KETIK, JAKARTA – Sebanyak 19 jenazah, yang sebagian besar merupakan perempuan dan anak-anak, berhasil ditemukan dari bawah reruntuhan. Namun dilaporkan masih sekitar 8.000 orang dinyatakan hilang.

Sejumlah jenazah ini ditemukan di sebuah bangunan hancur di Gaza City, Palestina. Proses evakuasi dilakukan oleh tim pertahanan sipil Gaza dan berakhir pada Sabtu, 8 Agustus 2026, waktu setempat.

Namun, proses evakuasi berjalan lambat karena keterbatasan alat berat untuk memindahkan beton dan material bangunan yang runtuh.

Mohammed Abu Dan, selaku pengawas operasi pemulihan jenazah, mengatakan pencarian di gedung Karam yang berada di wilayah barat Gaza City telah dihentikan setelah berlangsung selama empat hari berturut-turut.

“Tim medis khusus dan kru pertahanan sipil akan berpindah ke lokasi lain di Gaza City untuk melanjutkan operasi pencarian,” ujar Abu Dan dilansir dari Aljazeera pada Minggu, 9 Agustus 2026.

Baca Juga:
Hamas Tunggu Jawaban Resmi BoP, Persoalkan Penarikan Pasukan Israel

Pejabat pertahanan sipil Gaza menyebut tim penyelamat saat ini masih mengandalkan peralatan sederhana serta tenaga manual dalam proses pencarian.

Kondisi tersebut membuat upaya pengangkatan korban dari reruntuhan membutuhkan waktu lebih lama.

Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan lebih dari 8.000 orang masih dinyatakan hilang dan diduga tertimbun di bawah reruntuhan di berbagai wilayah Gaza.

Sejak gencatan senjata berlaku pada 11 Oktober tahun lalu, sedikitnya 1.254 orang dilaporkan tewas, 4.121 orang mengalami luka-luka, dan 804 jenazah telah berhasil ditemukan dari bawah puing-puing, berdasarkan data terbaru kementerian tersebut.

Baca Juga:
Hamas dan Faksi Palestina Sepakati Rencana Pelucutan Senjata Gaza

Sementara itu, total korban meninggal sejak konflik dimulai pada Oktober 2023 telah melampaui 73.300 orang, dengan lebih dari 174.000 lainnya mengalami luka-luka.

Operasi pencarian terbaru ini dilakukan setelah pemakaman massal di Gaza City pada Selasa terhadap 112 anggota keluarga Abu Sharia dan al-Hasayna.

Jenazah mereka ditemukan dari reruntuhan sebuah blok permukiman di kawasan Sabra yang hancur akibat serangan Israel pada November 2023.

Tim pertahanan sipil Gaza hingga kini masih terus melakukan pencarian di sejumlah lokasi lain untuk menemukan korban yang masih tertimbun di bawah reruntuhan. (*)