KETIK, SIDOARJO – Sebanyak 150 peserta dari 70 lembaga berkumpul dalam kegiatan Arisan Ilmu Nol Rupiah (AINR) #66 Edisi Spesial yang digelar pada Minggu, 26 April 2026 di Tenpina BPBD Jawa Timur Sidoarjo.

Kegiatan ini menjadi momentum penting, bertepatan dengan 9 tahun perjalanan Sekretariat Bersama Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jawa Timur, dengan tema Mitigasi Hingga Aksi 9 Tahun Tak Pernah Henti, sekaligus dirangkai dengan halalbihalal, cek kesehatan gratis, dan peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana serta Hari Kartini.

Acara diawali dengan registrasi dan layanan cek kesehatan oleh Poltekkes Kerta Cendekia Sidoarjo, dilanjutkan pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan, hingga sambutan dari berbagai pihak. Suasana hangat terasa saat sesi halal bihalal dan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan panjang kolaborasi kebencanaan di Jawa Timur.

Ketua panitia, Dwi Rosantiana, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini terselenggara berkat dukungan berbagai pihak, Ia mengungkapkan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh donatur dan sponsor yang telah berkontribusi sehingga acara berjalan lancar dan penuh manfaat.

Seusai upacara pebukaan para undangan dan peserta foto bersama dengan Kalaksa BPBD Jatim Gatot Subroto dan Cahyo Harjo Prakoso komisi E DPRD Jatim.(Foto :Sutejo Rc/ketik.com)

Baca Juga:
Arisan Ilmu Nol Rupiah #65, Relawan Jatim Dikuatkan Hadapi Perubahan Iklim dan Siklus Bencana

“Kegiatan ini bukan sekadar forum berbagi ilmu, tetapi juga ruang memperkuat jejaring relawan,” ujarnya.

Koordinator SRPB Jawa Timur, Rahmad Subekti Kimiawan, memaparkan perjalanan panjang organisasi sejak berdiri hingga memasuki usia ke-9. Ia menekankan bahwa keberlangsungan SRPB tidak lepas dari semangat kolaborasi dan dedikasi relawan.

Senada, Dewan Kehormatan SRPB, Totok Harsino, mengulas berbagai tantangan yang telah dilalui. Ia berharap SRPB terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi Jawa Timur. “Semua yang dilakukan berangkat dari kepedulian terhadap daerah,” tegasnya.

Dari sisi legislatif, Cahyo Harjo Prakoso dari Komisi E DPRD Jawa Timur memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi para relawan. Ia menekankan pentingnya menghilangkan ego sektoral dan memperkuat kolaborasi. Menurutnya, Jawa Timur memiliki posisi strategis namun juga rentan terhadap 14 jenis ancaman bencana berdasarkan data BNPB.

Syamsul Maarif mantan Kepala BNPB pertama saat menyampaikan motivasi dan materi tentang pentingnya cerita rakyat guna mengurangi resiko bencana. (Foto : Sutejo Rc/ketik.com)

“Tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, relawan adalah mitra strategis dalam mitigasi bencana,” ujarnya, seraya menyoroti masih terbatasnya jumlah desa tangguh bencana dibandingkan total sekitar 8.000 desa di Jawa Timur.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Subroto, mengajak para relawan untuk terus berbuat baik tanpa lelah. Ia menegaskan bahwa peningkatan pengetahuan kebencanaan akan berdampak langsung pada pengurangan risiko di masyarakat. Momentum peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana pada 26 April juga menjadi pengingat pentingnya kesiapan bersama.

Sesi berbagi pengetahuan dipandu  Alfin Zainal Fatah yang mengacu pada Perda Jawa Timur Nomor 1 Tahun 2026, dengan narasumber Gatot Subroto dan Cahyo Harjo Peggakoso, lalu dilanjutkan materi inspiratif dari Syamsul Maarif, mantan Kepala BNPB pertama. Ia mendorong relawan untuk mengembangkan pendekatan budaya, seperti cerita rakyat, sebagai media edukasi kebencanaan.

“Bencana bisa terulang, hanya waktunya yang tidak pasti. Cerita rakyat bisa menjadi cara efektif agar masyarakat memahami dan mengurangi risiko,” jelasnya.

Kegiatan ditutup dengan semangat kebersamaan dan komitmen memperkuat kolaborasi lintas sektor. Arisan Ilmu Nol Rupiah #66 tidak hanya menjadi ajang berbagi pengetahuan, tetapi juga bukti nyata bahwa sinergi relawan, pemerintah, dan masyarakat adalah kunci menuju Jawa Timur yang lebih tangguh menghadapi bencana. 

Hadir juga dalam kesempatan tersebut Dian Harmuningsih mantan Koordinator SRPB 2 periode, Djumadi Dewan Kehormatan, serta seluruh pengurus SRPB Jatim periode 2023-2026. (*)