Antisipasi Lonjakan Trafik, Indosat Perkuat Jaringan di Jawa Timur Hingga Siapkan Fitur Antispam

26 Februari 2026 15:47 26 Feb 2026 15:47

Thumbnail Antisipasi Lonjakan Trafik, Indosat Perkuat Jaringan di Jawa Timur Hingga Siapkan Fitur Antispam

SVP-Head of Region East Java Indosat Ooredoo Hutchison, Sigit Herprabowo (tengah) dan Yose Navirianto selaku SVP-Head of Technology Java Indosat Ooredoo Hutchison (kiri) saat resmi memperkenalkan fitur Antiscam dan Spam Plus (SATSPAM+) IM3, Kamis, 26 Februari 2026. (Foto: Kukuh/ketik.com)

KETIK, MALANG – Meningkatnya mobilitas masyarakat saat Ramadan dan menjelang Idulfitri 2026, diperkirakan juga berimbas pada meningkatnya jumlah penggunaan layanan telekomunikasi (trafik). Sebagai salah satu provinsi dengan mobilitas dan aktivitas digital tertinggi, Jawa Timur (Jatim) menjadi fokus utama penguatan jaringan oleh Indosat Ooredoo Hutchison.

Mengusung semangat You Only Need One (YONO), Indosat memastikan bahwa pengguna hanya membutuhkan satu koneksi jaringan yang kuat. 

EVP - Head of Circle Java, Fahd Yudhanegoro, mengatakan lonjakan trafik di Jawa Timur diprediksi terjadi di Pacitan, Trenggalek, Magetan, Ngawi, Madiun dan Malang. Dengan puncaknya, diperkirakan mencapai hingga 17,4 persen. 

"Untuk menghadapi lonjakan trafik, kami memperkuat jaringan di lebih dari 25 jalur mudik dan 291 titik keramaian. Sehingga, pelanggan tetap terhubung tanpa gangguan selama Ramadan dan Idulfitri," jelasnya kepada Ketik.com seusai menghadiri kegiatan di Kota Malang, Kamis, 26 Februari 2026.

Selain memperkuat jaringan, Indosat juga memberikan perlindungan maksimal untuk pelanggannya. Lewat brand IM3, fitur anti spam bernama SATSPAM+ resmi diluncurkan dan diperkenalkan ke publik. 

Cara kerja dari fitur yang memiliki kepanjangan Satuan Antiscam dan Spam Plus ini, yaitu pelanggan mendapat perlindungan secara terus menerus dari SMS, panggilan reguler, hingga WhatsApp (Wa) Call yang terindikasi penipuan. Fitur ini diklaim sebagai perlindungan pertama di Indonesia dan didukung teknologi AIvolusi5G.

"Berkaca dari Ramadan 2025 lalu, tren penipuan atau scam dan spam meningkat hingga 34 persen. Kemudian, penipuan digital terbanyak terjadi di WA sebesar 87 persen dan panggilan telepon sebesar 64 persen," ungkapnya.

Disamping itu, Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) juga mencatat Pulau Jawa sebagai wilayah dengan laporan penipuan tertinggi. Untuk wilayah Jawa Timur, bahkan mencatat sebanyak 60.533 laporan atau tertinggi ketiga secara nasional. 

Modus yang dilakukan pun makin canggih, termasuk penipuan berbasis AI seperti deepfake yang telah menimbulkan kerugian hingga Rp700 miliar.

"Seluruh pelanggan Paket Ramadan IM3, otomatis langsung mendapatkan perlindungan SATSPAM+ tanpa biaya tambahan," pungkasnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Anti Spam Anti Scam Indosat jaringan Jawa timur malang antiscam antispam