KETIK, JAKARTA – Fabio Di Giannantonio berhasil memenangkan MotoGP Catalunya setelah balapan penuh drama yang diwarnai dua red flag dan banyak crash besar. Rider VR46 itu tampil tenang di tengah kekacauan dan sukses merebut kemenangan di lap-lap akhir.
Dilansir dari Motosan, balapan di Montmelo langsung berlangsung panas sejak awal. Pedro Acosta sempat memimpin race, sementara Alex Marquez dan Raul Fernandez terus memberi tekanan di grup depan.
Namun, situasi berubah drastis setelah insiden besar yang melibatkan Alex Marquez dan Pedro Acosta memunculkan red flag pertama. Alex mengalami crash keras usai menabrak motor Acosta yang melambat akibat masalah teknis. Insiden itu juga ikut menyeret Di Giannantonio dan beberapa rider lain.
Balapan kemudian restart, tetapi chaos belum berhenti. Johann Zarco kembali mengalami crash di tikungan pertama dan memicu red flag kedua setelah Luca Marini dan Francesco Bagnaia ikut terlibat dalam insiden tersebut.
Saat balapan dimulai lagi untuk ketiga kalinya, Acosta kembali memimpin. Tetapi perlahan Di Giannantonio mulai menunjukkan pace kuat dan terus mendekat ke barisan depan.
Baca Juga:
Berikan Kabar Kondisinya Terkini! Johann Zarco: Untungnya Lebih Banyak Rasa Takut Daripada Kerusakan SeriusRider VR46 itu akhirnya berhasil menyalip Joan Mir lalu memburu Acosta beberapa lap sebelum finis.
Diggia melakukan manuver penting di Tikungan 10 dan akhirnya mengambil alih pimpinan balapan.
Tak lama setelah itu, Acosta justru terjatuh di lap-lap akhir usai kontak dengan Ai Ogura. Situasi tersebut membuka jalan bagi Joan Mir dan Fermin Aldeguer naik ke posisi podium.
Kemenangan ini juga menjadi kemenangan pertama Di Giannantonio sejak MotoGP Qatar 2023.
Baca Juga:
Joan Mir Keluhkan Hasil Penalti Usai Podium Catalunya: “Hasil Hari Ini Jadi Tidak Penting”“Yang paling penting, aku harap semua rider yang crash baik-baik saja,” ujar Di Giannantonio setelah balapan.
MotoGP Catalunya kali ini memang berubah jadi salah satu balapan paling liar musim 2026, dengan tiga start berbeda, dua red flag, dan sederet rider top yang gagal finis. (*)