KETIK, PALEMBANG – ​Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang menerjang Provinsi Sumatera Selatan kini kian mengkhawatirkan. Gelombang uap panas dan kabut asap tebal kian intens mengepung Kota Palembang dan sekitarnya, mengancam jutaan jiwa dari paparan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

​Di tengah krisis udara bersih ini, ada sosok-sosok tangguh yang bertaruh nyawa di garis depan. Mereka adalah para pejuang "Panglima Api" dari Manggala Agni. Nyaris lima bulan sejak melonjaknya kasus karhutla pada Mei lalu, para personel telah bersiaga dan menembus lokasi-lokasi rawan tanpa kenal lelah.

​Pemadaman tak hanya dilakukan di permukaan, tetapi juga menyasar titik bara api yang menjalar di dalam tanah hutan dan lahan gambut wilayah yang kerap dijuluki sebagai "Neraka Gambut".

​Di bawah komando Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, pergerakan difokuskan pada empat Daerah Operasi (Daops) Manggala Agni di Sumatera Selatan:

  • ​Daops Sumatera XIV / Banyuasin (Banyuasin, Palembang, Ogan Ilir
  • ​Daops Sumatera XV / Musi Banyuasin (Musi Banyuasin)
  • ​Daops Sumatera XVI / Lahat (Lahat, Muara Enim, dan sekitarnya)
  • ​Daops Sumatera XVII / OKI (Ogan Komering Ilir dan OKU Timur)

​Bertahan di Tengah Kepungan Asap dan Alat Sederhana

Baca Juga:
Atasi Dampak Karhutla, Ditlantas Polda Sumsel Bagikan Ribuan Masker dan Air Mineral untuk Pengendara di Palembang

​Memasuki pusat bara api, para anggota Manggala Agni mengandalkan pompa air, selang, serta peralatan konvensional sederhana. Tantangan terbesar tak hanya menemukan sumber air di lahan gambut yang mengering, tetapi juga mempertahankan stamina fisik di tengah kepungan asap pekat.

​"Ada anggota kita yang kelelahan hingga terpapar asap saat proses pemadaman," ungkap Hendra, anggota Manggala Agni Daops Banyuasin yang telah bersiaga sejak Mei lalu.

​Rasa lelah tak menyurutkan langkah mereka untuk terus berjibaku siang dan malam. Dalam satu titik penanganan karhutla yang luasnya mencapai puluhan hektar, kerap kali hanya ditangani oleh satu tim kecil beranggotakan sekitar 15 personel.

​"Kalau kami di Daops Manggala Agni Lahat, peningkatan karhutla terjadi sejak bulan Juli. Sampai hari ini, kami masih terus berupaya memadamkan titik-titik api yang muncul," kata Jhonson, anggota Daops Lahat.

Baca Juga:
Kabut Asap Kepung Palembang, Pagi Hari Kualitas Udara Tidak Sehat

​Saat ini, fokus pemadaman terus diperluas seiring tebalnya kabut asap yang menyelimuti wilayah perkotaan hingga daerah penyangga.

​"Saat ini Manggala Agni masih berupaya memadamkan Karhutla di wilayah Kabupaten OKI, OI, Muba, Banyuasin, Muara Enim, dan juga wilayah pinggiran Kota Palembang," tegas Ferdian Krisnanto. (*)