320 Anak dari Perkawinan Campuran di Jatim Ajukan Skim ke Kantor Imigrasi Surabaya

Jurnalis: Moch Khaesar
Editor: M. Rifat

21 Mei 2024 08:03

Thumbnail 320 Anak dari Perkawinan Campuran di Jatim Ajukan Skim ke Kantor Imigrasi Surabaya
Kepala Imigrasi Kelas 1 Khusus TPI Surabaya, Ramdhani usai membuka acara sosialisasi kewarganegaraan ganda bagi anak di JW Marriot Surabaya, Selasa (21/5/2024). (Foto: Khaesar/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Sebanyak 320 anak di Jawa Timur sudah mengajukan surat keterangan keimigrasian (Skim) ke Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus TPI Surabaya.

Pengajuan skim ini dilakukan sebagai salah satu syarat anak-anak yang memiliki kewarganegaraan ganda lantaran orang tuanya orang Indonesia menikah dengan orang luar negeri.

"Dalam penerapan peraturan pemerintah (PP) 21 tahun 2022, batas terakhir pengajuan untuk menjadi warga negara Indonesia (WNI) bagi anak yang memiliki kewarga negaraan ganda yang ada di Jawa Timur," ucap Kepala Imigrasi Kelas 1 Khusus TPI Surabaya, Ramdhani usai membuka acara sosialisasi kewarganegaraan ganda bagi anak di JW Marriot Surabaya, Selasa (21/5/2024).

Dalam penerapan PP 21 tahun 2022 pengganti PP tahun 2007, untuk masa akhir pengajuan WNI untuk anak dari perkawinan campuran sampai batas akhir 31 Mei 2024 ini.

Baca Juga:
Kisah PMI Kota Probolinggo, dari Donor Darah hingga Jemput Jenazah

"Anak-anak dari pernikahan campuran ini disuruh memilih untuk warga negara yang akan dipilih setelah usia anak 19 sampai 21 tahun," ucap Ramdhani.

Ramdhani mengatakan sosialisasi ini menghadirkan komunitas perkawinan campur di Jawa Timur. "Kami harap dengan acara ini bisa adanya masukan dari komunitas Perca ini terkait kekurangan atau apa yang harus benahi," bebernya.

Foto Proses sosialisasi yang dilakukan Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Khusus Surabaya, Selasa (21/5/2024). (Foto: Khaesar/Ketik.co.id)Proses sosialisasi yang dilakukan Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Khusus Surabaya, Selasa (21/5/2024). (Foto: Khaesar/Ketik.co.id)

Ramdhani mengatakan mulai 2022 sampai 2024, ada 36 SKIM yang dikeluarkan Kantor Imigrasi Kelas 1 khusus TPI Surabaya. Sedangkan untuk pendaftaran anak berkewarganegaraan ganda di kantor imigrasi sampai dengan 17 mei 2024 sudah ada 320 anak.

Baca Juga:
Dari Bareskrim ke BGN, Sony Sonjaya Kini Kawal Program MBG

"Untuk masa akhir pendaftaran anak kewarganegaraan ganda akan berakhir 31 Mei 2024 ini," ucap Mantan Kepala Imigrasi Malang itu.

Sementara itu, Ketua Umum Perkumpulan Masyarakat Perkawinan Campuran Indonesia (Perca) Analia Trisna mengaku untuk batas usia anak dari perkawinan campuran yang diberikan waktu pada usia 19 hingga 21 tahun menemukan banyak kendala.

"Anak akan bingung memilih warga negara karena saat batas usia itu anak ini sedang melanjutkan studinya yang banyak dilakukan di luar negeri," ucapnya.

Analia berharap masalah batas usia anak dari perkawinan campuran diperpanjang hingga usia 25 tahun. "Banyak anak dari perkawinan campuran ingin membangun bangsa Indonesia tapi terhalang karena peraturan yang mengekang. Harusnya batas usia hingga 25 setelah mereka sudah selesai studynya," ucapnya.

Analia mengatakan sampai saat ini banyak anak-anak dari perkawinan campuran ingin balik ke Indonesia kesusahan. "Karena pengurusan disamakan dengan WNA murni, sedangkan anak campuran ini ada darah Indonesianya jadi agak disusahkan dengan berbagai macam syarat yang dilakukan," ucapnya.

Dengan adanya sosialisasi ini, Analia berharap anak dari pernikahan campuran ini bisa mendapatkan hak kewarga negaraan ganda dan memiliki hak yang sama dengan warga Indonesia. "Karena mereka banyak yang stres harus memilih ayah atau ibunya yang mana warga negaranya berbeda," ucapnya.

Sedangkan, Ketua Perca Jatim Shopia Hanan mengatakan Perca akan membantu masyarakat di Jawa Timur yang dari perkawinan campur mendapatkan haknya. "Kami siap membantu proses naturalisasi dari anak-anak berkewarganegaraan ganda," ucapnya. (*)

Baca Sebelumnya

Layanan Jemput Bola Online dari BPJS Sorong, Hadir untuk Masyarakat sampai Daerah Pelosok

Baca Selanjutnya

Ini Hasil RDP Terkait Kelangkaan LPG 3 Kg yang Digelar Komisi II DPRD Pagar Alam

Tags:

Perkawinan campuran anak campuran Imigrasi Imigrasi Kelas 1 Khusus TPI Surabaya Jawa timur Perca Jatim Perca

Berita lainnya oleh Moch Khaesar

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

24 Oktober 2025 20:01

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

22 Oktober 2025 19:30

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

22 Oktober 2025 19:04

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

20 Oktober 2025 06:05

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

19 Oktober 2025 12:38

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

18 Oktober 2025 22:41

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar