ARTSUBS Gelar Wicara Seniman, Mengungkap Makna Tanah Liat dalam Seni Kontemporer

Jurnalis: Adinda Trisaeni Nur Sabrina
Editor: Aziz Mahrizal

28 Agt 2025 16:10

Thumbnail ARTSUBS Gelar Wicara Seniman, Mengungkap Makna Tanah Liat dalam Seni Kontemporer
Hermawan Dasmanto, Nirwan Dewanto, dan Endang Lestari pada acara ARTSUBS wicara seniman di di Selasar Balai Budaya, Balai Pemuda Surabaya, Rabu, 27 Agustus 2025. (Foto: Adinda Sabrina/Ketik)

KETIK, SURABAYA – ARTSUBS menggelar wicara seniman bertajuk “Material Ways: Tanah Liat, Memori, dan Sublimitas dalam Praktik Seni Kontemporer” di Selasar Balai Budaya, Balai Pemuda Surabaya, Rabu, 27 Agustus 2025.

Acara ini menghadirkan seniman Endang Lestari dan Hermawan Dasmanto, dengan Nirwan Dewanto sebagai moderator.

Moderator sekaligus kurator ARTSUBS, Nirwan Dewanto, membuka diskusi dengan pertanyaan seputar kedekatan seniman dengan material tanah.

“Apa sebenarnya makna medium lempung atau tanah dalam proses imajinasi berkarya?” ujar Nirwan.

Baca Juga:
Penemuan Jenazah di Bawah Jembatan Tol Wonocolo Surabaya, Tim 112 Segera Evakuasi

Seniman keramik Endang Lestari mengungkapkan bahwa karyanya di ARTSUBS bukan lagi soal teknik atau bentuk keramik, melainkan pengalaman esensial dari material itu sendiri.

“Sebagai seniman keramik, kali ini yang ingin saya tampilkan adalah esensi dari wujudnya. Keramik yang tadinya berbentuk tiga dimensi saya hancurkan, lalu ubah jadi serbuk. dan dari situ muncul karya yang lebih sederhana, tapi justru bisa memunculkan rasa kedekatan seperti kembali ke bumi atau ke leluhur,” kata Endang.

Menurutnya, proses kreatif itu bukan sesuatu yang instan. 

“Perjalanan saya hampir 30 tahun sampai akhirnya bisa merangkum pengalaman itu dalam butiran terakota. Semua orang dapat menginterpretasikan karya yang saya buat tersebut dalam berbagai macam perasaan apapun, dan yang penting bisa merasakannya ke dalam hatinya,” tambahnya.

Baca Juga:
Kota Surabaya dan Malang Diprakirakan Cerah 14 April 2026, Cek Info Cuaca Jawa Timur

Ia juga menyebut tanah sebagai simbol asal-usul manusia.

“Tanah adalah awal dan akhir hidup kita. Oleh karena itu, lewat karya ini saya ingin menyampaikan dan mengingatkan kepada generasi muda agar tetap menjaga dan mencintai alam,” ucapnya.

Sementara itu, Hermawan Dasmanto menyoroti bagaimana tanah bisa membuka kesadaran baru ketika diperlakukan di luar fungsi biasanya. Dalam karyanya, genteng ditata ulang bukan sebagai atap, tetapi sebagai instalasi yang menghadirkan makna lain.

 “Bagi saya ini riset awal. Kita perlu memikirkan ulang fungsi dan bentuk material yang sangat dekat dengan kita. Genteng, misalnya, tidak harus selalu jadi penutup bangunan. Kalau ditata ulang, bisa menghadirkan pengalaman baru, bahkan jadi kritik politik atas cara kita memandang benda sehari-hari,” jelas Hermawan.

Diskusi ditutup dengan refleksi Nirwan bahwa material sederhana seperti tanah, genteng, atau batu bata sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, tetapi kerap tidak kita sadari.

 “Benda-benda itu ada di sekitar kita, kita hidup bersama mereka, tapi sering kita abaikan. Justru dari kesadaran itu, kita bisa menemukan makna yang lebih dalam,” pungkasnya.

Acara yang didukung Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia ini menjadi bagian dari rangkaian program ARTSUBS untuk mendorong eksplorasi material dan praktik seni kontemporer di ruang publik Surabaya. (*)

Baca Sebelumnya

Merasa Ditipu Atas Izin Tambang PT Abdya Mineral Prima, Tgk Panyang: Bupati Harus Panggil Para Keuchik

Baca Selanjutnya

Pasar Murah Kejari Situbondo Diserbu Ratusan Masyarakat

Tags:

surabaya Art Subs seniman keramik Keramik tanah liat #ARTSUBS

Berita lainnya oleh Adinda Trisaeni Nur Sabrina

Kawal Kualitas Pengabdian, LPPM Unesa Gelar Monev Program Mahasiswa Berdampak 2025

23 November 2025 21:27

Kawal Kualitas Pengabdian, LPPM Unesa Gelar Monev Program Mahasiswa Berdampak 2025

Wayang Orang “Duta Pancawati” Hadir di Surabaya, Kolaborasi Klasik-Modern untuk Generasi Muda

23 November 2025 10:21

Wayang Orang “Duta Pancawati” Hadir di Surabaya, Kolaborasi Klasik-Modern untuk Generasi Muda

Sengkuni 7 Resmi Dibuka, Pameran Seni Internasional Angkat Tema Harmony sebagai Ruang Kontemplasi Seni

14 November 2025 16:32

Sengkuni 7 Resmi Dibuka, Pameran Seni Internasional Angkat Tema Harmony sebagai Ruang Kontemplasi Seni

Veteran Surabaya Ajak Generasi Muda Teruskan Perjuangan dengan Kejujuran dan Ilmu

10 November 2025 15:44

Veteran Surabaya Ajak Generasi Muda Teruskan Perjuangan dengan Kejujuran dan Ilmu

"Mata Ruang Lama Kini”, Pameran Keramik yang Menghidupkan Ruang dan Waktu di Kota Batu

9 November 2025 18:41

"Mata Ruang Lama Kini”, Pameran Keramik yang Menghidupkan Ruang dan Waktu di Kota Batu

Veteran dan Keluarga Meriahkan Fun Aerobic di ARTOTEL TS Suites Surabaya

8 November 2025 19:43

Veteran dan Keluarga Meriahkan Fun Aerobic di ARTOTEL TS Suites Surabaya

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar