KETIK, BITUNG – Warga Kota Bitung, Christianto Janis, melontarkan kritik tajam terhadap penegakan hukum di Sulawesi Utara melalui surat terbuka yang diunggah di akun Facebook pribadinya, Minggu 10 Mei 2026.
Dalam unggahan itu, ia mendesak Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) mengusut dugaan proyek pembuatan rumpon atau rumah ikan senilai Rp1,8 miliar yang kini menjadi sorotan publik.
Janis yang berprofesi sebagai Advokat itu menilai, penegakan hukum di Kota Bitung belakangan ini menimbulkan keresahan masyarakat karena diduga berjalan tidak adil dan terkesan tebang pilih.
Ia menyinggung penanganan kasus perjalanan dinas (Perjadin) anggota DPRD Kota Bitung yang menurutnya belum menyentuh seluruh pihak yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.
Baca Juga:
Warga Demo Kejari, Desak Tuntaskan Kasus Perjalanan Dinas DPRD BitungMenurut Janis, berdasarkan putusan pengadilan, dugaan penyalahgunaan anggaran yang merugikan negara bukan hanya melibatkan pihak yang telah divonis bersalah, tetapi juga pihak lain yang namanya ikut disebut dalam putusan perkara.
“Bagi kami, penegakan hukum terhadap kasus ini diduga tebang pilih,” tulis Janis dalam surat terbukanya yang kemudian ramai dibagikan di media sosial.
Tak hanya itu, ia juga menyoroti dugaan proyek pembuatan rumpon dengan nilai anggaran mencapai Rp1,8 miliar. Nilai proyek tersebut disebut memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat Kota Bitung.
“Kami masyarakat Kota Bitung bertanya-tanya, benarkah rumpon atau rakit ini harganya Rp1,8 miliar?” tulisnya lagi.
Baca Juga:
Kasus Korupsi Perjalanan Dinas DPRD Bitung, Kejaksaan Tahan 6 OrangMelalui surat terbuka itu, Janis meminta Kejati Sulut segera menurunkan tim guna memeriksa dugaan kejanggalan proyek yang saat ini menjadi polemik publik tersebut.
Ia berharap aparat penegak hukum dapat memberikan jawaban atas keresahan masyarakat melalui proses pemeriksaan yang transparan.
“Kami berharap Bapak dapat menurunkan tim untuk menindaklanjuti polemik di media sosial ini,” katanya.
Unggahan tersebut langsung memicu beragam tanggapan dari warganet. Sejumlah netizen meminta aparat penegak hukum segera membuka hasil pemeriksaan kepada publik apabila ditemukan indikasi penyimpangan anggaran dalam proyek tersebut.
Polemik mengenai proyek rumpon itu juga menambah daftar isu penggunaan anggaran yang menjadi perhatian masyarakat Kota Bitung dalam beberapa waktu terakhir. (*)