Abaikan Desakan Ulama dan Rakyat Aceh, Presiden Prabowo Bersikeras Tolak Bantuan Asing

Editor: Muhammad Faizin

16 Des 2025 06:30

Headline

Thumbnail Abaikan Desakan Ulama dan Rakyat Aceh, Presiden Prabowo Bersikeras Tolak Bantuan Asing
Presiden Prabowo saat berkunjung dan bertemu dengan Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin, di Moskow, Rusia, beberapa hari usai bencana di Sumatera. (Foto: Instagram/@prabowo)

KETIK, SURABAYA – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan bahwa penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat bisa dilakukan sendiri tanpa bantuan asing. Pemerintah pusat juga tidak akan menetapkan status bencana nasional dalam bencana yang telah merenggut lebih dari seribu nyawa tersebut.

Hal itu ditegaskan Presiden Prabowo Subianto seusai sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara pada Senin, 15 Desember 2025.

“Saya ditelepoin banyak pimpinan kepala negara ingin kirim bantuan. Saya bilang terima kasih atas perhatian anda. Kami mampu mengatasi ini,” ujar Prabowo seperti dikutip dari Suara.com, jejaring media Ketik.com.

Sikap Presiden Prabowo ini bertentangan dengan fakta di lapangan di mana warga terdampak mengeluhkan minimnya bantuan dan bahkan mengibarkan bendera putih sebagai tanda keputusasaan. Bahkan Pemprov Aceh sudah secara resmi meminta bantuan kepada dua lembaga di bawah PBB.

Baca Juga:
Prabowo ke Rusia, Dijadwalkan Bicara Empat Mata dengan Putin

Sikap Presiden Prabowo ini juga bertentangan dengan aspirasi dari para ulama di Aceh yang berkumpul dalam Muzakarah di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh pada Minggu, 14 Desember 2025. Para ulama tersebut mendesak adanya penetapan status bencana nasional yang memungkinkan adanya bantuan asing.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Presiden Prabowo mengklaim, kondisi di tiga provinsi terdampak masih terkendali dan proses penanganan dinilai berjalan efektif.

Pemerintah juga mengklaim telah mengerahkan lebih dari 50.000 personel TNI-Polri, serta mengoperasikan puluhan helikopter dan pesawat guna mendistribusikan bantuan dan logistik ke wilayah terdampak.

Prabowo bahkan membandingkan jumlah provinsi yang terdampak bencana, dengan total provinsi di Indonesia.

Baca Juga:
Menlu Sugiono Gantikan Presiden Prabowo Jadi Ketum IPSI Periode 2026-2030

“Ada yang teriak-teriak ingin dinyatakan bencana nasional. Kita sudah kerahkan kekuatan, ini tiga dari 38 provinsi. Jadi situasi terkendali. Saya monitor terus,” tegas mantan Danjen Kopassus ini.

Lebih lanjut, Prabowo membantah pemerintah lambat menangani atau menolong korban bencana di Aceh, Sumut dan Sumbar. Ia bahkan menuding, pihak-pihak yang mengkritik kelambanan pemerintah, sebagai pihak yang punya motif tertentu.

“Kalau dibilang negara tidak hadir, ah ya kita waspada saja dengan unsur-unsur yang punya agenda lain,” tutur Prabowo.

Presiden Prabowo juga memaparkan rencana strategis pemerintah pascabencana, termasuk pembentukan Satuan Tugas Rehabilitasi dan Rekonstruksi serta pembangunan 2.000 unit rumah tetap bagi korban. Ia menginstruksikan agar lahan negara maupun aset badan usaha dapat digunakan untuk mempercepat pembangunan hunian bagi warga terdampak.

Baca Sebelumnya

Proyek Pembangunan Pos Damkar Baru di Sidoarjo Juga Terlambat

Baca Selanjutnya

Atria Hotel Malang Sambut Akhir Tahun Hadirkan Kamar Premier Pool Access dan Konsep Candyland Adventure

Tags:

bencana sumatera Banjir Aceh BANJIR SUMUT Banjir Sumbar Bencana Nasional Presiden Prabowo Tolak Bantuan asing muzakarah ulama Aceh

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

12 April 2026 11:40

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

12 April 2026 11:00

WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

Mahasiswa UNEJ Ciptakan Insinerator Pengolah Sampah Jadi Listrik, Solusi Limbah dan Energi Terbarukan

12 April 2026 09:40

Mahasiswa UNEJ Ciptakan Insinerator Pengolah Sampah Jadi Listrik, Solusi Limbah dan Energi Terbarukan

Adik Bupati Tulungagung Ikut Terjaring OTT KPK, Lolos Status Tersangka

12 April 2026 08:21

Adik Bupati Tulungagung Ikut Terjaring OTT KPK, Lolos Status Tersangka

Sosok Ahmad Baharudin, Wabup yang Pernah Konflik Terbuka dengan Bupati Tulungagung

11 April 2026 07:30

Sosok Ahmad Baharudin, Wabup yang Pernah Konflik Terbuka dengan Bupati Tulungagung

BRIN Ungkap Objek Langit di Lampung-Banten Bekas Roket China, Pakar: Pengawasan Sampah Antariksa Harus Diperkuat

10 April 2026 06:40

BRIN Ungkap Objek Langit di Lampung-Banten Bekas Roket China, Pakar: Pengawasan Sampah Antariksa Harus Diperkuat

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar