • Sertakan identitas diri, foto, dan nomor HP
  • Hak muat redaksi. (*)

Baca Sebelumnya

Fitur Autopilot Bermasalah, Xiaomi Tarik 116 Ribu Mobil Listrik SU7

Baca Selanjutnya

Resmikan Gerai KDMP Cikasungka, Bupati Bandung Kang DS Daftar Jadi Anggota Koperasi

Tags:

kebahagiaan uang keutamaan memberi Berbagi KH. Ahmad Ghozali Fadli

Berita lainnya oleh Rahmat Rifadin

Perdana Setelah Libur Lebaran, Ini Jadwal dan Hasil Pekan Ke-26 Super League 2025/2026

5 April 2026 07:01

Perdana Setelah Libur Lebaran, Ini Jadwal dan Hasil Pekan Ke-26 Super League 2025/2026

Garuda Indonesia Turun Kasta Jadi Maskapai Bintang 4 Skytrax

6 Maret 2026 09:05

Garuda Indonesia Turun Kasta Jadi Maskapai Bintang 4 Skytrax

[FOTO] Prabowo Tiba di AS Temui Trump

18 Februari 2026 18:58

[FOTO] Prabowo Tiba di AS Temui Trump

Mencermati Venezuela, Melawan Imperialisme Global Gentayangan

8 Januari 2026 19:47

Mencermati Venezuela, Melawan Imperialisme Global Gentayangan

Kisah Inspiratif Maulidya, Mahasiswa UIN Malang Bangun Komunitas Literasi Finansial EitherYou

1 Desember 2025 04:05

Kisah Inspiratif Maulidya, Mahasiswa UIN Malang Bangun Komunitas Literasi Finansial EitherYou

Sosialisasi Anti-Bullying, Mahasiswa Akuntansi UTM Dorong “Respect Culture” di SMKN 2 Bangkalan

30 November 2025 12:51

Sosialisasi Anti-Bullying, Mahasiswa Akuntansi UTM Dorong “Respect Culture” di SMKN 2 Bangkalan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar