Anggota DPR RI Sebut Dana Tambang Ilegal Nyaris Rp1.000 Triliun

Editor: Mursal Bahtiar

4 Feb 2026 21:14

Thumbnail Anggota DPR RI Sebut Dana Tambang Ilegal Nyaris Rp1.000 Triliun
Ilustrasi tambang emas ilegal (Grafis: Mursal/Ketik.com)

KETIK, MALUKU UTARA – Anggota Komisi III DPR RI, Hinca Pandjaitan, menyoroti serius maraknya aktivitas tambang emas ilegal di sejumlah daerah di Indonesia. Ia mengungkapkan, perputaran dana dari aktivitas ilegal tersebut telah mencapai angka yang mencengangkan dan terus mengalami peningkatan signifikan.

Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi III DPR RI bersama Kepala PPATK di Gedung Nusantara II, Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa 3 Februari 2026. Keterangan tersebut dikutip dari berita situs resmi DPR RI https://www.dpr.go.id

Hinca membeberkan, berdasarkan data yang disampaikan PPATK, nilai transaksi tambang emas ilegal yang sebelumnya berada di kisaran Rp339 triliun kini melonjak tajam hingga menembus Rp992 triliun.

"Jadi bukan hilang tapi makin tambah. Dari sekitar Rp339 triliun, sekarang sudah menembus Rp992 triliun. Ini menunjukkan jejaringnya hidup dan berkembang,” ujar Hinca dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Kepala PPPATK di Nusantara II, Senayan, Jakarta.

Baca Juga:
Sianida di Halmahera Selatan Hanya Lewat Satu Tangan

Menurutnya, lonjakan tersebut membuktikan bahwa aktivitas tambang emas ilegal tidak mengalami penurunan, justru semakin membesar dan terorganisasi dengan rapi.

Foto Anggota Komisi III DPR RI, Hinca Pandjaitan (Foto: tangkap layar/Ketik.com)Anggota Komisi III DPR RI, Hinca Pandjaitan (Foto: tangkap layar/Ketik.com)

Selain itu, legislator dari Fraksi Partai Demokrat tersebut juga mengungkapkan adanya aliran dana besar yang terpusat dalam satu jaringan transaksi.

Ia menyebut, sedikitnya Rp185 triliun telah teridentifikasi langsung dalam satu jejaring, dengan aliran dana yang masuk ke rekening-rekening pemain besar di sektor tambang ilegal.

Baca Juga:
Penanganan Tambang Ilegal di Halsel Belum Tutup Celah, Aktivitas Kerap Lolos

Bahkan, sebagian dana tersebut diketahui mengalir lintas pulau dan terhubung dengan pusat pengolahan serta perdagangan emas di Pulau Jawa dan kota-kota besar lainnya. Setelah itu, emas tersebut diduga bergerak ke luar negeri melalui berbagai mekanisme ekspor.

Dalam kesempatan yang sama, Hinca juga menyoroti kondisi sektor emas nasional yang dinilainya paradoksal. Di satu sisi, Indonesia masuk jajaran 10 besar produsen emas dunia dengan cadangan sekitar 3.600 metrik ton. Namun di sisi lain, produksi emas nasional justru fluktuatif dan cenderung menurun.

Pada 2023, produksi emas nasional tercatat hanya sekitar 83 ton, turun dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia juga menyinggung kinerja PT Antam yang selama ini dikenal sebagai pemain utama di sektor emas nasional. Menurutnya, Antam hanya mampu memproduksi sekitar 1 ton emas dari tambang sendiri per tahun, sementara penjualan logam mulia mencapai 43–44 ton.

"Artinya, lebih dari 90 persen emas yang dijual berasal dari pembelian pihak lain. Di sinilah intelijen keuangan menjadi sangat penting untuk melihat asal-usul emas itu,” kata Hinca.

Lebih jauh, Hinca menyebut aktivitas tambang emas ilegal telah membentuk ekosistem bayangan yang nyaris lengkap. Mulai dari wilayah konsesi, jaringan logistik, penadah, smelter, jalur ekspor, hingga rekening perbankan.

Ia mempertanyakan apakah rekening-rekening tersebut hanya berfungsi sebagai tempat penampungan hasil penjualan emas atau juga berperan layaknya bank bayangan yang menyalurkan pembiayaan ke sektor lain.

“Apakah ini sekadar pelengkap penderita, atau justru pembuka kotak Pandora? Saya memilih yang kedua. Karenanya kami mendorong agar temuan PPATK benar-benar ditindaklanjuti hingga tahap penyidikan dan penegakan hukum," pungkasnya.

Baca Sebelumnya

Mahfud: Kepsek SDN Rongtengah 1 Layak Dipecat Jika Biarkan Guru Sering Bolos

Baca Selanjutnya

Wali Kota Malang Sebut 80 Persen Kesuksesan Mujahadah Kubro 1 Abad NU Ditentukan dari Pengaturan Lalu Lintas

Tags:

Raker DPR RI Tambang Ilegal Data PPATK aliran dana . Tambang emas 992 Triliun

Berita lainnya oleh Mursal Bahtiar

Nasyir Koda Ingin Bangunan Warga Halmahera Selatan Cepat Legal

14 April 2026 09:50

Nasyir Koda Ingin Bangunan Warga Halmahera Selatan Cepat Legal

Sianida di Halmahera Selatan Hanya Lewat Satu Tangan

14 April 2026 06:53

Sianida di Halmahera Selatan Hanya Lewat Satu Tangan

Total 361 Koperasi Tercatat di Halmahera Selatan

13 April 2026 19:02

Total 361 Koperasi Tercatat di Halmahera Selatan

Bassam ke KNPI Halsel: Kritis Saja Tak Cukup, Pemuda Harus Bawa Solusi

12 April 2026 17:06

Bassam ke KNPI Halsel: Kritis Saja Tak Cukup, Pemuda Harus Bawa Solusi

Taslim Abdurrahman Resmi Pimpin KNPI Halmahera Selatan

12 April 2026 16:36

Taslim Abdurrahman Resmi Pimpin KNPI Halmahera Selatan

Pelabuhan Kupal Jadi Jagoan PAD Dishub Halsel, Ramli Manui Mulai Waswas Tahun Ini

12 April 2026 10:24

Pelabuhan Kupal Jadi Jagoan PAD Dishub Halsel, Ramli Manui Mulai Waswas Tahun Ini

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar