KETIK, MALANG – Beberapa hari terakhir, antrean kendaraan baik mobil maupun sepeda motor terlihat di seluruh SPBU di Malang Raya. Dari pantauan Ketik.com pada Jumat, 9 Oktober 2026, SPBU yang berada di Jalan Raya Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang dipenuhi antrean sepeda motor. 

Para pengendara rela menunggu lama untuk mengisi BBM Pertalite. Bahkan, beberapa diantaranya terpaksa harus beralih membeli Pertamax yang harganya lebih mahal mencapai Rp 15.950 per liter. 

Salah seorang pemotor, Bob Bimantara mengaku terpaksa membeli Pertamax untuk motor Yamaha Nmax miliknya. Pasalnya, ia sedang terburu-buru bekerja dan tidak mau mengantre lama. 

"Kalau beli Pertalite harus antre lama. Daripada waktu terbuang percuma dan saya harus ke kantor, terpaksa beli Pertamax," jelasnya. 

Selain di Kota Malang, hal serupa juga terlihat di SPBU yang terletak di Jalan Panglima Sudirman Kota Batu. Disini, lebih didominasi antrean mobil pikap yang menunggu untuk mengisi Biosolar. 

Baca Juga:
Tampil Memukau di Catwalk, Wabup Sleman Buka Ajang SHFC & JFR 2026

Salah satu pengemudi mobil pikap yang berasal dari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang, Rahmad mengaku beberapa hari terakhir sangat sulit mencari Biosolar.

"Andaikan pasokannya ada, harus mengantre lama dan itu pun tidak semua SPBU. Mau enggak mau, harus antre siang karena malamnya dipakai antar sayur ke Pasar Gadang," jujurnya. 

Menanggapi keluhan dari masyarakat terkait kelangkaan BBM jenis Pertalite maupun Biosolar, Pertamina Patra Niaga akan melakukan pengelolaan stok dan penyesuaian pola distribusi. 

Area Manager Communication, Relations dan CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi mengungkapkan, bahwa pengaturan suplai dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan konsumsi serta kondisi operasional di lapangan. 

Baca Juga:
Prabowo Minta Laporan Proyek 100 Kampung Nelayan, Target Rampung Akhir Tahun

"Pada September 2026, rata-rata konsumsi BBM harian di Malang mencapai 720 kiloliter per hari. Sehingga, kami terus memantau dan menyesuaikan suplai agar ketersediaan BBM tetap terjaga," terangnya.

Untuk memenuhi kebutuhan, pengiriman BBM dari Surabaya ke Malang dilakukan secara bertahap. Pada Kamis, 8 Oktober 2026 kemarin, pengiriman pasokan berlangsung tiga kali dengan rincian dua pengiriman pertama mencakup Pertamax, Pertalite, dan Biosolar dan pengiriman ketiga Pertamax serta Pertalite. 

"Saat akhir pekan, pengiriman pasokan BBM direncanakan sebanyak empat ritase guna mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat. Selain itu, Fuel Terminal Malang juga akan beroperasi  24 jam untuk mendukung operasional dan kelancaran penyaluran BBM," tambahnya. 

Ahad juga menambahkan, bahwa pihaknya terus mengevaluasi kondisi suplai dan memperkuat koordinasi operasional untuk mengantisipasi perubahan kebutuhan. Di sisi lain, kesiapan sarana dan fasilitas serta pelayanan di SPBU juga menjadi atensi.

"Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan BBM secara bijak sesuai kebutuhan. Apabila menemukan kendala pelayanan, dapat segera menghubungi layanan Pertamina Call Center 135," tandasnya. (*)