Air Sungai Batang Sontang Pasbar Keruh, Warga Duga Dampak Tambang Emas Ilegal

Jurnalis: Wawan Saputra
Editor: Rahmat Rifadin

24 Mar 2026 14:49

Thumbnail Air Sungai Batang Sontang Pasbar Keruh, Warga Duga Dampak Tambang Emas Ilegal
Kondisi air Sungai Batang Sontang terlihat keruh menguning diduga akibat aktivitas PETI dan Galian C ilegal Selasa 24 Maret 2026. (Foto: Wawan/Ketik.com)

KETIK, PASAMAN BARAT – Kapolda Sumatera Barat, Gatot Tri Suryanta, merespons laporan dugaan aktivitas tambang ilegal di aliran Sungai Batang Sontang, Kabupaten Pasaman Barat. Ia meminta agar konfirmasi dilakukan langsung kepada Kapolres Pasaman Barat sebagai pihak yang berwenang di wilayah tersebut.

“Silakan langsung ke Kapolres selaku pemangku wilayah Pasaman Barat,” ujarnya dalam pesan singkat pada Selasa, 24 Maret 2026.

Sebelumnya, sejumlah wartawan melaporkan temuan di lapangan terkait aktivitas mencurigakan di sepanjang Sungai Batang Sontang. Pada 18 Maret 2026, tim media melakukan investigasi dan menemukan kegiatan galian C yang diduga tidak memiliki izin.

Di lokasi, terlihat alat berat jenis excavator tengah memuat material pasir ke dump truck. Tak jauh dari titik tersebut, ditemukan alat berupa sluice box yang diduga digunakan untuk menyaring emas, menguatkan indikasi adanya praktik penambangan emas tanpa izin (PETI).

Baca Juga:
Kasus Pajero Vs Avanza di Pasbar Berakhir Damai, Polres Fasilitasi Mediasi

Temuan itu sejalan dengan keluhan warga Jorong Pematang Sontang dan kawasan sekitar Jembatan Sungai Aur yang mengaku resah dengan kondisi air sungai yang keruh dalam beberapa pekan terakhir.

Marni, warga setempat, mengatakan perubahan warna air sungai terjadi tanpa sebab yang lazim. Selama puluhan tahun tinggal di sana, ia baru kali ini melihat kondisi tersebut.

“Biasanya sungai keruh karena hujan di hulu atau debit air meningkat akibat banjir. Tapi sekarang air berwarna coklat, padahal tidak ada hujan dan debit air normal,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi itu membuat warga tidak bisa lagi memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga:
Anomali Tambang Ilegal di Halsel: Hilang Saat Aparat Datang, Muncul Saat Pergi

“Kalau dipakai mandi atau mencuci, badan terasa gatal,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan Imar, warga yang tinggal di sekitar jembatan Sungai Aur. Ia menyebut air sungai telah keruh selama berminggu-minggu dan diduga sudah tercemar.

“Kita heran, tidak ada hujan tapi air keruh terus. Banyak yang bilang ini akibat tambang emas ilegal,” ujarnya.

Warga pun mulai geram. Sejumlah masyarakat dikabarkan berencana menggelar aksi demonstrasi ke Polsek setempat jika kondisi tidak segera ditangani.

Sementara itu, wartawan juga telah berupaya menghubungi Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, untuk meminta keterangan lebih lanjut terkait dugaan aktivitas PETI tersebut.

Upaya konfirmasi juga dilakukan kepada Wakil Ketua DPRD Pasaman Barat dari Partai PAN, Insan Sabri. Namun hingga berita ini diturunkan, pesan yang dikirim melalui WhatsApp belum mendapat tanggapan.

Warga memperkirakan jumlah alat berat yang beroperasi di hulu Sungai Batang Sontang tidak hanya satu atau dua unit. Dugaan ini muncul melihat kondisi air yang sudah berubah menjadi coklat pekat.

“Melihat warna air seperti ini, diduga aktivitas PETI tidak hanya dilakukan satu atau dua alat berat. Kami minta aparat segera turun dan melakukan investigasi,” ujar salah seorang warga.

Keluhan juga datang dari warga khususnya di Serasah Betung dan Serasah Talang. Mereka mengaku kondisi jalan menuju kampung mereka rusak parah akibat lalu lalang kendaraan galian C tanpa izin.

“Galian C tanpa izin ini lebih banyak mudaratnya. Jalan hancur dan warga jadi kesulitan,” ungkap seorang warga Serasah Betung yang enggan disebutkan namanya.(*)

Baca Sebelumnya

Menhaj Gus Irfan: Persiapan Haji Hampir 100 Persen, Kloter Pertama Berangkat 22 April 2026

Baca Selanjutnya

Arus Balik Dimulai, Polri Berlakukan One Way Nasional Pukul 14.00 WIB

Tags:

PETI batang Sontang Tambang Ilegal pematang Sontang Pasaman Barat tambang emas ilegal

Berita lainnya oleh Wawan Saputra

Kasus Pajero Vs Avanza di Pasbar Berakhir Damai, Polres Fasilitasi Mediasi

17 April 2026 20:25

Kasus Pajero Vs Avanza di Pasbar Berakhir Damai, Polres Fasilitasi Mediasi

25 Siswa SMA N 1 Lembah Melintang Lulus SNBP 2026, Berikut Daftarnya

7 April 2026 13:20

25 Siswa SMA N 1 Lembah Melintang Lulus SNBP 2026, Berikut Daftarnya

Jangan Biarkan Hukum Rimba Tumbuh di Pasaman Barat

1 April 2026 09:49

Jangan Biarkan Hukum Rimba Tumbuh di Pasaman Barat

Mobilnya Diduga Ditabrak dengan Sengaja, Penyuluh Agama di Pasbar Minta Keadilan

29 Maret 2026 17:29

Mobilnya Diduga Ditabrak dengan Sengaja, Penyuluh Agama di Pasbar Minta Keadilan

Janji Kampanye Belum Terwujud, Klaim Keberhasilan Pemda Pasbar Dinilai Terlalu Dini

27 Maret 2026 18:21

Janji Kampanye Belum Terwujud, Klaim Keberhasilan Pemda Pasbar Dinilai Terlalu Dini

Air Sungai Batang Sontang Pasbar Keruh, Warga Duga Dampak Tambang Emas Ilegal

24 Maret 2026 14:49

Air Sungai Batang Sontang Pasbar Keruh, Warga Duga Dampak Tambang Emas Ilegal

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend