Alasan Pemudik di Pelabuhan Bakauheni Lampung Memilih Tidak Bawa Kendaraan Pribadi

Jurnalis: Andriego Pandega
Editor: Mustopa

18 Mar 2026 13:45

Thumbnail Alasan Pemudik di Pelabuhan Bakauheni Lampung Memilih Tidak Bawa Kendaraan Pribadi
Suasana pemudik pejalan kaki saat sedang bersantai di ruang tunggu terminal Pelabuhan Bakauheni, 18 Maret 2026. (Foto: Andriego/Ketik.com)

KETIK, LAMPUNG SELATAN – Antrean panjang dan kemacetan kerap menjadi momok bagi para pemudik yang menyeberang dari Pulau Jawa ke Sumatera, maupun sebaliknya.

Untuk menyiasati hal tersebut, sejumlah pemudik memilih berangkat tanpa membawa kendaraan pribadi. Cara ini dianggap dapat mempercepat proses penyeberangan saat mudik melalui Pelabuhan Merak–Bakauheni.

Salah satu pemudik asal Bekasi yang akrab disapa Cucu menceritakan pengalamannya saat ditemui di Pelabuhan Bakauheni.

Saat itu, Cucu terlihat santai menikmati waktu sambil membuat konten untuk media sosial dan mengabadikan momen mudik tahun ini.

Baca Juga:
Arus Balik! Ini Update Jumlah Pelanggan KA Sepekan Usai Lebaran 2026

Ia yang hendak menuju Kalianda, Lampung Selatan, mengaku lebih nyaman mudik tanpa kendaraan pribadi, terutama saat musim Lebaran maupun libur akhir tahun.

“Kalau aku lebih pilih jalan kaki (tanpa kendaraan) saat musim Lebaran atau Tahun Baru. Karena nggak macet dan nggak perlu antre lama menunggu kapal. Biasanya naik bus, turun di Merak, lalu langsung masuk ke kapal,” ungkap Cucu, Rabu, 18 Maret 2027.

Meski demikian, Cucu mengaku pernah mengalami pengalaman kurang menyenangkan pada 2024, saat harus menunggu hingga lima jam untuk naik kapal. Hal itu menjadi pelajaran berharga baginya.

Beruntung, pada arus mudik tahun ini kondisi pelabuhan terpantau jauh lebih kondusif dan lancar.

Baca Juga:
Sisa 42 Persen Kendaraan Belum Balik Jakarta, Korlantas Siaga Puncak Arus Balik Kedua

“Tahun ini lancar banget. Kapal langsung datang, masuk juga aman dan nggak berdesak-desakan. Mungkin karena belum masuk puncak mudik,” tambahnya.

Meski bepergian tanpa kendaraan pribadi, ia menilai keamanan di area pelabuhan sudah sangat baik.

Namun, kekhawatiran tetap muncul saat melanjutkan perjalanan dari titik turun menuju kediamannya di Lampung Selatan, yang cenderung sepi dan minim penerangan saat malam hari.

Foto Cucu pemudik asal Bekasi tujuan Kalianda Lampung Selatan, 18 Maret 2026.( Foto: Andriego/ Ketik.com).Cucu pemudik asal Bekasi tujuan Kalianda Lampung Selatan, 18 Maret 2026.(Foto: Andriego/Ketik.com).

Keputusan mudik lebih awal diambil karena jadwal libur telah dimulai, sehingga ia bisa menghabiskan waktu lebih lama bersama orang tua di kampung halaman.

Ia juga menilai tren mudik tanpa kendaraan dapat membantu mengurai kepadatan penumpang yang biasanya memuncak beberapa hari sebelum hari raya.

Hal serupa juga dilakukan Fandi, pemudik asal Bandar Lampung yang hendak menuju Pekalongan, Jawa Tengah. Ia memilih menggunakan transportasi umum agar perjalanan terasa lebih rileks.

Menurut Fandi, kondisi ini justru memberinya kesempatan untuk lebih menikmati perjalanan dan menghadirkan kesan tersendiri saat mudik Lebaran.

Ia mantap memilih kombinasi kapal feri dan bus umum untuk menuntaskan perjalanan lintas provinsinya.

Menurutnya, penggunaan angkutan umum memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan membawa kendaraan pribadi.

Salah satunya adalah menghindari kelelahan ekstrem. Dengan jarak tempuh yang cukup panjang, mengemudikan kendaraan sendiri dinilai sangat menguras tenaga dan berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.

“Kalau bawa kendaraan tentunya capek. Kalau pakai angkutan umum seperti bus, kita bisa beristirahat selama perjalanan,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menilai penggunaan transportasi umum lebih ramah di kantong.

Menurutnya, mudik tanpa kendaraan tidak perlu memikirkan biaya bahan bakar yang fluktuatif, tarif tol yang tinggi, hingga biaya perawatan kendaraan sebelum berangkat.

“Yang paling berkesan adalah fleksibilitas waktu. Saya bisa menikmati fasilitas angkutan umum yang belum terlalu padat,” tambahnya.

“Pilihan menggunakan angkutan umum ini tidak hanya membantu mengurangi kepadatan kendaraan di jalan raya, tetapi juga memberikan ketenangan pikiran, karena tidak perlu menghadapi stres dan kelelahan akibat kemacetan panjang atau masalah lain di balik kemudi,” tandasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Pangdam XXI/Raden Inten Tekankan Nilai Keimanan Prajurit dalam Safari Ramadan

Baca Selanjutnya

Dapur Rumah Terbakar, Warga di Jember Panik hingga Salat Tarawih Bubar

Tags:

PT ASDP Cabang Bakauheni PT ASDP ketikmudik

Berita lainnya oleh Andriego Pandega

Mudik 2026, Jumlah Penumpang yang Menyeberang di Pelabuhan Bakauheni Capai 898.864 Orang

22 Maret 2026 20:38

Mudik 2026, Jumlah Penumpang yang Menyeberang di Pelabuhan Bakauheni Capai 898.864 Orang

Tertidur dalam Bus, Pemudik Nyasar ke Pelabuhan Bakauheni

18 Maret 2026 20:22

Tertidur dalam Bus, Pemudik Nyasar ke Pelabuhan Bakauheni

Jelang Puncak Arus Mudik, Kendaraan Mulai Masuki Pelabuhan Bakauheni

18 Maret 2026 17:34

Jelang Puncak Arus Mudik, Kendaraan Mulai Masuki Pelabuhan Bakauheni

Alasan Pemudik di Pelabuhan Bakauheni Lampung Memilih Tidak Bawa Kendaraan Pribadi

18 Maret 2026 13:45

Alasan Pemudik di Pelabuhan Bakauheni Lampung Memilih Tidak Bawa Kendaraan Pribadi

Pangdam XXI/Raden Inten Tekankan Nilai Keimanan Prajurit dalam Safari Ramadan

18 Maret 2026 10:30

Pangdam XXI/Raden Inten Tekankan Nilai Keimanan Prajurit dalam Safari Ramadan

Kisah Pak Maksum Abdikan Diri Seumur Hidup Sebagai Porter

18 Maret 2026 08:30

Kisah Pak Maksum Abdikan Diri Seumur Hidup Sebagai Porter

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H