KETIK, SURABAYA – Lima korban ledakan di Ruko San Antonio, Pakuwon City, Mulyorejo, Surabaya dilarikan ke dua rumah sakit, Selasa, 6 Oktober 2026. Tiga dibawa ke Rumah Sakit (RS) Haji dan dua dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo.
Katim Sub Substansi Hukum dan Humas (Hukmas) RS Haji Jawa Timur, Masrur menjelaskan, korban sebagian besar mengalami luka bakar pada area wajah, kepala, leher dan tangan.
Persentase luka bakar yang dialami oleh korban ledakan itu di antaranya 13 hingga 18 persen. Mereka, para korban terdapat indikasi trauma inhalasi yaitu adanya kerusakan pada saluran pernapasan atau jaringan paru-paru , akibat menghirup asap panas, gas beracun, uap panas atau bahan kimia.
"Dua pasien, satu laki-laki dan satu perempuan masuk ICU untuk perawatan selanjutnya. Akan dilakukan pembersihan luka atau debridement di kamar operasi," kata Masrur.
Lanjutnya, satu pasien, saat ini dilaporkan sudah masuk kamar operasi. Sedangkan satu lainnya masih menunggu di ICU.
Baca Juga:
Kabag Ops, Kasat Narkoba hingga Kapolsek Manggeng Jajaran Polres Abdya BergantiMasrur mengungkapkan, luka bakar yang dialami oleh korban rata-rata pada area vital. Sehingga membutuhkan penanganan secara intensif kepada para korban.
Kendati demikian, Masrur mengungkapkan korban dalam dalam kondisi sadar dan dapat berkomunikasi. "Insyaallah bisa sembuh. Semua pasien dalam kondisi sadar, bisa diajak bicara," tuturnya.
Hingga saat ini belum ada tambahan korban yang masuk ke RSUD Haji. Pihak rumah sakit berharap tidak ada lagi korban baru.
Sementara itu, satu korban dikabarkan dirujuk ke RSUD Dr Soetomo, Surabaya. Alasan rujukan karena fasilitas perawatan di RS Haji sudah penuh.
Baca Juga:
Baznas Jatim Salurkan 1,2 Juta Liter Air, Bantu Masyarakat Atasi Kekeringan"Tempat kami sudah penuh, baik untuk pasien luka bakar maupun pasien lainnya. IGD kami sangat terbatas, karena kondisi pasien terlihat cukup berat, langsung diarahkan ke Dr Soetomo agar cepat mendapat pertolongan," pungkasnya. (*)