KETIK, JAKARTA – Kabar adanya aksi demonstrasi petani tebu yang mengatasnamakan Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) pada 1 September 2026 mencuat.
Aksi yang dikaitkan dengan diduga kelompok Soemitro Samadikoen yang merupakan Ketua APTRI itu disebut menuntut kenaikan harga acuan pembelian (HAP) gula petani.
Menanggapi isu tersebut, Ketua Umum DPP APTRI Fatchuddin Rosyidi memastikan pihaknya tidak pernah menginstruksikan adanya aksi unjuk rasa kepada pemerintah.
Menurutnya, APTRI memiliki mekanisme tersendiri dalam memperjuangkan aspirasi petani tebu, yakni melalui jalur komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah.
"Hari ini saya menyampaikan kepada jajaran kami seluruh DPD, DPC seluruh Indonesia dan anggotanya, bahwa tanggal 1 September kami tidak menginstruksikan demo kepada pemerintah tentang kenaikan harga HAP atau harga acuan pembelian gula petani," ujar Fatchuddin.
Baca Juga:
Daftar Ketua Umum PBNU dari Masa ke Masa, dari KH Hasan Gipo hingga Gus KikinMenurutnya, karena memang harga HAP sudah sesuai usulan Rp15.500. Tinggal ditekan saja supaya harga tersebut benar-benar direalisasi.
Selain itu, sebelumnya ia telah menyampaikan surat resmi kepada Dewan Pangan Nasional dan Menteri Pertanian terkait usulan penetapan harga gula petani.
Ia menyebut, pemerintah telah merespons aspirasi tersebut melalui pertemuan bersama sejumlah pemangku kepentingan di Surabaya pada 19 Juli lalu.
"Kami mengajukan HAP atau harga acuan pembelian gula petani sebesar Rp15.500 per kilo," jelasnya.
Baca Juga:
Prihatin Konflik, BM Kosgoro Dorong Konsolidasi Organisasi di Tengah Dinamika AMPISelain memperjuangkan harga gula yang lebih baik, APTRI juga mendorong peningkatan subsidi pupuk bagi petani tebu. Menurut Fatchuddin, alokasi subsidi pupuk saat ini masih belum memenuhi kebutuhan produksi petani.
"Kami mengajukan subsidi pupuk petani, karena subsidi yang sekarang kita terima 1 hektare baru 1 kuintal 8 kilo untuk subsidi. Dan lainnya itu kita beli sendiri pupuk nonsubsidi yang harganya mahal," ungkapnya.
Ia optimistis pemerintah akan memberikan perhatian terhadap aspirasi petani tebu yang telah disampaikan melalui mekanisme resmi.
"Oleh sebab itu, dengan mekanisme kami mengajukan surat dan ditanggapi oleh pemerintah, saya yakin pemerintah akan mengabulkan apa yang kami inginkan," pungkasnya. (*)