Ahli Jantung RSSA Malang dr Budi Satrijo, Sosok Humble Suka Berbahasa Jawa agar Pasien Paham Istilah Medis

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Naufal Ardiansyah

21 Agt 2025 19:36

Thumbnail Ahli Jantung RSSA Malang dr Budi Satrijo, Sosok Humble Suka Berbahasa Jawa agar Pasien Paham Istilah Medis
dr Budi Satrijo, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RSSA Malang menjelaskan pentingnya komunikasi antara dokter dan pasien. (Foto: Lutfia/Ketik)

KETIK, MALANG – Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RS Saiful Anwar (RSSA) Malang, Dr. dr. Budi Satrijo, Sp.JP, Subsp. K.I. (K), FIHA, FAsCC, FAPSC menekankan pentingnya penjelasan medis yang lebih membumi antara dokter kepada pasien. Hal tersebut disebabkan pasien berhak untuk mengetahui seluk beluk dari kondisi kesehatannya.

dr Budi menyoroti masih banyak dokter maupun tenaga kesehatan yang menggunakan istilah-istilah medis rumit yang sulit dipahami ketika memberikan penjelasan tentang kondisi kesehatan pasien.

"Dokter dan pasien mendiskusikan masalah yang sama, tapi bahasanya bisa berbeda. Dokter mempunyai pedoman bahwa apa yang kita lakukan itu tersampaikan pada pasien karena itu haknya mereka mengerti kenapa kondisinya," ujarnya, Kamis 21 Agustus 2025.

Selama proses pendidikan, calon-calon dokter telah diajarkan ilmu etika dan cara bersikap di hadapan pasien. Di dalam etika tersebut, dokter diwajibkan menghormati hak-hak pasien, termasuk hak untuk menerima informasi.

Baca Juga:
Tim Call 112 Evakuasi Pasien Darurat Medis dari Lantai 3 di Jalan Widodaren

"Pada profesi dokter itu agak beda karena di dalamnya ada etika, menghormati semua pasien dan hak-haknya. Salah satu hak yang paling penting adalah pasien mengerti apa yang terjadi padanya. Kita harus memberikan komunikasi yang sebanding," lanjutnya.

Setiap calon dokter juga telah dibekali dengan kemampuan berempati dan penilaian secara objektif. Hubungan antara dokter terhadap pasien tidak dapat terjalin akibat sikap simpati. 

dr Budi menegaskan bahwa sikap simpati justru berisiko membuat penilaian dokter menjadi subjektif. Apabila terjadi, maka dapat berdampak pada pelayanan yang diberikan kepada pasien.

"Kalau dia mampu objektif, tetep bersikap empati, itu yang lebih ethic. Tapi kalau sudah menjadi simpati, gak boleh karena bisa subjektif. Jadi kita harus menghandel pasien secara objektif, dengan sikap empati," ujar pria kelahiran Trenggalek itu.

Baca Juga:
Dokter Ruly Rahadian Bongkar Rahasia Puasa, Bisa Redakan Peradangan Pemicu Penyakit Kronis

Nilai-nilai itulah yang selama ini ia pegang dan terus tanamkan dalam menghadapi pasien. Ia juga berpesan agar masyarakat dapat rutin melakukan cek kesehatan sebagai upaya pencegahan terhadap penyakit berbahaya.

Ia menganjurkan agar masyarakat melakukan cek kesehatan minimal satu kali dalam setahun. Pencegahan tersebut untuk mengenali faktor risiko yang ada.

"Faktor risiko itu ada dua, yang gak bisa diubah yaitu yang Tuhan kasih. Faktor yang bisa diubah adalah faktor risiko yang kita kerjakan. Misal perilaku karena merokok, hipertensi maupun diabetes yang gak diobati, dan lainnya. Maka ini perlu kita kenali sedini mungkin," tutupnya. (*)

Baca Sebelumnya

Setetes Darah untuk Kemanusiaan, Polwan Mojokerto Gelar Donor Darah di HUT ke-77

Baca Selanjutnya

TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2025 Rampung, Dandim 0732/Sleman Berharap Manfaatnya Dirasakan Masyarakat

Tags:

dr Budi Satrijo Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RSSA Malang Komunikasi Dokter pasien

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

13 April 2026 19:05

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

13 April 2026 17:45

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

Wakil Wali Kota Malang Ajak Pemuda Pancasila Kawal Pembangunan, Tekankan Persatuan Jadi Kunci

13 April 2026 17:43

Wakil Wali Kota Malang Ajak Pemuda Pancasila Kawal Pembangunan, Tekankan Persatuan Jadi Kunci

Waspada Bahaya Ambruk, Area Timur Pasar Besar Malang Disterilkan dari Aktivitas

13 April 2026 17:14

Waspada Bahaya Ambruk, Area Timur Pasar Besar Malang Disterilkan dari Aktivitas

Sapa Penggemar di Matos, Pemeran Film 'Ku Pilih Jalur Langit' Ceritakan Tantangan Syuting di Malang

12 April 2026 19:13

Sapa Penggemar di Matos, Pemeran Film 'Ku Pilih Jalur Langit' Ceritakan Tantangan Syuting di Malang

Komitmen Bangun Kembali Gaza, LMI dan LAZ Yasa Targetkan Galang Donasi Rp1 Miliar di Malang

12 April 2026 18:25

Komitmen Bangun Kembali Gaza, LMI dan LAZ Yasa Targetkan Galang Donasi Rp1 Miliar di Malang

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar