Ancaman Longsor di Ketol, Pemkab Aceh Tengah Buka Jalan Alternatif

Editor: Muhammad Faizin

15 Jan 2026 06:20

Thumbnail Ancaman Longsor di Ketol, Pemkab Aceh Tengah Buka Jalan Alternatif
Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, M.SP, melihat langsung pengerjaan jalan alternatif dalam rangka antisipasi putusnya jalan utama di Kampung Pondok Balik Kecamatan Ketol. (Humas Pemkab Aceh Tengah)

KETIK, ACEH TENGAH – Sejumlah kampung di Aceh Tengah dilaporkan masih terisolasi akibat akses jalan yang putus, dampak bencana banjir beberapa waktu lalu. Salah satunya adalah jalan alternatif yang ada di Kampung Pondok Balik, Kecamatan Ketol. 

Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, meninjau langsung pengerjaan jalan alternatif di Kampung Pondok Balik, Kecamatan Ketol. Peninjauan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi menyusul ancaman longsor yang kian mendekati badan jalan utama.

Longsor di kawasan tersebut telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir dan semakin meresahkan warga. "Kondisi terbaru menunjukkan jarak longsoran dengan badan jalan utama hanya tersisa sekitar lima meter, sehingga berpotensi memutus akses transportasi masyarakat," ujar Muchsin Hasam. 

Reje Kampung Pondok Balik, Aliyono, mengatakan luas longsoran terus bertambah dari waktu ke waktu. Intensitas hujan tinggi yang memicu bencana hidrometeorologi dalam beberapa waktu terakhir turut memperparah kondisi tanah di lokasi tersebut.

Baca Juga:
Warga Aceh Singkil Protes, Minta Pendataan Ulang Penerima Rehab Rumah Pascabanjir

“Longsoran ini semakin lama semakin bertambah. Bahkan bukan hanya hujan deras, diterpa angin saja longsoran bisa meluas karena struktur tanah di lokasi berupa pasir,” kata Aliyono.

Menurutnya, longsor dengan kedalaman mencapai sekitar 100 meter itu kini semakin mendekati jalan utama. Kondisi tersebut mendorong pihak kampung melaporkan situasi kepada pemerintah kabupaten dan meminta pembukaan jalan alternatif yang dinilai lebih aman bagi masyarakat.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Muchsin Hasan langsung memantau proses pembersihan jalan alternatif yang sebelumnya merupakan jalan lama dan jarang dilalui warga. Jalan tersebut membutuhkan penanganan khusus agar dapat difungsikan kembali sebagai jalur penghubung sementara.

Muchsin menyebut pemerintah daerah akan melakukan pengerasan jalan untuk mengantisipasi kondisi berlumpur saat hujan.

Baca Juga:
Perjuangan Kantah Aceh Tamiang Selamatkan 75 Ribu Arsip Pertanahan Pascabencana

“Kami akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk melakukan pengerasan jalan agar masyarakat tetap nyaman melintas, terutama saat musim hujan,” ujarnya.

Aliyono menambahkan, di sekitar lokasi terdapat aliran sungai yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber material pengerasan jalan. Ia juga memastikan masyarakat setempat bersikap kooperatif dan siap mendukung pengerjaan jalan demi kepentingan bersama.

Jalan alternatif sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer tersebut nantinya akan menjadi akses penting bagi warga, terutama ketika jalan utama tidak dapat dilalui akibat longsor.

Keberadaan jalan ini dinilai krusial mengingat sebagian besar masyarakat Kampung Pondok Balik berprofesi sebagai petani. Dengan adanya jalur alternatif, distribusi hasil panen diharapkan tetap berjalan meski akses utama terganggu.

Baca Sebelumnya

Miris, Puluhan Kampung di Aceh Masih Terisolasi

Baca Selanjutnya

Penerimaan Pajak 2025 Tak Capai Target, Basis Pajak Dinilai Melemah

Tags:

Aceh Tengah bencana sumatera akses putus kampung terisolasi Banjir Aceh

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

Takut Dibunuh Intel Iran, Anak Buah Netanyahu Minta PM Israel Boleh Tak Hadiri Sidang Korupsi

14 April 2026 07:20

Takut Dibunuh Intel Iran, Anak Buah Netanyahu Minta PM Israel Boleh Tak Hadiri Sidang Korupsi

Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

14 April 2026 06:20

Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

12 April 2026 11:40

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

12 April 2026 11:00

WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

Mahasiswa UNEJ Ciptakan Insinerator Pengolah Sampah Jadi Listrik, Solusi Limbah dan Energi Terbarukan

12 April 2026 09:40

Mahasiswa UNEJ Ciptakan Insinerator Pengolah Sampah Jadi Listrik, Solusi Limbah dan Energi Terbarukan

Adik Bupati Tulungagung Ikut Terjaring OTT KPK, Lolos Status Tersangka

12 April 2026 08:21

Adik Bupati Tulungagung Ikut Terjaring OTT KPK, Lolos Status Tersangka

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar