KETIK, SIDOARJO – Batin Dhamroni Chudlori trenyuh. Menyaksikan kondisi bayi bernama Dewi Andini yang mengalami berat badan lahir rendah (BBLR), anggota DPRD Sidoarjo itu tak sampai hati. Bayi perempuan berusia sekitar satu minggu itu tidak bisa mendapat asupan gizi secara normal. Tubuhnya sangat kecil.
”Andini mengalami cleft lip dan mikrotia,” katanya.
Cleft lip adalah cacat bawaan sejak lahir. Bentuknya celah atau belahan pada bibir atas akibat kegagalan jaringan wajah menyatu sempurna di dalam kandungan. Adapun mikotia juga cacat lahir bawaan. Daun telinga bayi berukuran lebih kecil di bagian kanan. Bentuknya pun tidak sempurna.
Senin pagi (25 Mei 2026), Dhamroni Chudlori menerima chat Whatsaap. Seorang kader atau relawan kesehatan di Desa Gampingrowo, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, mengirim pesan singkat kepada anggota DPRD Sidoarjo tersebut.
Isi pesan itu berbunyi, ”Mohon perhatian dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk bayi Dewi Andini.” Pesan itu juga disertai foto yang menguras rasa iba. Bayi dengan wajah mungil. Telinga dan bibir tak sempurna.
Baca Juga:
Cerita Mbah Djalmo, 1 di Antara 8.802 Penyandang Disabilitas Netra Miskin di SidoarjoSelepas Dzuhur, Dhamroni Chudlori pun meluncur ke lokasi. Sendirian. Ketua Fraksi PKB DPRD Sidoarjo tahu bahwa Dewi Andini memerlukan pertolongan segera. Dia mendatangi rumah Sukarini, ibunda Dewi Andini, di Desa Gampingrowo. Lokasinya hampir berbatasan dengan Kabupaten Mojokerto. Kedatangan wakil rakyat di DPRD Sidoarjo itu diterima dengan baik.
Di sana, sudah menunggu Camat Tarik M. Rofik beserta kepala desa, dokter Puskesmas Tarik, dan tenaga kesehatan setempat. Dhamroni Chudlori mengamati kondisi Dewi Andini. Bayi mungil itu terlihat sedang tertidur. Sesekali tangannya terlihat bergerak-gerak. Menggemaskan.
Namun, kondisi Dewi Andini jauh dari bayi normal lain. Bobotnya cuma 2,2 kilogram. Sangat kurang dari umumnya berat badan normal antara 3,2 sampai 3,4 kilogram. Penyebabnya adalah kondisi bibir yang mengalami cleft lip atau sumbing itu.
Baca Juga:
DPRD Sidoarjo Putuskan Bantuan untuk Warga Miskin Ekstrem Porong Tidak Harus Dana APBD”Kalau memberi susu harus lewat selang kecil,” ungkap Dhamroni Chudlori yang juga ketua Komisi D DPRD Sidoarjo tersebut.
Dia segera meminta kepala desa dan camat untuk segera menguruskan kartu keluarga buat ibu si bayi Andini, yaitu Sukarini. Sebab, hingga saat ini, perempuan kelahiran 22 Oktober 1992 (34 tahun) itu masih menumpang orang tuanya. Ikut KK Sulagi dan Mainah, kakek-nenek Dewi Andini.
”Tolong Pak Camat Rofiq segera diuruskan kartu keluarganya. Supaya Bu Sukarini dan bayinya bisa tersentuh bantuan pemerintah,” tambah Dhamroni Chudlori yang juga mantan ketua Komisi A DPRD Sidoarjo tersebut.
Status data sosial keluarga itu juga diperiksa. Ternyata Sukarini masih tercatat masuk desil antara 6 sampai 10. Artinya, tidak tergolong sebagai warga miskin yang mendesak untuk dapat bantuan. Padahal, kondisi riilnya tidak seperti itu. Lebih tepat masuk desil 4 ke bawah. Miskin.
Sukarini dan bayinya harus segera ter-cover BPJS Kesehatan sebagai penerima bantuan iuran (PBI). Kesejahteraan mereka masuk tanggung jawab pemerintah. Selain itu, hak-hak anak untuk tumbuh dan berkembang dengan sehat wajib menjadi perhatian utama.
Komisi D (Bidang Kesejahteraan Rakyat) DPRD Sidoarjo juga merasa ikut bertanggung jawab. Sebab, diperlukan tindakan medis agar bayi Dewi Andini bisa tumbuh sehat. Jika diperlukan operasi pun, tidak boleh ada biaya yang memberatkan.
”Minta tolong juga Bu Bidan nggih. Terus memantau kondisi bayi Dewi Andini ini,” ungkap Dhamroni Chudlori.
Kepada keluarga bayi Dewi Andini, legislator DPRD Sidoarjo asli Tulangan itu meminta mereka bersabar. Baik Sukarini sebagai ibu, Mainah sebagai nenek, maupun Sulagi sebagai kakek.
Kelahiran Dewi Andini yang tidak sempurna sudah ditakdirkan oleh Allah SWT. Tidak perlu disesali. Diterima sebagai amanah dan karunia Tuhan. Pasti ada keistimewaan dan kelebihan yang diberikan oleh Allah SWT kepada Dewi Andini.
”Ini amanah yang luar biasa. Kita semua wajib menjaganya,” ucap Dhamroni Chudlori. (*)