KETIK, BANDUNG – Bupati Bandung Dadang Supriatna turun langsung meninjau lokasi rencana pembangunan danau atau kolam retensi di Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Jumat (1/5/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari percepatan penanganan banjir di kawasan Bandung Timur, khususnya Tegalluar yang selama ini kerap terdampak.
“Hari ini kita cek langsung ke lapangan, supaya Tegalluar tidak banjir lagi,” tegas Bupati Kang Dadang Supriatna (KDS) di sela peninjauan.
KDS memastikan, program penanganan banjir tidak lagi sebatas wacana. Sejumlah langkah konkret sudah disiapkan, termasuk pembangunan kolam retensi yang didukung pemerintah pusat.
Menurutnya, Menteri Pekerjaan Umum telah menyetujui anggaran pembangunan danau retensi, yang akan mulai direalisasikan tahun ini. Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga akan melakukan peninggian jalan provinsi sepanjang sekitar 1 kilometer di kawasan tersebut.
“Insyaallah tahun ini mulai dikerjakan. Ini bagian dari solusi konkret, bukan lagi sekadar rencana,” ujarnya.
Dadang menyebutkan, total anggaran penanganan banjir di kawasan Bandung Timur mencapai sekitar Rp220 miliar. Anggaran tersebut mencakup pembangunan kolam retensi di Tegalluar dan Sukamanah Kecamatan Rancaekek, serta normalisasi Sungai Cisunggalah.
Untuk mendukung percepatan pembangunan, Pemkab Bandung juga akan menertibkan lahan di lokasi rencana proyek. Pengembang atau investor yang tidak menunjukkan kejelasan pemanfaatan lahan akan dievaluasi, bahkan dikembalikan sesuai fungsi awal untuk LSD (Lahan Sawah Dilindungi) dan LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan).
“Kalau lahannya tidak dimanfaatkan dengan jelas, akan kita kembalikan sesuai peruntukannya. Ini demi kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, penanganan banjir di Tegalluar dilakukan dengan pendekatan kolaboratif (pentahelix), melibatkan pemerintah pusat, provinsi, daerah, hingga masyarakat.
KDS juga mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat dan pelaku usaha, untuk mendukung program tersebut agar berjalan lancar dan tepat waktu.
“Mohon doa dan dukungan masyarakat. Kita ingin persoalan banjir di Tegalluar bisa segera selesai,” ucapnya.
Dengan langkah ini, Pemerintah Kabupaten Bandung menegaskan komitmennya dalam menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan banjir, sekaligus memperkuat pembangunan infrastruktur di wilayah Bandung Timur.
Ketua Dinas PUTR Kabupaten Bandung, Zeis Zultaqawa menambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi intensif dengan BBWS Citarum untuk menyiapkan Detail Engineering Design (DED) sebagai tahap awal pembangunan kolam retensi di Tegalluar dan Sukamanah.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan, penanganan banjir di Bandung Raya harus dilakukan secara konkret melalui pembangunan danau atau polder, bukan sekadar wacana.
Menurutnya, kebutuhan lahan untuk proyek tersebut diperkirakan mencapai sekitar 1.000 hektare dengan nilai anggaran hingga Rp7 triliun, yang akan dilaksanakan secara bertahap lintas wilayah, termasuk Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Cimahi, dan Bandung Barat.(*)
