KETIK, JAKARTA – Hasil survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) menunjukkan mayoritas pemilih Partai Gerindra tidak memilih Prabowo Subianto dalam simulasi pemilihan presiden. Dari kelompok responden yang memilih Gerindra, hanya 20 persen yang menjatuhkan pilihan kepada Prabowo, sedangkan 74 persen memilih kandidat lain.
Temuan tersebut berasal dari survei nasional SMRC pada 1–10 Oktober 2026 yang mengukur pilihan pemilih delapan partai politik parlemen terhadap Prabowo dalam simulasi Pilpres semi-terbuka.
Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani mengatakan, dukungan kepada Prabowo cenderung rendah di seluruh kelompok pemilih partai yang diteliti. Kondisi ini, menurut dia, memperlihatkan bahwa pilihan pemilih tidak selalu sejalan dengan sikap elite partai.
"Pemilih Gerindra ini kalau kita isolasi ya dalam data, kita analisis sendiri nih, pemilih Gerindra ini memilih siapa sih dalam pilpres gitu kan. Ada banyak nama nih kita sodorkan. Yang milih Prabowo cuma 20%, yang memilih calon lain, di sana tentu ada Dedi, ada yang lain-lain juga digabung 74%," ujar Deni, seperti dikutip dari Suara.com -jejaring media Ketik.com- pada Sabtu, 17 Oktober 2026.
Deni menjelaskan, angka 74 persen merupakan gabungan responden yang memilih kandidat selain Prabowo. Salah satu nama yang disebut dalam kelompok tersebut adalah Dedi, tetapi survei yang diberitakan tidak merinci persentase dukungan untuk setiap kandidat.
Baca Juga:
Survei SMRC: Elektabilitas Dedi Mulyadi 35,5 Persen, Prabowo Anjlok Jadi 9,8 Persen
Dukungan Prabowo di Pemilih Partai Lain Lebih Rendah
SMRC juga menemukan dukungan kepada Prabowo relatif kecil di kalangan pemilih tujuh partai parlemen lainnya. Pemilih Golkar yang memilih Prabowo tercatat 17 persen, sedangkan pemilih NasDem sebesar 11 persen.
Dukungan lebih rendah terlihat di kalangan pemilih PAN sebesar 8 persen. Sementara itu, Prabowo memperoleh dukungan masing-masing 6 persen dari pemilih Demokrat dan PDIP, 4 persen dari pemilih PKB, serta 2 persen dari pemilih PKS.
Baca Juga:
Tindak Lanjuti Arahan Presiden Prabowo, Polri Targetkan 70 Ribu Personel Polisi Khusus KehutananBerikut rincian hasil simulasi Pilpres berdasarkan pilihan partai responden:
- Gerindra: Prabowo 20 persen, calon lain 74 persen, tidak tahu atau tidak menjawab 6 persen.
- Golkar: Prabowo 17 persen, calon lain 77 persen, tidak tahu atau tidak menjawab 6 persen.
- NasDem: Prabowo 11 persen, calon lain 86 persen, tidak tahu atau tidak menjawab 2 persen.
- PAN: Prabowo 8 persen, calon lain 69 persen, tidak tahu atau tidak menjawab 23 persen.
- Demokrat: Prabowo 6 persen, calon lain 91 persen, tidak tahu atau tidak menjawab 3 persen.
- PDIP: Prabowo 6 persen, calon lain 85 persen, tidak tahu atau tidak menjawab 10 persen.
- PKB: Prabowo 4 persen, calon lain 88 persen, tidak tahu atau tidak menjawab 9 persen.
- PKS: Prabowo 2 persen, calon lain 92 persen, tidak tahu atau tidak menjawab 6 persen.
Data tersebut menunjukkan bahwa pemilih Gerindra merupakan kelompok dengan persentase dukungan kepada Prabowo tertinggi dibandingkan tujuh partai lainnya. Namun, jumlahnya tetap hanya seperlima dari responden dalam kelompok tersebut.
SMRC Soroti Ketidakselarasan Elite dan Pemilih
Deni menilai hasil survei memperlihatkan kemungkinan adanya perbedaan antara sikap elite politik dan pilihan masyarakat yang mendukung partai di tingkat akar rumput.
Ia mencontohkan Golkar. Menurut Deni, sejumlah pernyataan elite partai tersebut sebelumnya menunjukkan keinginan untuk kembali mengusung Prabowo. Namun, dalam simulasi survei, hanya 17 persen pemilih Golkar yang memilih Prabowo, sedangkan 77 persen memilih kandidat lain.
"Ya itu menunjukkan bahwa perilaku elit belum tentu sejalan ya dengan aspirasi dari massa pemilih partai itu sendiri gitu ya. Eh ya ya menarik gitu ya, tidak sejalan itu Golkar yang belum lama ya kita lihat kita dengar tokohnya menyatakan akan kembali mengusung Pak Prabowo, begitu," kata Deni.
Meski demikian, hasil survei tersebut menggambarkan pilihan responden saat pengumpulan data berlangsung. Angka-angka itu tidak dapat disamakan dengan keputusan resmi partai mengenai calon presiden yang akan diusung dalam pemilu mendatang.
SMRC melaksanakan survei pada 1–10 Oktober 2026 dengan populasi warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih, yakni berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah.
Peneliti menggunakan dua metode pengambilan sampel. Sebanyak 1.013 responden yang memiliki telepon seluler dipilih secara acak menggunakan metode double sampling dan diwawancarai melalui telepon.
Sementara itu, 200 responden yang tidak memiliki telepon seluler dipilih menggunakan metode stratified multistage random sampling dan diwawancarai secara tatap muka. Dengan demikian, total responden yang diwawancarai mencapai 1.213 orang.
SMRC memperkirakan margin of error survei sebesar plus-minus 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, dengan asumsi pengambilan sampel acak sederhana.
Temuan ini memberikan gambaran mengenai pilihan responden terhadap Prabowo pada periode survei. Perubahan dukungan tetap mungkin terjadi seiring perkembangan politik dan dinamika pencalonan presiden. (*)