8 Agustus 1360 Ditetapkan sebagai Masuknya Agama Islam di Tanah Papua

Jurnalis: Muhamad Zaid Kilwo
Editor: Mustopa

12 Jan 2025 13:47

Thumbnail 8 Agustus 1360 Ditetapkan sebagai Masuknya Agama Islam di Tanah Papua
8 Agustus 1360 ditetapkan sebagai masuknya Islam di Tanah Papua. (Foto: Zaid Kilwo/Ketik.co.id)

KETIK, SORONG – Tim perumus seminar nasional masuknya agama Islam di tanah Papua akhirnya menandatangani berita acara dengan nomor C005/DP-P.XXXIII/1/2025 di gedung Winder Tuare Kota Fak-Fak pada Sabtu, 11 Januari 2025.

Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh salah satu tokoh pemuda asli Papua, Fatah Bau kepada media ini melalui pesan WhatsApp pada Minggu, 12 Januari 2025.tentang penetapan waktu, tempat, dan tokoh yang membawa agama islam ke tanah papua. 

Dikatakan oleh Fata Bau, seminar itu dibuka secara langsung oleh Penjabat Gubernur Papua Barat Drs. H. Ali Baham Temongmere, dan Penjabat Gubernur Papua Barat Daya, Drs. Muhammad Musaad.

"Maka menetapkan, bahwa agama islam telah masuk ke tanah Papua pada hari Selasa tanggal 8 bulan Agustus tahun 1360 Masehi atau bertepatan dengan 24 Ramadhan tahun 761 Hijriyah yang dibawa oleh Mubaligh dari Aceh bernama Abdul Ghaffar ke kampung Gar atau Furuwagi kabupaten Fakfak," ungkap Sekretaris Tim Perumus, KH. Fadlan Garamatan membacakan hasil penetapan tersebut. 

Baca Juga:
Kerusuhan di Polsek Panipahan imbas Kemarahan Warga Terkait Narkoba, Polda Riau Lakukan Evaluasi Besar

Selain menetapkan tanggal dan tempat masuknya agama Islam di tanah Papua, tim perumus juga mengeluarkan sejumlah rekomendasi sebagai tindak lanjut dari hasil seminar ini.

Di antaranya, mendorong Pemerintah Fakfak agar kampung Gar dapat dijadikan sebagai tempat pariwisata religius. Mendorong pemerintah Provinsi Papua Barat memperjuangkan kepada pemerintah pusat untuk menetapakan setiap tanggal 8 Agustus sebagai hari libur fakultatif untuk seluruh tanah Papua.

Kemudian mendorong lembaga pendidikan islam untuk memasukkan sejarah kedatangan Islam di tanah Papua sebagai bagian dari kurikulum. Melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang sejarah Islam di Papua yang dimulai pada 8 Agustus 1360.

"Mengajak umat islam untuk memperingati tanggal 8 Agustus sebagai hari masuknya agama Islam di tanah Papua, melaui kegiatan antara lain pemeliharaan situs sejarah," tuturnya.

Baca Juga:
Malang Ikut Disorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Bupati Sanusi Buka Suara: Insya Allah Aman!

Kemudian, mengusulkan pembangunan infrastruktur yang mendukung pelestarian situs sejarah Islam baik di tingkat provinsi maupun kabupaten kota.

Diungkapkan, agama islam lebih awal tiba di tanah Papua dibanding bangsa kolonial lainnya seperti Spanyol, Portugis, Jerman, Belanda, dan Jepang.

Yakni melalui jalur perdagangan dan dakwah oleh mubaligh langsung dari Arab, Persia, Tiongkok dan melalui wilayah Nusantara seperti dari Aceh, Jawa, Makassar, Maluku (Seram), Maluku Utara (Ternate, Tidore, Bacan) ke pantai selatan dan barat Papua.

Dari hasil penelitian berbagai sumber primer dan sekunder, bukti peninggalan fisik artefak atau kuburan, masjid, dan kitab-kitab Al-Quran, dan alat ibadah, serta tradisi masyarakat pantai selatan Papua menunjukkan bahwa Islam sudah ada sejak 8 Agustus 1360 di bawah Mubaligh Abdul Ghaffar di kampung Fatagar Lama fakfak yang kemudian menyebar ke wilayah lainnya di tanah papua.

Foto Proses penandatanganan plakat oleh Pj gubernur Papua Barat Drs. H. Ali Baham Temongmere di gedung Winder Tuare Kota Fak-Fak. (Foto:Zaid Kilwo/Ketik.co.id)Proses penandatanganan plakat oleh Pj gubernur Papua Barat Drs. H. Ali Baham Temongmere di gedung Winder Tuare Kota Fak-Fak. (Foto:Zaid Kilwo/Ketik.co.id)

"Bahwa agama Islam telah terinternalisasi dalam sistem kerajaan atau petuanan yaitu kerajaan Islam di Fakfak seperti Kerajaan Fatagar, Rumbati, Atiati dan di Kaimana ada Raja Namatota, Komisi, Pattipi, Sekar, Wituar, dan Arguni," lanjutnya.

"Sedangkan di Raja Ampat ada Kerajaan Waigeo, Salawati, Misool, dan Kerajaan Batanta di kawasan selatan dan barat papua sehingga bisa diterima oleh masyarakat setempat," lanjut Fatah.

Disebutkan, selama 664 tahun atau 6 abad keberadaan agama Islam di papua telah melahirkan generasi yang menjaga nilai agama Islam yang tahmatan lil alamiin dan konsep satu tungkuh tiga batu dan agama keluarga serta menerima dan memfasilitasi penyebaran agama samawi yang lain yakni Kristen dan katolik.

Berita acara penetapan tersebut ditandatangani sejumlah tokoh Papua dan raja-raja di tanah Papua, masing-masing:

1. Abdullah Manaray, ST (DPD RI)

2. H. Saleh Siknun, SE (DPR PB)

3. Abdul Samad Bauw, S.Pd.I (MRPB)

4. Ismail Asso (MRP Papua Pegunungan)

5. H. Abdul Awal Gebze (MRP Papua Selatan)

6. Idris Wugaje (MRP Papua Barat Daya)

7. H. Syaiful Islam Al Payage (MUI Papua)

8. Taufik Heru Uswanas, S.Sos., M.Si (Raja Fatagar)

9. Abdul Gani Ishak Bauw (Raja Rumbati)

10. Arif H Rumagasen, S.Sos., MAP (Raja Pegpeg Sekar)

11. Udin Heremba (Raja Wertuar)

12. Randi Asnawir Ombaier, S.Sos (Raja Namatota)

13. Drs. Muh. Nasir Aituarauw., M.Sc (Raja Komisi)

14. H. Aziz Hegemur, Sag., MM (Kabid Haji dan Bimas Islam Kanwil Kemenag Papua Barat)

Berikut nama-nama tim perumus seminar nasional sejarah masuknya agama islam di tanah papua

 1. Dr. Ir. Mulyadi Djaya, M.Si (Ketua)

2. KH. Fadlan Garamatah (Sekretaris)

3. Prof. Yon Machmudi, Ph.D (Anggota)

4. Prof. Ismail Suardi Wekke, MA., Ph.D (Anggota)

5. Ir. Bambang Tj Hariadi. MP (Anggota)

6. H. Abdul Samad Bauw., M.Si (Anggota)

7. Dr. H. Wahidin Puarada, M.Si (Anggota)

8. H. Saleh Siknun, SE (Anggota)

9. Drs. Muhammadong Daeng Husen, M.Pd (Anggota). (*)

Baca Sebelumnya

AJP Gelar Workshop Literasi Media, Ini Tema yang Diangkat

Baca Selanjutnya

Trending Sepekan: Lowongan Kerja Kementerian PUPR hingga Ajang Malaysia Open 2025

Tags:

8 Agustus 1360 Ditetapkan sebagai Masuknya Islam di Tanah Papua

Berita lainnya oleh Muhamad Zaid Kilwo

Raja Ampat Tuan Rumah AVC Beach Tour Open 2026, Fahmi Macap Ingatkan Pemda Soal ini

6 April 2026 15:10

Raja Ampat Tuan Rumah AVC Beach Tour Open 2026, Fahmi Macap Ingatkan Pemda Soal ini

Sub Kogartap 0606 Bogor Gelar Halal Bihalal bersama Tokoh Agama Masyarakat Ormas dan LSM

26 Maret 2026 13:08

Sub Kogartap 0606 Bogor Gelar Halal Bihalal bersama Tokoh Agama Masyarakat Ormas dan LSM

Peresmian PLTMH di Lanny Jaya, Warga Kampung Koka Kini Nikmati Listrik di Malam Hari

17 Maret 2026 11:32

Peresmian PLTMH di Lanny Jaya, Warga Kampung Koka Kini Nikmati Listrik di Malam Hari

Aktivis Kritik Penjelasan KSP soal Board of Peace, Dinilai Keliru Atribusi Dokumen

11 Maret 2026 12:51

Aktivis Kritik Penjelasan KSP soal Board of Peace, Dinilai Keliru Atribusi Dokumen

Putusan Konkernas PWI 2026 Diserahkan ke Ketua Umum

9 Maret 2026 21:45

Putusan Konkernas PWI 2026 Diserahkan ke Ketua Umum

Ramadan 1447 H, Polwan Polda Papua Barat dan Polresta Manokwari Gelar Bagi-bagi Takjil

3 Maret 2026 20:58

Ramadan 1447 H, Polwan Polda Papua Barat dan Polresta Manokwari Gelar Bagi-bagi Takjil

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar