Akademisi NU Unej Tawarkan Kajian Peta Prioritas Mitigasi Banjir di Situbondo

Jurnalis: Heru Hartanto
Editor: Al Ahmadi

9 Apr 2026 20:53

Thumbnail Akademisi NU Unej Tawarkan Kajian Peta Prioritas Mitigasi Banjir di Situbondo
Suasana Akademisi NU Unej Tawarkan Kajian Peta Prioritas Mitigasi Banjir di Situbondo, Kamis, 9 April 2026. (Foto: Heru Hartanto/Ketik.com)

KETIK, SITUBONDO – Tawarkan peta perioritas mitigasi banjir bandang di Kabupaten Situbondo, Komunitas akademisi Nahdlatul Ulama dari Universitas Jember yang tergabung dalam Lentera Intelektual Aswaja memaparkan hasil kajian awal terkait mitigasi banjir yang terjadi di Kabupaten Situbondo, Kamis, 9 April 2026.

Paparan tersebut disampaikan langsung di hadapan Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo bersama jajaran Dinas Lingkungan Hidup dan BPBD setempat di Pendopo Pate Alos Besuki.

Ketua Lentera Intelektual Aswaja Universitas Jember, Nurul Ghufron, mengatakan, Kabupaten Situbondo memiliki sejumlah titik rawan banjir, termasuk banjir bandang yang terjadi berulang pada awal 2026 ini.

Bencana tersebut, kata Nurul, tidak hanya merusak infrastruktur seperti jalan, irigasi, dan jembatan, tetapi juga berdampak pada sektor pertanian, peternakan, hingga menimbulkan korban jiwa dan kerusakan rumah warga.

“Kami melihat kondisi ini perlu penanganan berbasis prioritas. Karena itu, kami mempresentasikan titik-titik rawan banjir untuk bersama-sama menentukan wilayah mana yang perlu didahulukan dalam penanganannya,” ujar Nurul Gufron.

Menurut Nurul, penentuan skala prioritas menjadi penting mengingat tingkat kerawanan yang berbeda di tiap wilayah.

Titik-titik yang telah diidentifikasi diharapkan dapat menjadi model penanganan yang kemudian direplikasi di daerah lain di Kabupaten Situbondo.

Nurul menambahkan, kajian tersebut merupakan bagian dari program dibiayai Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Program itu menargetkan tiga output utama, yakni penyusunan policy brief sebagai dasar kebijakan mitigasi, pembangunan infrastruktur pencegahan banjir bandang, serta penyusunan regulasi berupa peraturan bupati.

“Selain kajian kebijakan, kami juga akan mengembangkan fasilitas-fasilitas untuk pencegahan banjir. Kemudian regulasi akan disiapkan agar ada keterlibatan terstruktur dari pemerintah maupun masyarakat dalam mitigasi bencana,” terang Nurul.

Sementara itu, Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menyambut positif inisiatif tersebut.

Dia menyebut kajian akademik yang disampaikan tadi menjadi salah satu rujukan penting untuk merasionalisasi program penanganan banjir di Situbondo.

“Ini penelitian yang kami tunggu-tunggu untuk membantu merasionalisasi program-program penyelesaian dan mitigasi banjir di Kabupaten Situbondo,” ujar Bupati Situbondo.

Bupati yang akrab disapa Mas Rio itu menegaskan bahwa, penanganan banjir tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah.

Baca Juga:
Masih Dibutuhkan, Bupati Bandung Minta ke Presiden Aktifkan Lagi Satgas Citarum Harum

Tapi, harus ada keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena hal ini dinilai penting agar upaya mitigasi dapat berkelanjutan.

“Harapan kami, ini menjadi gerakan bersama. Mulai dari pemerintah daerah, ulama, kiai, santri, hingga masyarakat luas, semuanya terlibat dalam upaya mencegah dan meminimalkan banjir ke depan,” kata Mas Rio.

Mas Rio berharap sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dapat mempercepat penanganan persoalan banjir di Situbondo.

"Saya optimistis, langkah bertahap berbasis kajian ilmiah dapat mengurangi risiko bencana yang selama ini berulang terjadi di wilayah Kabupaten Situbondo," pungkas Mas Rio. (*)

Baca Juga:
Bupati Bandung Pastikan Penanganan Banjir Berjalan Optimal, BNPB Segera Tinjau Titik Rawan
Baca Sebelumnya

PKB Dukung Kinerja Positif Pemprov Jatim, Dinilai Berdampak pada Masyarakat

Baca Selanjutnya

Wali Kota Batu Apresiasi Pajak Mikutopia Rp352 Juta, Dorong Kepatuhan Pelaku Usaha

Tags:

akademisi NU Unej Tawarkan Kajian PETA Perioritas banjir situbondo

Berita lainnya oleh Heru Hartanto

Sidang Perdana Kasus Solar Subsidi di Situbondo, Dua Terdakwa Terancam 9 Tahun Penjara

15 April 2026 12:12

Sidang Perdana Kasus Solar Subsidi di Situbondo, Dua Terdakwa Terancam 9 Tahun Penjara

Anggaran Berantas Plus Menipis, Ini Penjelasan Pj Sekda Situbondo

14 April 2026 13:25

Anggaran Berantas Plus Menipis, Ini Penjelasan Pj Sekda Situbondo

Wacana Larangan Pelajar Naik Motor di Situbondo Dinilai Buru-buru, Ini Kata Pemerhati

13 April 2026 23:45

Wacana Larangan Pelajar Naik Motor di Situbondo Dinilai Buru-buru, Ini Kata Pemerhati

Tingkatkan Kemajuan UMKM, Forkopimcam Asembagus Dukung Penuh Kegiatan CFD

13 April 2026 09:00

Tingkatkan Kemajuan UMKM, Forkopimcam Asembagus Dukung Penuh Kegiatan CFD

Dikukuhkan, Pemuda Katolik Banyuwangi Siap Perkuat Toleransi dan Kebangsaan

12 April 2026 13:00

Dikukuhkan, Pemuda Katolik Banyuwangi Siap Perkuat Toleransi dan Kebangsaan

Kalapas Banyuwangi I Wayan Nurasta Wibawa Dimutasi ke Tenggarong, Siap Perkuat Kinerja Pemasyarakatan

12 April 2026 10:40

Kalapas Banyuwangi I Wayan Nurasta Wibawa Dimutasi ke Tenggarong, Siap Perkuat Kinerja Pemasyarakatan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H