4 Titik Rawan di Pacitan Kini Tak Lagi Kebanjiran Meski Hujan Deras, Kenapa Bisa?

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Hetty Hapsari

30 Nov 2024 21:27

Thumbnail 4 Titik Rawan di Pacitan Kini Tak Lagi Kebanjiran Meski Hujan Deras, Kenapa Bisa?
Aliran drainase Jalan S. Parman, Kelurahan Pucangsewu di Pacitan menjadi langganan banjir setiap hujan deras tahun 2018 silam. Petugas kepolisian tampak siaga di lokasi mengantisipasi kejadian buruk akibat bencana banjir. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Banjir rutin yang kerap terjadi di sejumlah titik rawan di Pacitan wilayah kota pelan-pelan mulai sirna.

Kepala Bidang Penyehatan Lingkungan dan Air Minum (PLAM) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pacitan, Tonny Setyo Nugroho, menyebut bahwa sedikitnya ada empat titik rawan banjir yang kini diklaim tak lagi berpotensi meskipun hujan deras mengguyur wilayah setempat selama beberapa hari terakhir.

Keempat titik tersebut adalah kawasan sekitar Kantor Kelurahan Pucangsewu, depan Telkom dan PLN, depan Asrama Polisi, sekitar Perpustakaan Daerah (Perpusda) lama, serta depan Kelurahan Pacitan.

Diketahui, wiilayah tersebut sebelumnya kerap terendam air hingga mengganggu aktivitas masyarakat. Bahkan, pada tahun 2018 silam, banjir sempat masuk hingga ke area Pendopo Kabupaten Pacitan. 

Baca Juga:
Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

“Beberapa titik yang sebelumnya sering tergenang air akibat saluran yang meluap kini tidak banjir lagi. Buktinya, hujan beberapa hari ini wilayah itu aman tanpa ada genangan,” ungkap Tonny, Sabtu, 30 November 2024.

Langkah-Langkah Mitigasi yang Dilakukan

 

Tonny menjelaskan bahwa perubahan positif ini merupakan hasil dari beberapa langkah mitigasi banjir yang telah dilakukan oleh pemerintah setempat. Di antaranya adalah:

1. Redesign dan Pembangunan Pematusan: Perbaikan sistem drainase di sekitar Alun-alun Pacitan dan jalan-jalan protokol utama. Hal ini dilakukan untuk memastikan aliran air berjalan dengan lancar dan tidak meluap ke jalan.

"Redesign luas penampang basah saluran drainase kota dengan menambah ketinggian dinding saluran," katanya kepada Ketik.co.id

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

2. Dredging atau Pengerukan Saluran Drainase: Pengerukan dilakukan di beberapa saluran utama, mulai dari Gerdon hingga Bapangan, untuk menghilangkan penyumbatan yang dapat menghambat aliran air.

"Pengerukan di saluran utama Jalan Ahmad Yani dan Jalan S. Parman, depan Gedung Kelurahan Pucangsewu pertama kali dilaksanakan dinas PUPR tahun 2023. Saat itu, sedimen mencapai 70-100 centimeter. Alhamdulillah, bertahap berhasil kami selesaikan di tahun 2024 ini," ungkapnya.

3. Peningkatan Kapasitas Saluran Drainase: Saluran drainase di kota diperlebar dengan meningkatkan ketinggian dinding saluran. Dengan begitu, kapasitas saluran drainase dapat menampung air hujan lebih banyak, mengurangi risiko meluapnya air.

4. Pembangunan Rumah Pompa Banjir: Pembangunan pompa dengan kapasitas 10 m³ per menit di depan SPBU Ploso berfungsi untuk membantu mengalirkan air dengan lebih efisien saat curah hujan tinggi.

"Satu, buat mengurangi debit laju aliran Kali Kunir, dan yang Kedua, untuk mengurangi genangan di area Blumbang Kelurahan Ploso," bebernya.

5. Perangkap Sampah: Pemasangan perangkap sampah di beberapa titik penting seperti di Blimbing, Gerdon, dan Jalan S. Parman, serta Kali Tani di Desa Bangunsari, bertujuan untuk mencegah sampah menghambat aliran air.

"Sampah ini yang menjadi penyumbat utama drainase kota," sebutnya.

Selain itu, normalisasi saluran drainase pendukung juga dilakukan agar aliran air menjadi lebih merata dan tidak terkonsentrasi pada satu titik saluran saja.

Pembersihan gulma dan tanaman liar yang dapat menyumbat saluran drainase juga rutin dilakukan untuk memperlancar aliran air hujan.

Peran Masyarakat dalam Mengatasi Banjir

 

Tonny mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan ke parit atau selokan.

Sampah yang menumpuk dapat menghambat aliran air dan meningkatkan potensi terjadinya banjir, terutama saat musim hujan. Selain itu, penumpukan sampah akan mempersulit petugas dalam membersihkan sampah tersebut.

Dengan adanya langkah-langkah tersebut, kini Pacitan dapat berbangga karena keempat titik rawan banjir yang dulu sering mengalami genangan air, kini bebas dari banjir meskipun hujan deras mengguyur.

Pemerintah setempat berharap agar seluruh upaya ini dapat terus dijaga dan masyarakat ikut berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah bencana banjir di masa mendatang. (*)

Baca Sebelumnya

Peduli Warga Terdampak Bencana, Bupati Malang Beri Bantuan Korban Banjir Sumawe

Baca Selanjutnya

BMKG Juanda Ungkap Penyebab Puting Beliung di Dharmahusada Surabaya

Tags:

pacitan Banjir Kota Pacitan

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Yonif TP 934 SBY Gelar Cek Kesehatan Gratis di GOR Pacitan, Ajak Warga Peduli Kesehatan

19 April 2026 12:21

Yonif TP 934 SBY Gelar Cek Kesehatan Gratis di GOR Pacitan, Ajak Warga Peduli Kesehatan

Iseng Jualan Es di Syawalan Fest Pacitan 2026, Penjual Ayam Ini Malah Cuan Jutaan Rupiah

18 April 2026 23:01

Iseng Jualan Es di Syawalan Fest Pacitan 2026, Penjual Ayam Ini Malah Cuan Jutaan Rupiah

Sejumlah Mantan Ketum PKC Jatim Hadiri Kick Off Harlah PMII ke-66 di Surabaya

17 April 2026 23:32

Sejumlah Mantan Ketum PKC Jatim Hadiri Kick Off Harlah PMII ke-66 di Surabaya

Hasil Uji Lab MBG di Pacitan Positif Tercemar Bakteri, Ini Langkah Dinkes

17 April 2026 12:47

Hasil Uji Lab MBG di Pacitan Positif Tercemar Bakteri, Ini Langkah Dinkes

Dilaporkan Warga, Penjual Ciu di Pacitan Diciduk Polisi: Kedapatan Simpan 41 Botol

16 April 2026 18:18

Dilaporkan Warga, Penjual Ciu di Pacitan Diciduk Polisi: Kedapatan Simpan 41 Botol

22 Pasien Rawat Inap MBG di Tegalombo Pulih, Dinkes Pacitan Lanjutkan Penanganan

16 April 2026 17:47

22 Pasien Rawat Inap MBG di Tegalombo Pulih, Dinkes Pacitan Lanjutkan Penanganan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda

Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda