Bagaimana Proses Pelatihan Menjadi Juleha? Simak Ulasan Berikut Ini

Jurnalis: Husni Habib
Editor: Muhammad Faizin

16 Jun 2024 12:26

Thumbnail Bagaimana Proses Pelatihan Menjadi Juleha? Simak Ulasan Berikut Ini
Ilustrasi pemotongan hewan kurban. (Foto: Husni Habib/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Sebagai negara dengan populasi warga muslim yang besar, pangsa pasar produk halal sangat besar di Indonesia. Salah satu bahan makanan yang kerapkali dikonsumsi adalah daging halal. 

Berangkat dari hal tersebut kebutuhan akan Juru Sembelih Halal (Juleha) sangat besar. Mereka sangat diperlukan untuk penempatan di berbagai Rumah Potong Hewan (RPH) untuk menyediakan daging yang halal.

Hal pertama yang harus dimiliki oleh seorang Juleha adalah pemahaman terhadap syariat Islam, terutama terkait penyembelihan hewan yang sesuai dengan Hukum Islam guna menjamin kehalalannya. Hal ini sangat penting karena daging yang halal berawal dari penyembelihan yang sesuai dengan syariat islam.

Sebelum seseorang mengantongi sertifikat sebagai seorang Juleha, ia harus mengikuti pelatihan khusus. Seperti yang dituturkan oleh Hafidh Hasan, salah satu Juleha. 

Baca Juga:
Praktis! UMKM di Madiun Bisa Urus Sertifikat Halal Gratis Lewat Program Sehati

Hafidh mengatakan saat mengikuti pelatihan Juleha dirinya diberi pembekalan berupa 13 kompetensi. Proses pembelajaran berlangsung di Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu, dan berlangsung selama 3 hari.

"Jadi tahun 2018 itu saya ikut pelatihan di Batu selama 3 hari. Banyak kompetensi yang diajarkan untuk menjadi Juleha," katanya kepada Ketik.co.id.

"Kurang lebih ada 13 kompetensi yang diajarkan mulai dari menjaga kebersihan, persiapan hingga penyembelihan," imbuhnya.

Kompetensi tersebut terbagi menjadi dua kategori besar yaitu pengembangan profesionalitas dan pengelolaan penyembelihan. Pada kategori pengembangan profesionalitas ada 7 kompetensi yang harus dimiliki yang mencakup melakukan ibadah wajib, menerapkan persyaratan syari’at islam, menerapkan kesehatan dan keselamatan kerja, melakukan komunikasi efektif, mengkoordinasikan pekerjaan, menerapkan higiene sanitasi, dan menerapkan prinsip kesejahteraan hewan.

Baca Juga:
Pingsan Saat Puasa Batal atau Tidak? Ini Penjelasan Ulama dan Tips Medis Mencegahnya

Sementara itu untuk kategori pengelolaan penyembelihan terdapat 6 kompetensi antara lain menyiapkan peralatan penyembelihan, melakukan pemeriksaan fisik hewan, menetapkan kesiapan hewan untuk disembelih, menerapkan teknik penyembelihan hewan, memeriksa kelayakan proses penyembelihan, serta menetapkan status kematian hewan.

"Dalam pelatihan menjadi Juleha itu salah satu dasarnya kita harus paham syariat islam ya. Karenakan ini menyangkut ibadah juga, jadi kompetensi agama sangat ditekankan," tambahnya.

Setelah menjalani serangkaian kompetensi diatas, para peserta nantinya akan mendapatkan sertifikat sebagai Juleha. Sertifikasi Juleha memberikan jaminan kepada masyarakat muslim bahwa produk daging yang dikonsumsi telah melalui proses pemotongan sesuai syariat Islam. Dalam prakteknya pelatihan Juleha selalu bekerja sama dengan Pemerintah Daerah sehingga para peserta tidak dipungut biaya. 

"Waktu dulu saya sama temen-temen pelatihan gratis semua biaya ditanggung oleh pemerintah. Mengingat profesi ini cukup penting dalam menjamin kehalalan produk pangan hewani," pungkasnya.(*)

*) Baca juga kanal Transparan edisi Juleha lainnya: Pentingnya Keberadaan Juleha untuk Menjamin Daging Kurban Halal & Penyembelihan Hewan oleh Juleha Dijamin Sesuai Syariat, Ini Tahapannya

Baca Sebelumnya

UKK di DPP PKB, Hj Lathifah Shohib Sampaikan Visi Misi Kabupaten Malang Berkelas

Baca Selanjutnya

Tingkatkan Prestasi Jelang PON XXI Aceh-Sumut, KONI Jatim Jalin Kerjasama Cina

Tags:

Juleha Syariat Islam penyembelihan hewan halal Pelatihan Kompetensi Idul adha hewan ternak Kurban

Berita lainnya oleh Husni Habib

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

29 Juli 2025 11:08

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

28 Juli 2025 20:20

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

25 Juli 2025 22:00

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

25 Juli 2025 13:48

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

25 Juli 2025 12:32

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

24 Juli 2025 13:36

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar