88 Warga Pacitan Positif TBC dari Ribuan Terduga, Waspada Penularan!

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Hetty Hapsari

13 Mar 2025 16:27

Thumbnail 88 Warga Pacitan Positif TBC dari Ribuan Terduga, Waspada Penularan!
Proses pengobatan penyakit pernafasan yang menjangkiti warga Pacitan. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Tuberkulosis (TBC) tak kenal ampun. Diam-diam, penyakit ini masih mengintai, menjadi momok bagi masyarakat Pacitan.

Meski sudah masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN) Kementerian Kesehatan, kenyataan di lapangan berkata lain.

Data terbaru dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan mencatat, dari 1.025 orang terduga, 88 di antaranya dinyatakan positif.

Ini alarm keras yang tak bisa diabaikan.

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

“Ini bukan sekadar batuk biasa. TBC adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Kebanyakan menyerang paru-paru, tapi jangan salah — bakteri ini bisa menyusup ke otak, tulang, hingga ginjal. Kalau dibiarkan, dampaknya bisa fatal,” ujar Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pacitan, Nur Farida, Rabu, 12 Maret 2025.

Celakanya, gejala TBC sering menyamar seperti penyakit lain. Ini yang bikin banyak pasien terlambat sadar.

“Batuk dua minggu lebih, keringat dingin malam hari, berat badan turun drastis, badan gampang lelah — kalau mengalami ini, jangan anggap enteng. Segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat!” tegas Nur Farida.

Tapi, masalahnya bukan cuma di situ. Banyak pasien yang enggan atau bosan minum obat.

Baca Juga:
Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

“Kalau pengobatan nggak tuntas, bakteri bisa ‘bangkit’ lagi dan lebih kebal. Ini yang bikin TBC makin sulit diberantas,” tambahnya.

Dinkes Pacitan tak tinggal diam. Berbagai strategi dilancarkan bak pasukan perang melawan musuh yang tak terlihat.

Salah satunya, investigasi kontak. Mereka melacak orang-orang yang pernah berinteraksi erat dengan pasien positif. Orang serumah dan kontak erat lainnya langsung diberikan terapi pencegahan.

“Tempat-tempat berisiko tinggi seperti rumah tahanan (rutan) dan pabrik rokok jadi sasaran skrining kami. Ini penting karena penyebaran di sana lebih gampang terjadi,” beber Nur Farida.

Tak berhenti di situ, Dinkes juga membentuk pasukan khusus — kader komunitas TBC.

Mereka bukan sekadar relawan biasa. Tugas mereka berat: berburu kasus baru, melacak pasien yang berhenti minum obat, hingga menggelar skrining langsung ke masyarakat.

Meski strategi sudah digeber, tantangan besar tetap menghadang. Nur Farida menyoroti tiga musuh utama: rendahnya kesadaran masyarakat, stigma sosial terhadap pasien TBC, dan ketidakpatuhan dalam pengobatan.

“Masih banyak yang takut dicap ‘orang berpenyakit’ kalau ketahuan kena TBC. Akhirnya, mereka diam-diam menahan sakit, padahal itu justru memperbesar risiko menularkan ke orang lain. Ini yang harus kita lawan bareng-bareng,” tekannya.

Nur Farida menutup pesannya dengan ajakan keras bagi masyarakat Pacitan.

“Jangan tunggu sampai parah. TBC bisa disembuhkan asal mau berobat rutin dan tuntas. Lawan stigma, lindungi diri dan keluarga. Kalau ada gejala, periksa segera. Lebih baik waspada sekarang daripada menyesal nanti," tutupnya. (*)

Baca Sebelumnya

Ditahan 3 Hari, Akhirnya Konglomerat Palembang Diizinkan Dibantarkan ke Rumah Sakit

Baca Selanjutnya

Resep Kue Nastar Tanpa Mixer, Silakan Coba Buat Kudapan Lebaran

Tags:

pacitan TBC Pacitan dinkes pacitan

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

14 April 2026 11:18

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

14 April 2026 10:18

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

13 April 2026 19:53

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

13 April 2026 14:32

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

13 April 2026 13:23

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar