KETIK, MALANG – Angka stunting di Kota Malang hingga saat ini masih menyentuh 8 persen. Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan Pemkot Malang, mengingat kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kehamilan masih tergolong rendah. 

Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, menjelaskan upaya menekan angka stunting selalu dievaluasi secara berkala. Ia menargetkan setiap tahun angka stunting dapat turun 3 hingga 5 persen. 

"Sekarang stunting masih 8 persen. Mungkin pertahunnya kita turunkan 3-5 persen dulu. Kita akan evaluasi betul," ujarnya, Selasa, 5 Mei 2026.

Menurutnya, Kota Malang telah layak menjadi kota dengan zero stunting. Namun, intervensi tetap dilakukan secara bertahap hingga benar-benar tuntas pada satu periode kepemimpinan Wahyu Hidayat dan Ali Muthohirin. 

"Kota Malang sebenarnya sudah layak untuk zero stunting. Tapi usaha kita satu periode kita nol. Kalau dihitung persentase kecil tapi dalam hitungan kemanusiaan atau nyawa ini kan masih besar di Kota Malang, masih 2.800 kasus. Itu besar sekali titiknya dan merata di setiap kecamatan," lanjutnya. 

Baca Juga:
Ketua PHRI Malang: Investasi Hotel Jadi Kunci Dongkrak Ekonomi Daerah

Ali menyoroti masih banyak masyarakat yang tidak memeriksakan kandungannya ke tenaga medis. Ia meminta sosialisasi masif tentang kelengkapan fasilitas agar masyarakat memiliki kesadaran untuk memeriksakan kehamilannya. 

"Kesadaran masyarakat yang paling penting tapi lebih banyak ini faktor ekonomi atau faktor hamil yang tidak dikehendaki yang paling banyak. Jadi kita tahunya sudah berapa bulan, dan kadang nggak diperiksakan. Kalau diperiksakan sejak awal, kita kan punya rekam medisnya," katanya. 

Rekam medis tentang kondisi kehamilan masyarakat dapat berguna untuk pendamping yang diberikan oleh Dinkes maupun Dinsos-P3AP2KB Kota Malang. 

"Apalagi program MBG kan 10 persen untuk stunting sehingga kita kalaupun enggak lewat anggaran APBD, ada anggaran Dinsos yang bisa kita rekomendasikan setiap dapur," pungkasnya. (*)

Baca Juga:
Transaksi Digital Berkembang Pesat di Kota Malang, QRISMA FEST 2026 Jadi Ajang Perayaan