Aktivis Kritik Penjelasan KSP soal Board of Peace, Dinilai Keliru Atribusi Dokumen

Jurnalis: Muhamad Zaid Kilwo
Editor: Muhammad Faizin

11 Mar 2026 12:51

Thumbnail Aktivis Kritik Penjelasan KSP soal Board of Peace, Dinilai Keliru Atribusi Dokumen
Ketua Umum Jaringan Aktivis Nusantara, Ramadhon Jasn. (Foto: Dok pribadi)

KETIK, SORONG – Pembelaan Kantor Staf Presiden (KSP) mengenai keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) menuai kritik dari kalangan aktivis. Kritik muncul setelah Tenaga Ahli Utama KSP, Ulta Levenia, menyampaikan 20 poin rencana perdamaian Gaza yang disebut sebagai salah satu pertimbangan strategis pemerintah untuk bergabung dalam organisasi internasional tersebut.

Namun sejumlah pihak menilai penjelasan itu mengandung kekeliruan dalam atribusi dokumen. Setelah dilakukan verifikasi, poin-poin yang disampaikan KSP diduga bukan berasal dari Piagam (Charter) resmi BoP, melainkan dari draf proposal perdamaian yang pernah diajukan secara sepihak oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

“Langkah KSP ini saya nilai sebagai bentuk kecerobohan intelektual yang berisiko mendelegitimasi visi besar Presiden Prabowo Subianto. Mereka diduga kuat mencampuradukkan proposal taktis Donald Trump dengan Piagam resmi BoP yang secara tekstual sangat berbeda. Ini bukan sekadar urusan teknis, melainkan ancaman nyata bagi kewibawaan diplomatik yang sedang dibangun Presiden dengan susah payah,” ujar Aktivis Nusantara, Romadhon Jasn, dalam keterangannya, Selasa, 10 Maret 2026.

Menurut Romadhon, publik melihat adanya jarak antara komitmen Presiden Prabowo terhadap kemerdekaan Palestina dengan narasi yang disampaikan KSP. Ia menilai ketidaktepatan informasi tersebut berpotensi menimbulkan disinformasi dalam proses pengambilan kebijakan.

Baca Juga:
Penugasan Agrinas via Inpres Disorot, Akademisi Nilai Berpotensi Langgar Prinsip Pasal 33 UUD 1945

“Presiden Prabowo, yang dikenal sebagai sosok dengan literasi militer dan geopolitik yang sangat mumpuni, seharusnya mendapatkan dukungan data yang presisi dari para pembantunya. Namun langkah KSP yang menjual ‘janji manis’ proposal perdamaian tanpa landasan hukum yang kuat dalam piagam organisasi justru memberikan kesan bahwa Presiden sedang dikelilingi oleh para pembisik yang gagap verifikasi,” lanjutnya.

Romadhon menilai kesalahan tersebut dapat melemahkan posisi diplomasi Indonesia jika tidak segera diklarifikasi. Ia secara khusus menyoroti klaim KSP terkait poin 9, 16, serta 19 hingga 20 yang dinilai keliru dalam penempatan dokumen hukum.

“KSP sedang mempertontonkan logika yang ngawur; mereka gagal membedakan antara piagam organisasi dengan brosur kampanye Trump. Membiarkan staf yang gagap data menjelaskan isu kedaulatan adalah cara tercepat mengikis dan melemahkan marwah Presiden Prabowo di panggung internasional,” tegas Romadhon.

Ia juga mendesak agar urusan diplomasi yang berkaitan dengan kedaulatan negara dikembalikan sepenuhnya kepada Kementerian Luar Negeri (Kemlu). Menurutnya, komunikasi diplomasi seharusnya disampaikan melalui jalur resmi agar tidak menimbulkan interpretasi yang berbeda di tingkat internasional.

Baca Juga:
Penugasan Agrinas Kelola Koperasi Merah Putih Tuai Sorotan, Potensi Langgar Konstitusi dan Aturan Lain

“Istana harus segera dibersihkan dari para penjaja narasi kosong yang hanya mengandalkan viralitas tanpa kredibilitas. Jika Presiden Prabowo tidak segera mengevaluasi dan mencopot oknum di KSP yang membuat blunder ini, maka istana sendiri yang sedang menanam bom waktu bagi reputasi nasional,” ujar Romadhon.

Ia menilai transparansi data penting agar kebijakan luar negeri tetap sejalan dengan amanat konstitusi. Karena itu, Romadhon berharap Presiden melakukan evaluasi terhadap kinerja staf di lingkaran dalam pemerintahan.

“Kesalahan KSP ini bisa fatal karena menyentuh isu sensitif Palestina; ini bukan sekadar urusan administrasi, tetapi soal etika politik. Baiknya ada evaluasi dan copot mereka yang membuat istana tampak tidak kompeten, atau publik akan mencatat ini sebagai kegagalan staf dalam menjaga marwah kepemimpinan Prabowo,” pungkas Romadhon Jasn. (*)

Baca Sebelumnya

Pemkab Asahan Salurkan ZIS, Petugas Kebersihan Kota Kisaran Jadi Penerima Manfaat

Baca Selanjutnya

Polres Batu Ingatkan Waspada Uang Palsu Jelang Lebaran

Tags:

Blunder Board of Peace saatnya Presiden Prabowo Mengevaluasi Narasi dari Lingkar Istana

Berita lainnya oleh Muhamad Zaid Kilwo

Raja Ampat Tuan Rumah AVC Beach Tour Open 2026, Fahmi Macap Ingatkan Pemda Soal ini

6 April 2026 15:10

Raja Ampat Tuan Rumah AVC Beach Tour Open 2026, Fahmi Macap Ingatkan Pemda Soal ini

MRP se-Tanah Papua Laporkan Senator Paul Vinsen Mayor ke Dewan Kehormatan DPD RI

3 April 2026 17:15

MRP se-Tanah Papua Laporkan Senator Paul Vinsen Mayor ke Dewan Kehormatan DPD RI

Sub Kogartap 0606 Bogor Gelar Halal Bihalal bersama Tokoh Agama Masyarakat Ormas dan LSM

26 Maret 2026 13:08

Sub Kogartap 0606 Bogor Gelar Halal Bihalal bersama Tokoh Agama Masyarakat Ormas dan LSM

Peresmian PLTMH di Lanny Jaya, Warga Kampung Koka Kini Nikmati Listrik di Malam Hari

17 Maret 2026 11:32

Peresmian PLTMH di Lanny Jaya, Warga Kampung Koka Kini Nikmati Listrik di Malam Hari

Aktivis Kritik Penjelasan KSP soal Board of Peace, Dinilai Keliru Atribusi Dokumen

11 Maret 2026 12:51

Aktivis Kritik Penjelasan KSP soal Board of Peace, Dinilai Keliru Atribusi Dokumen

Putusan Konkernas PWI 2026 Diserahkan ke Ketua Umum

9 Maret 2026 21:45

Putusan Konkernas PWI 2026 Diserahkan ke Ketua Umum

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H