Atasi Stunting, Pemkot Pekalongan Luncurkan Program CETING BAMBU

Jurnalis: Ari Siswanto
Editor: Rahmat Rifadin

3 Nov 2025 17:35

Thumbnail Atasi Stunting, Pemkot Pekalongan Luncurkan Program CETING BAMBU
Launching program CETING BAMBU oleh Wawali Pekalongan Hj. Balgis Diab, 3 November 2025. (Foto: Humas Pemkot Pekalongan)

KETIK, PEKALONGAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan meluncurkan sebuah inovasi gotong royong yang unik dan sarat makna untuk mempercepat penanganan stunting. Program ini diberi nama "CETING BAMBU", singkatan dari Cegah StunTING dengan Bantu Mung SeriBU, yang merupakan gagasan inovasi dari Kecamatan Pekalongan Timur dan secara resmi dimulai pada November 2025.

Inisiatif kolektif ini menargetkan pengumpulan donasi minimal seribu rupiah per hari dari Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat umum untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak-anak stunting dan Ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK).

Wakil Wali Kota Pekalongan, Hj. Balgis Diab, yang hadir meluncurkan inovasi Ceting Bambu tersebut menyampaikan apresiasi tinggi dan terima kasih kepada jajaran Kecamatan Pekalongan Timur atas inisiatif program ini.

“Yang pertama Saya mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Kecamatan Pekalongan Timur, terutama Pak Camat dan juga para lurah yang hari ini telah berpartisipasi dalam program cegah stunting ini,” ujar Wawalkot Balgis dalam acara Apel Terpusat dan Launching Inovasi "Ceting Bambu" di Aula Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Senin (03/11/2025).

Baca Juga:
Awasi Direktur PDAM Baru, Wali Kota Pekalongan Bakal Gelar Evaluasi Tahunan

Wawali Balgis menjelaskan bahwa program "Ceting Bambu" diharapkan dapat mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyisihkan uang seribu rupiah setiap harinya, guna mendukung percepatan pencegahan dan penanganan stunting.

“Prioritas sasaran ini adalah anak-anak stunting , dengan donasi seribu rupiah per hari untuk pemberian makanan tambahan, dan ini dalam rangka melakukan percepatan pencegahan dan penanganan stunting di Kota Pekalongan,” tegasnya.

Ia menyebut, secara spesifik di Kecamatan Pekalongan Timur, tercatat ada 258 anak stunting. Wawalkot Balgis menargetkan penurunan signifikan dalam enam bulan ke depan.

“Target kita 50 persen itu tertangani dengan baik dalam waktu 6 bulan ke depan. Harapannya, program kita 4 tahun ke depan itu tidak ada lagi anak stunting di Kota Pekalongan,” tuturnya.

Baca Juga:
Terbentuknya Gugus Tugas, Pemkot Pekalongan Perkuat Reforma Agraria

Menurutnya, berdasarkan data Dinsos-P2KB Kota Pekalongan yang menunjukkan angka prevalensi stunting Kota Pekalongan berada di kisaran 19,8 persen, dengan target intervensi terhadap sekitar 1.330 anak yang berisiko di seluruh kota.

Lanjutnya, program ini tidak sekadar menggunakan wadah donasi biasa, tetapi memanfaatkan ceting (tempat nasi) yang terbuat dari bambu sebagai tempat pengumpulan. Pemilihan ceting bambu ini bukan tanpa alasan.

"Kalau kita misalnya ngumpulkan lewat kaleng itu 'kan sudah biasa. Tetapi, dengan ceting bambu itu memiliki persepsi, ceting adalah tempat terbaik untuk tempat makan bahan makanan utama, nasi," jelas Wawali Balgis.

Penggunaan simbol ini bertujuan untuk mengingatkan para donatur bahwa dengan menyisihkan Rp1.000 per hari, mereka dapat membantu menjamin gizi anak stunting di Kota Pekalongan.

"Dengan Rp1.000, nyawa anak stunting ini bisa terselamatkan. Sasaran donatur diperluas, ke depan tidak hanya ASN, tetapi juga masyarakat umum didorong untuk berpartisipasi dalam semangat kebersamaan ini,"tegasnya.

Camat Pekalongan Timur, Darminto, menjelaskan teknis pelaksanaan program. Dimana, dalam program 'Ceting Bambu' di Kecamatan Pekalongan Timur ini, teknisnya nanti setiap kelurahan diberi satu ceting (celengan/wadah).

"Untuk sementara memang sasaran donaturnya untuk pegawai di kecamatan dan kelurahan dulu. Tetapi, nanti bisa saja berkembang ke masyarakat,” kata Darminto.

Donasi minimal seribu rupiah akan dimasukkan setiap hari ke ceting yang diletakkan di masing-masing kelurahan. Pengambilan dan diskusi untuk penggunaan dana akan dilakukan setiap bulan, dengan prioritas bantuan dikembalikan ke kelurahan masing-masing, yang minimal dapat membantu satu kasus per kelurahan. 

Dana yang terkumpul akan dibelikan bahan makanan atau makanan siap saji yang kemudian diintegrasikan dan disesuaikan dengan kebutuhan Program GENTING (Gerakan Orang Tua Cegah Stunting) yang merupakan program pemerintah. Penyaluran PMT ini akan melibatkan kader-kader kesehatan di lapangan.

“Kita menyesuaikan yang dari Genting itu nanti. Itu kan yang melaksanakan kader-kader, ya. Nanti kita komunikasikan dengan kader. Hari ini apa yang mau dibantu untuk anak-anak stunting, bentuk bantuannya apa disesuaikan dengan kebutuhan tiap kelurahan masing-masing. Nanti kita serahkan ke mereka yang mewujudkan, kita nanti hanya menyerahkan uang,” tutupnya. (*)

Baca Sebelumnya

Rawan Tumbang, DLH Kota Malang Fokus Perempesan Pohon di Jalan Mayjend Sungkono

Baca Selanjutnya

Viral Video Siswa SD di Palembang Bermata Lebam, Pihak Sekolah Angkat Bicara

Tags:

Atasi stunting dengan CETING BAMBU wakil wali kota pekalongan pemkot pekalongan

Berita lainnya oleh Ari Siswanto

Awasi Direktur PDAM Baru, Wali Kota Pekalongan Bakal Gelar Evaluasi Tahunan

5 Januari 2026 18:11

Awasi Direktur PDAM Baru, Wali Kota Pekalongan Bakal Gelar Evaluasi Tahunan

Hasil Perikanan TPI Kota Pekalongan Melonjak, Desember 2025 Capai 1.200 Ton

31 Desember 2025 18:00

Hasil Perikanan TPI Kota Pekalongan Melonjak, Desember 2025 Capai 1.200 Ton

Pemkot Pekalongan Tanggung Jawab Atas Pemeliharaan Setelah Serah Terima 21 PSU Perumahan

30 Desember 2025 21:03

Pemkot Pekalongan Tanggung Jawab Atas Pemeliharaan Setelah Serah Terima 21 PSU Perumahan

UMK Kota Pekalongan 2026 Naik Tipis Didok Rp2,7 Juta, Tempati Posisi 9 se-Jawa Tengah

30 Desember 2025 19:52

UMK Kota Pekalongan 2026 Naik Tipis Didok Rp2,7 Juta, Tempati Posisi 9 se-Jawa Tengah

Sukses Ubah Lahan Rob Jadi Sawah, Padi Biosalin Pekalongan Raih Penghargaan Inovasi Terbaik Jateng

29 Desember 2025 11:55

Sukses Ubah Lahan Rob Jadi Sawah, Padi Biosalin Pekalongan Raih Penghargaan Inovasi Terbaik Jateng

Terbentuknya Gugus Tugas, Pemkot Pekalongan Perkuat Reforma Agraria

24 Desember 2025 11:15

Terbentuknya Gugus Tugas, Pemkot Pekalongan Perkuat Reforma Agraria

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar