Anies Baswedan: Bangun Transportasi Umum di Semua Kota Bisa Pangkas Biaya Hidup Warga

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Dendy Ganda Kusumah

10 Mar 2026 18:24

Thumbnail Anies Baswedan: Bangun Transportasi Umum di Semua Kota Bisa Pangkas Biaya Hidup Warga
Anies Baswedan menyoroti pembangunan transportasi publik di kota-kota di Indonesia. (Foto: Lutfia/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Anies Baswedan menyoroti pembangunan transportasi publik di kota-kota di Indonesia. Ia menilai, terpenuhinya fasilitas transportasi publik, mampu memangkas biaya hidup warga secara signifikan. 

Anies menjelaskan saat ini biaya transportasi pribadi menjadi salah satu pengeluaran terbesar bagi mayoritas masyarakat perkotaan. Menurutnya apabila masyarakat terfasilitasi, pengeluaran untuk biasa transportasi dapat turun dari 30 persen menjadi 7 persen. 

"Bisa sampai 30 persen pengeluaran rumah tangga untuk transportasi. Begitu naik kendaraan umum, bisa turun jadi 7 persen. Itu penghematan yang luar biasa. Dari 30 persen menjadi 7 persen. Ini signifikan sekali," ujarnya, Selasa 10 Maret 2026.

Untuk itu Anies mengusulkan agar persoalan transportasi publik menjadi prioritas bagi masing-masing kepala daerah. Pemerintah harus hadir dalam melayani kebutuhan mobilitas penduduk setiap hari. 

Baca Juga:
Melampaui Kebaya: R.A. Kartini dan Relevansi Kesetaraan Gender Ditinjau dari Stereotype Content Model

Ia menegaskan saat ini urbanisasi berjalan masif di Indonesia. Apabila persoalan mobilitas masyarakat tak menemukan solusi, kota-kota di Indonesia akan menjadi tempat polusi. 

Tak hanya itu, baik waktu maupun uang masyarakat juga akan terbuang habis di jalanan akibat mobilisasi di dalam kota tak dikelola dengan baik. 

"Apanila tidak segera menyelesaikan persoalan mobilitas di kota, maka kota-kota kita menjadi tempat, polusi, terbuangnya waktu dan uang secara percuma karena mobilitas di dalam kota tidak dikelola dengan baik. Menurut saya ini harus bisa diselesaikan agak cepat," tegasnya. 

Anies juga menyoroti kebijakan yang menghambat perputaran ekonomi. Ia mencontohkan larangan kendaraan roda dua melintas di Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta, saat itu. 

Baca Juga:
Justin Hubner Minta Maaf ke Lewis Holtby Usai Insiden Kaki Sobek di Liga Belanda

Aturan tersebut membuat pengantaran makanan oleh ojek online menjadi terhambat. Biasanya setiap harinya terdapat 500.000 pesanan makanan online melintasi kawasan tersebut. 

"Begitu motor tidak boleh masuk, ada 1,5 juta pengantaran per bulan tidak bisa dilakukan. Artinya pendapatan keluarga-keluarga yang di perumahan, itu tidak terjadi. Bagaimana bisa perekonomian Indonesia tersambungkan secara digital, tapi terputus secara mobilitas transportasi. Begitu aturannya diubah, motor boleh masuk, maka semua kegiatan perekonomian perumahan bisa langsung masuk ke jalan di sana," terangnya. (*)

Baca Sebelumnya

Permudah Konektivitas di Pedalaman, Kasad Jenderal Maruli Simanjuntak luncurkan 200 Jembatan Garuda di Purworejo

Baca Selanjutnya

[FOTO] Anies Baswedan Melipir ke Pasar Takjil Suhat Kota Malang, Beli Apa Saja?

Tags:

Anies Baswedan transportasi publik urbanisasi Kota Indonesia Universitas Brawijaya

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

DPRD Kota Malang Ikut Kawal 4 Usulan Ranperda, Atur Pencegahan Narkoba Hingga RTH

15 April 2026 17:57

DPRD Kota Malang Ikut Kawal 4 Usulan Ranperda, Atur Pencegahan Narkoba Hingga RTH

33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan Inovasi

15 April 2026 16:31

33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan Inovasi

Tersorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Wahyu Hidayat: Kota Malang Tidak Seperti Itu!

15 April 2026 14:28

Tersorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Wahyu Hidayat: Kota Malang Tidak Seperti Itu!

Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026

15 April 2026 13:54

Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

14 April 2026 16:25

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar