AFK Kota Malang Akui Kekalahan dari Surabaya di Final Porprov IX Jatim, Tolak Wacana Juara Bersama

Editor: Aziz Mahrizal

29 Jun 2025 14:08

Headline

Thumbnail AFK Kota Malang Akui Kekalahan dari Surabaya di Final Porprov IX Jatim, Tolak Wacana Juara Bersama
Suasana pertandingan final futsal putra Porprov Jatim IX, Surabaya melawan Kota malang di Graha Polinema, Jumat, 27 Mei 2025. (Foto: Aziz Mahrizal/Ketik)

KETIK, MALANG – Asosiasi Futsal Kota Malang (AFK Kota Malang) secara resmi mengakui kekalahan tim futsal putra mereka dari Kota Surabaya di laga final Porprov IX Jawa Timur yang berlangsung pada Jumat, 27 Juni 2025. Pengakuan ini disampaikan dengan menjunjung tinggi nilai sportivitas dan fairplay, sekaligus menolak tegas wacana juara bersama.

Ketua AFK Kota Malang, Rizal Ghoniem, menyatakan bahwa pihaknya meyakini sportivitas sejati adalah mengakui kemenangan dan kekalahan. 

"Kami menolak jika ada wacana juara bersama karena kami percaya bahwa sportivitas sejati adalah mengakui kemenangan dan kekalahan," ujar Ghoniem mengutip keterangan resminya yang diunggah di akun Instagram Asosiasi Futsal Kota Malang pada Minggu, 29 Juni 2025.

Ia menambahkan, AFK Kota Malang menyampaikan rasa hormat dan respek kepada tim lawan. 

Baca Juga:
Satu Dekade 'Dicuekin', Warga De Cassablanca Malang Geram Developer Tak Kunjung Beresi Dokumen Rumah

"Kami sebagai AFK Kota Malang mengucapkan rasa hormat dan respek kepada tim lawan, dan kami bangga kepada pemain, pelatih, dan ofisial yang berjuang hingga final," lanjutnya.

Senada dengan Ghoniem, Manajer Futsal Kota Malang, Rahmad Yuwono, juga menegaskan pentingnya menjunjung tinggi nilai sportivitas dalam pertandingan tersebut. Ia mengungkapkan rasa bangga atas perjuangan para pemain yang telah berlatih berbulan-bulan untuk persiapan Porprov IX 2025.

"Segala upaya sudah diberikan para pemain saat bertanding melawan tim futsal putra Kota Surabaya walaupun hasilnya kami tertinggal dengan skor 2-0 dari Kota Surabaya. Pertandingan pastinya ada yang menang dan kalah, kami semua menerima kekalahan tersebut," ungkap Rahmad.

Kericuhan Warnai Laga Final Futsal Putra Porprov IX Jatim

Baca Juga:
Kisah Inspiratif Zachcaria, Siswa SMKN 4 Malang Juara LKS Jatim dan Lolos UB

Sebelumnya diberitakan, pertandingan final futsal putra Porprov IX Jatim di Graha Polinema pada Jumat, 27 Juni 2025, yang mempertemukan Kota Surabaya dan Kota Malang, berakhir ricuh. Ratusan pendukung Kota Malang yang hadir di tribun melakukan pelemparan berbagai benda, mulai dari botol plastik, puntung rokok, hingga korek api, ke arah lapangan pertandingan. Setidaknya ada dua insiden pelemparan yang memaksa wasit menunda pertandingan.

Kericuhan pertama terjadi beberapa detik setelah Surabaya menggandakan keunggulan di babak kedua (menit ke-27) dengan skor 2-0. Terjadi aksi pelemparan yang diduga dilakukan oleh suporter dari tribun penonton kepada pemain Surabaya, memaksa wasit menunda pertandingan selama beberapa menit hingga situasi dirasa mulai kondusif. Pihak keamanan dan panitia berupaya menenangkan suporter agar pertandingan bisa dilanjutkan.

Pertandingan kemudian dilanjutkan dengan waktu tersisa sekitar 12 menit. Namun, sekitar empat menit kemudian, terjadi pelanggaran keras yang dilakukan pemain Surabaya. Kejadian ini memicu reaksi suporter, dan pelemparan kembali terjadi. Situasi semakin tak terkendali, hingga wasit terpaksa menghentikan pertandingan final tersebut. Bahkan, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat yang hadir menonton laga tersebut memutuskan untuk bergegas meninggalkan Graha Polinema.(*)

Baca Sebelumnya

GRIB Jaya Soroti Reklamasi Bekas Galian C di Pemalang, Salah Satunya Diduga Milik Pejabat Pemkab

Baca Selanjutnya

Trenggalek Pecahkan Rekor, Sabet Emas Pertama Kali pada Cabor Catur Porprov Jatim

Tags:

futsal kota malang Futsal Porprov Porprov Jatim malang surabaya

Berita lainnya oleh Aziz Mahrizal

Perkuat Silaturahmi, RT 05 RW 13 Kelurahan Merjosari Gelar Halalbihalal Idulfitri 1447 H

19 April 2026 09:52

Perkuat Silaturahmi, RT 05 RW 13 Kelurahan Merjosari Gelar Halalbihalal Idulfitri 1447 H

Satu Dekade 'Dicuekin', Warga De Cassablanca Malang Geram Developer Tak Kunjung Beresi Dokumen Rumah

16 April 2026 15:15

Satu Dekade 'Dicuekin', Warga De Cassablanca Malang Geram Developer Tak Kunjung Beresi Dokumen Rumah

Beli Rumah 2 Lantai di De Cassablanca Malang, Warga Kecewa Hanya Terima Dokumen 1 Lantai

16 April 2026 12:33

Beli Rumah 2 Lantai di De Cassablanca Malang, Warga Kecewa Hanya Terima Dokumen 1 Lantai

PT Winmar Studi Banding ke Thailand, Bidik Standar Global untuk Benih Jagung Hibrida

15 April 2026 13:59

PT Winmar Studi Banding ke Thailand, Bidik Standar Global untuk Benih Jagung Hibrida

Lantunan Ayat Suci Hafizah Aisyah Ar-Rumy Sejukkan Halalbihalal RT 06 De Cassablanca Malang

12 April 2026 14:28

Lantunan Ayat Suci Hafizah Aisyah Ar-Rumy Sejukkan Halalbihalal RT 06 De Cassablanca Malang

Momen Halalbihalal, RT 06 De Cassablanca Kota Malang Perkuat Kolaborasi

12 April 2026 12:05

Momen Halalbihalal, RT 06 De Cassablanca Kota Malang Perkuat Kolaborasi

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda

Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda