Anggota DPD RI Lia Istifhama Sebut Pragmatisme Demokrasi Biang Kerok Persaingan Politik Tidak Sehat

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Naufal Ardiansyah

2 Des 2024 00:44

Thumbnail Anggota DPD RI Lia Istifhama Sebut Pragmatisme Demokrasi Biang Kerok Persaingan Politik Tidak Sehat
Ning Lia saat di Diskusi Publik Kelompok DPD di MPR ke-3 tahun 2024. (Foto: Dok. Ning Lia)

KETIK, JAKARTA – Dalam sistem demokrasi, syarat dukungan bagi calon kepala daerah atau legislatif sering kali menjadi sorotan.

Mekanisme ini bertujuan memastikan bahwa kandidat memiliki legitimasi awal dari masyarakat atau partai politik.

Namun, tanpa batasan maksimal yang jelas, syarat dukungan berpotensi mendorong praktik pragmatisme yang dapat merusak esensi demokrasi.

Pragmatisme dalam politik sering kali berdampak pada pendekatan transaksional.

Baca Juga:
MRP se-Tanah Papua Laporkan Senator Paul Vinsen Mayor ke Dewan Kehormatan DPD RI

Dalam konteks pengumpulan dukungan, calon mungkin terjebak pada praktik-praktik seperti politik uang atau deal-deal pragmatis dengan kelompok tertentu.

Hal ini menggeser fokus kandidat dari menyuarakan aspirasi masyarakat ke upaya memenuhi kebutuhan kelompok pendukung.

DPD RI Lia Istifhama yang akrab disapa ning Lia, memberikan pandangannya tentang maksimal syarat dukungan sebagai upaya menekan pragmatisme.

“Kita akui banyak upaya menumbuhkembangkan budaya pragmatisme maupun immediacy dalam arti persaingan politik yang tidak sehat dan menjadikan publik hanya melihat keuntungan terbanyak dalam preferensi politiknya," jelasnya pada Diskusi Publik Kelompok DPD di MPR ke-3 tahun 2024, Minggu, 1 Desember 2024 di Hotel Santika Premiere Bintaro.

"Dengan begitu high cost politic akan terjadi dan yang menjadi problem tentu suistanabilitas pembangunan," imbuh Ning Lia.

Baca Juga:
Pererat Silaturahmi, DPD PSI Brebes Gelar Halalbihalal Bersama Pengurus DPW-PAC

Ning Lia menambahkan, salah satu hal mendasar yang baginya yang penting sebagai usulan adalah syarat pencalonan kepala daerah, yaitu syarat maksimal dukungan agar terbuka ruang luas bagi putra daerah untuk hadir sebagai pemimpin.

"Hal ini bentuk keprihatinan ternyata tidak semua calon tunggal diterima di hati masyarakat," jelasnya.

Di akhir, salah satu rekomendasi penting dalam FGD tersebut adalah pentingnya kehadiran DPD RI sebagai sarana aspirasi daerah diharapkan lebih aspiratif.

Batas maksimal syarat dukungan adalah salah satu langkah strategis untuk menekan pragmatisme dalam politik. Dengan kebijakan ini, proses demokrasi menjadi lebih inklusif dan sehat.

Kandidat tidak hanya dinilai dari kemampuan mengumpulkan dukungan, tetapi juga dari kualitas visi dan misi yang mereka tawarkan. (*)

Baca Sebelumnya

Skytrain dan Terminal Bis Pariwisata Bakal Dibangun di Kabupaten Malang

Baca Selanjutnya

Betonisasi di Sedati Tuntas, Plt Bupati Sidoarjo Subandi Minta Pengerjaan di Gedangan Dioptimalkan

Tags:

Lia Istifhama DPD RI pragmatisme demokrasi diskusi publik DPD Anggota DPD RI Ning Lia Ning Lia DPD RI

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar