Alasan Batalnya Upacara Sumpah Pemuda di Sleman Berubah: Dari Efisiensi ke “Pejabat Baru Tidak Tahu”

Jurnalis: Fajar Rianto
Editor: Muhammad Faizin

18 Nov 2025 08:43

Thumbnail Alasan Batalnya Upacara Sumpah Pemuda di Sleman Berubah: Dari Efisiensi ke “Pejabat Baru Tidak Tahu”
Topi coklat, Kepala Bakesbangpol Sleman Samsul Bakri. (Foto: Fajar Rianto/Ketik.com)

KETIK, YOGYAKARTA – Polemik peniadaan Upacara Bendera Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 di Kabupaten Sleman pada 28 Oktober 2025 kembali memanas. Setelah sebelumnya Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Sleman, Samsul Bakri, menyebut alasan efisiensi anggaran dan pergeseran alokasi ke Hari Olahraga Nasional (Haornas), kini muncul alasan baru yang berfokus pada kendala internal organisasi.

Seorang Kepala Bidang (Kabid) di lingkungan Bakesbangpol Sleman, yang meminta namanya dirahasiakan dan mengaku bertindak sebagai utusan Kepala Bakesbangpol, mengungkapkan bahwa peniadaan upacara tersebut disebabkan oleh faktor kepemimpinan baru dan minimnya informasi transisi.

“Kepala Badan dan Kepala Bidang baru menjabat belum lama. Kami akui tidak mendapatkan informasi menyeluruh dari ‘orang tua’ atau pegawai senior di bidang Wasbang yang menangani soal upacara ini, mengenai agenda rutin yang wajib dilaksanakan,” ujarnya, Jumat, 14 November 2025.

Menurutnya, informasi yang diterima jajaran baru hanya sebatas kalender upacara bulanan.

Baca Juga:
Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

“Kami hanya diberi tahu bahwa di bulan Oktober sudah ada dua agenda upacara besar, yaitu peringatan Hari Kesaktian Pancasila dan Hari Santri. Kami diberi tahu bulan Oktober sudah ada dua kali upacara. Untuk itu, peringatan Sumpah Pemuda tahun ini sebaiknya ditiadakan karena pertimbangan jadwal yang padat, bukan masalah anggaran semata,” tambahnya.

 

Kritik Publik: Bukti Lemahnya Koordinasi Internal

Penjelasan baru mengenai kepemimpinan baru dan minimnya informasi transisi menambah daftar panjang ketidakjelasan mengapa Pemkab Sleman mengabaikan Surat Edaran (SE) wajib dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI untuk melaksanakan upacara Sumpah Pemuda secara serentak.

Baca Juga:
WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

 

Foto Aktivis pemantau kebijakan publik sekaligus purnawirawan Marinir, Abdul Hakim, kembali melontarkan kritik keras.(Foto: Fajar Rianto/Ketik.com)Aktivis pemantau kebijakan publik sekaligus purnawirawan Marinir, Abdul Hakim, kembali melontarkan kritik keras.(Foto: Fajar Rianto/Ketik.com)

 

Aktivis pemantau kebijakan publik sekaligus purnawirawan Marinir, Abdul Hakim, kembali melontarkan kritik keras.

“Alasan pergeseran anggaran sudah menunjukkan perencanaan yang buruk. Kini muncul alasan baru karena pejabat baru tidak tahu. Ini menunjukkan koordinasi internal yang sangat lemah, seolah-olah kegiatan pokok negara bisa dibatalkan hanya karena alasan transisi jabatan. Ini tidak bisa diterima,” ujar Abdul Hakim saat dikonfirmasi kembali, Senin malam, 17 November 2025.

Ia mendesak Pemkab Sleman segera melakukan audit dan memastikan agar agenda kenegaraan yang bersifat wajib tidak kembali ditiadakan dengan alasan yang berubah-ubah dan tidak konsisten. (*)

Baca Sebelumnya

Bupati Asahan Terima Audiensi Lions Club Indonesia, Bahas Operasi Katarak Gratis

Baca Selanjutnya

Kepala Daerah dan Wakil Berselisih; Kepala BKN RI Ibaratkan Petuah ”Tidak Boleh Lebih Mancung Pipi daripada Hidung”

Tags:

Bakesbangpol Sleman Upacara Sumpah Pemuda Pemkab Sleman Efisiensi Anggaran Sekretaris Daerah Sleman Kemenpora RI Kritik Publik Purnawirawan Marinir Pejabat Baru Sleman Hari besar nasional Gubernur DIY

Berita lainnya oleh Fajar Rianto

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

13 April 2026 22:04

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

13 April 2026 15:21

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

9 April 2026 16:31

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

9 April 2026 16:18

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

Babak Baru Penanganan Korupsi: MK Ketok Palu, BPK Satu-Satunya Penghitung Kerugian Negara

9 April 2026 05:50

Babak Baru Penanganan Korupsi: MK Ketok Palu, BPK Satu-Satunya Penghitung Kerugian Negara

Bupati Harda Kiswaya Kukuhkan Pengurus LKK Banyuraden, Tekankan Sinergi Membangun Sleman

8 April 2026 08:20

Bupati Harda Kiswaya Kukuhkan Pengurus LKK Banyuraden, Tekankan Sinergi Membangun Sleman

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar